Nostalgia Piala Dunia - Mawar Penghapus Ketegangan Politik Iran Vs Amerika Serikat

Saat itu, kedua tim menunjukkan bagaimana sepak bola merupakan pemersatu bangsa.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Kamis, 13 Oktober 2022
Nostalgia Piala Dunia - Mawar Penghapus Ketegangan Politik Iran Vs Amerika Serikat
Ketika timnas Iran dan Amerika Serikat berfoto bersama. (FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Sepak bola selalu menjadi hiburan masyarakat. Itulah yang terjadi di dunia. Hampir mayoritas penduduk di dunia ini menyukai olah raga paling populer tersebut.

Banyak orang yang memiliki klub atau tim favorit. Namun, jika Piala Dunia sudah dimulai, orang yang tidak menyukai sepak bola pasti ikut memeriahkan dengan menatap layar kaca televisi. Menyaksikan turnamen sepak bola paling akbar di muka bumi ini.

Piala Dunia menjadi panggung para seniman lapangan hijau beraksi. Ajang empat tahunan itu juga menjadi tontonan paling populer di muka bumi ini.

Bahkan, Piala Dunia dengan rivalitas di dalamnya bisa menjadi sebuah perdamaian dan persahabatan. Seperti tujuan olah raga termasuk sepak bola, mengedepankan sikap sportif, persahabatan, dan kedamaian.

Baca Juga:

Nostalgia Piala Dunia: Just Fontaine dan Rekor yang Bertahan Selama 60 Tahun Lebih

Nostalgia Piala Dunia: Mengenang Kiprah Pelatih Tersukses, Vittorio Pozzo

Nostalgia Piala Dunia: Epilog Pahlawan Brasil Berkaki Bengkok dan Panjang Sebelah, Garrincha

Laga Amerika Serikat Vs Iran. (Zimbio)

Hal itu sudah terbukti ketika sebuah laga Grup F Piala Dunia 1998 yang mempertemukan Iran kontra Amerika Serikat di Stade Gerland, Lyon, Prancis, 21 Juni sepuluh tahun silam. Laga Iran kontra Amerika Serikat memang tak seseru laga klasik Jerman melawan Belanda, atau Argentina menghadapi Brasil.

Akan tetapi, laga Iran kontra Amerika Serikat ketika itu mengundang perhatian internasional. Bagaimana bisa? Karena laga itu dibumbui unsur ketegangan politik antar kedua negara.

Sejak revolusi Iran 1979, Amerika Serikat dan Iran tidak memiliki hubungam diplomatik. Hubungan keduanya diperburuk dengan ketidaksetujuan Amerika Serikat atas progam nuklir Iran. Begitupun Iran yang tak setuju dengan kedigdayaan Amerika Serikat yang mengatur dunia, buntut dari kemenangan Perang Dingin melawan Uni Soviet.

Jelang laga Iran kontra Amerika Serikat, isu yang beredar ada tujuh ribu teroris sudah mendapatkan tiket pertandingan. Puluhan ribu demonstran Iran juga bakal berunjuk rasa untuk memproteksi laga tersebut. Akibatnya, pihak keamanan Prancis mengamankan laga tersebut dengan ketat.

Laga Amerika Serikat Vs Iran. (Zimbio)

Panasnya laga kembali ditambah dengan seruan pemimpin Iran ketika itu, Muhammad Khatami, agar Iran tidak menghampiri Amerika Serikat ketika berjabat tangan. Sesuai aturan FIFA, tim B harus menghampiri tim A untuk berjabat tangan sebelum kick off. Saat itu, Iran sebagai tim B dan Amerika Serikat tim A.

Media officer Iran, Mehrdad Masoudi, berhasil melakukan negosiasi dengan panitia pelaksana pertandingan dan FIFA. Alhasil, Amerika Serikat yang datang menyalami Iran sesaat sebelum kick off.

Setelah itu, terlihatlah sepak bola sebagai persahabatan dan kedamaian. Penonton bersorak suka cita ketika Iran menyerahkan seikat bunga mawar untuk Amerika Serikat. Ketika sesi foto sebelum kick off, kedua tim berfoto bersama sambil wasit melepas balon berwarna pink sebagai tanda cinta damai.

