BolaSkor.com - Dengan Erling Haaland dan Martin Odegaard sebagai motor utama tim, Norwegia datang ke Piala Dunia 2026 dengan rasa percaya diri tinggi. Di bawah arahan pelatih Stale Solbakken, mereka berharap bisa memanfaatkan generasi emas ini untuk menciptakan sejarah baru.
Pada Piala Dunia 1998, Solbakken adalah bagian dari skuad Norwegia yang memberikan perlawanan sengit kepada Italia di babak 16 besar. Saat itu, Norwegia kalah tipis 0-1.
Tak ada yang menyangka bahwa pertandingan tersebut akan menjadi penampilan terakhir Norwegia di Piala Dunia selama hampir tiga dekade.
Baca Juga:
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Kini, setelah penantian panjang, Solbakken membawa Norwegia kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Dengan sejumlah pemain kelas dunia dalam skuad, termasuk Haaland dan Odegaard, banyak yang meyakini Norwegia memiliki peluang untuk melangkah jauh di turnamen kali ini.
Lawan Irak di Laga Pembuka
Namun, saat ini fokus pertama mereka adalah laga pembuka melawan Irak, tim yang juga kembali ke tampil setelah absen selama 40 tahun.
Menjelang pertandingan yang akan digelar di Boston Stadium, Rabu (17/6) dini hari WIB, Solbakken terlihat tenang namun tetap memahami betapa pentingnya laga perdana ini.
"Bagi seorang pelatih, memimpin negara sendiri di Piala Dunia mungkin adalah pencapaian terbesar," ujar Solbakken.
"Tentu kami berharap bisa memenuhi ekspektasi. Namun kami tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa ini adalah pertandingan yang sangat penting. Jika kami bisa memulai dengan tiga poin, maka kami berada di jalur yang tepat."
Haaland Jadi Andalan

Erling Haaland (skysports)
Harapan Norwegia tentu banyak bertumpu pada ketajaman Erling Haaland. Solbakken tidak ragu menyebut penyerang andalannya sebagai pencetak gol terbaik di dunia saat ini.
"Saya berharap Erling bisa memberikan dampak yang sangat besar. Menurut saya, dia adalah pencetak gol terbaik di dunia," ujar sang pelatih.
"Kondisi fisiknya sangat baik dan dia juga mendapat sedikit waktu istirahat di akhir musim. Tugas kami adalah memberinya suplai bola yang tepat, karena ketika dia mendapatkan peluang, biasanya dia akan mencetak gol."