Nostalgia - Enam Gol Omar Sivori di Derby d'Italia
BolaSkor.com - Bola bersarang ke gawang Inter Milan, kiper Antonio Annibale hanya bisa melihat bola bergulir mulus ke gawangnya. Di sisi lain, segerombolan orang berbaju hitam-putih merayakan gol tersebut.
Tidak lama berselang, wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Nama orang yang mencetak gol terakhir itu pun dielu-elukan oleh para pendukung tim pemilik stadion, Juventus.
Enrique Omar Sivori, demikian nama sosok pemain tersebut. Nama yang nantinya akan masuk ke dalam buku sejarah Juventus dan persepak bolaan Italia.
Lahir di San Nicolas, Argentina, Omar Sivori adalah sosok yang unik. Semasa kariernya, pria yang lahir pada 1935 tersebut membela dua timnas, Argentina dan Italia.
Mengawali karier sepak bola bersama River Plate, nama Omar Sivori meroket ketika membela Juventus. Sivori memperkuat I Bianconeri sejak 1957.
Baca juga:
Seluruh Mata Pencinta Sepak Bola Tertuju ke Derby d'Italia
Dikabarkan Akan Tukangi Milan, Spalletti: Saya Masih Terikat Kontrak dengan Inter
Saat itu ada tiga pesepak bola asal Argentina yang pindah ke Italia. Selain Omar Sivori, terdapat nama Antonio Valentin Angelillo yang ke Inter Milan dan Humberto Maschio yang ke Bologna.
Ketiganya merupakan bagian dari timnas Argentina yang memenangi Copa America 1957. Omar Sivori dan kedua rekannya saat itu mendapat julukan 'Malaikat dengan Wajah Kotor'.
Di Juventus, Omar Sivori datang bersamaan dengan penyerang asal Wales, John Charles. Keduanya langsung membuat trio lini depan bersama dengan Giampiero Boniperti.
Kombinasi trisula penyerang tersebut mempersembahkan trofi Scudetto 1957-1958, 1959-1960 dan 1960-1961. Tentunya yang menjadi kenangan adalah gelar Scudetto 1960-1961.
Bukan tanpa alasan, Juventus melumat Inter Milan dalam proses perebutan Scudetto tersebut. Tidak tanggung-tanggung, La Vecchia Signora menang 9-1 ketika berhadapan dengan La Beneamata.
Mulanya pertandingan tersebut berlangsung hanya 30 menit dan Inter Milan diberikan kemenangan 2-0. Masuknya fans Juventus menyerbu lapangan menjadi alasan.
Budi Prasetyo Harsono
5.618
Berita Terkait
Persija Berharap Kembali ke JIS saat Jamu Bhayangkara FC
Pelatih Persija Sebut Rumput SUGBK Lebih Baik dari JIS
Terkesan dengan Atmosfer Jakmania dan Brajamusti di SUGBK, Pelatih PSIM Bandingkan dengan Fans Feyenoord hingga Besiktas
Jadi Top Skorer Persib di Kompetisi Asia, Andrew Jung Main Termotivasi
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia
PBSI Rombak Skuad SEA Games 2025 demi Penuhi Target Menpora, Berikut Daftar 20 Wakil Indonesia di Cabor Bulutangkis
Link Streaming Barcelona vs Deportivo Alaves, Sabtu 29 November 2025
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Deportivo Alaves: Waktunya Move On
Prediksi dan Statistik Manchester City vs Leeds United: The Citizens Cari Pelampiasan
Hasil Super League 2025/2026: Persija Persembahkan Kemenangan di HUT ke-97