Ketakutan akan terorisme dan demonstrasi tidak terbukti. Semuanya berjalan baik dan penuh sportifitas di dalam lapangan.

Seikat mawar diberikan pemain Iran untuk Amerika Serikat. (FIFA)

Iran yang kala itu diperkuat Muhammad Khatami, Mehdi Mahdavikia, dan Karim Bagheri bermain dominan. Sedangkan Amerika Serikat ketika itu diperkuat Brian McBride, Claudia Reyna, Frankie Hejduk, dan Kasey Keller.

Iran berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 atas Amerika Serikat. Dua gol kemenangan Iran dilesakkan oleh Hamid Estili (40’) dan Mahdavikia (84’). Satu gol Amerika Serikat dicetak oleh Brian McBride (89’).

Meski begitu, keduanya gagal melaju ke babak 16 besar karena kalah bersaing dengan Jerman dan Yugoslavia di Grup F. Namun, laga ini akan selalu diingat sepanjang masa.

Laga di mana seikat mawar bisa menghapus ketegangan politik negara. Serta menegaskan bahwa sepak bola membawa kedamaian.

Pertandingan Iran kontra Amerika Serikat akan kembali terulang di Piala Dunia 2022. Di mana kedua tim tergabung di Grup B bersama Inggris dan Wales.

Iran Timnas iran Amerika Serikat Timnas amerika serikat Piala Dunia Piala dunia 2022 Piala Dunia 1998 Breaking News
Ditulis Oleh

Tengku Sufiyanto

The author is a senior journalist who has specialized in Indonesian football issues for the past 10 years. Before focusing on sports, the author was also involved in covering political and economic issues. They have covered numerous national and international events, including the 2023 U-17 World Cup, the 2018 Asian Games, and various SEA Games tournaments. Additionally, the author was previously active in the PSSI Pers organization.
Posts

17.870

Berita Terkait

Liga Indonesia
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Penyerang asal Brasil itu sudah absen dalam tujuh pertandingan terakhir Persija di Super League 2025/2026
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Bulu Tangkis
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Atas kedua hasil tersebut, final turnamen BWF Super 1000 itu dipastikan berjalan tanpa ada wakil Merah Putih yang bertanding.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Lainnya
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Tim besutan Risco Herlambang itu bahkan langsung fokus hadapi Jakarta Popsivo Polwan, dalam lanjutan babak reguler putaran pertama seri Pontianak di GOR Terpadu Ahmad Yani, Minggu (11/1).
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Liga Indonesia
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Pertandingan terakhir putaran pertama Super League 2025/2026 ini akan digelar di Stadion GBLA, Minggu (11/1).
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 10 Januari 2026
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Liga Indonesia
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Persib menghadapi Persija, pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Minggu (11/1) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 10 Januari 2026
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Liga Indonesia
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Pertandingan terakhir putaran pertama Super League 2025/2026 ini akan digelar di Stadion GBLA, Minggu (11/1).
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 10 Januari 2026
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Hasil akhir
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Malut United kalah di kandang Persebaya, sehingga laga Persib vs Persija jadi penentu siapa juara paruh musim Super League 2025/2026.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 10 Januari 2026
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Liga Indonesia
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai kekuatan Persib terletak pada sosok Bojan Hodak selaku peramu taktik.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 10 Januari 2026
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Timnas
Hindari Awak Media, John Herdman Tiba di Indonesia
John Herdman tiba di Indonesia pada Sabtu (10/1) pukul 13.20 WIB dengan maskapai Cathay Pacific.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 10 Januari 2026
Hindari Awak Media, John Herdman Tiba di Indonesia
Liga Indonesia
Mauricio Souza Berharap VAR Bekerja dengan Baik di Laga Persib vs Persija
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza berharap VAR bekerja dengan baik dan tepat agar tidak ada keputusan-keputusan salah.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 10 Januari 2026
Mauricio Souza Berharap VAR Bekerja dengan Baik di Laga Persib vs Persija
Bagikan