Dan tentu saja, ada dua nama yang akan "dituai" oleh Chelsea dalam waktu dekat, minimal musim depan. Thibaut Courtois, yang sudah dua musim menjadi tulang punggung Atletico Madrid, diproyeksikan menjadi pengganti Petr Cech, yang sudah memasuki usia 32 tahun.
Courtois yang memiliki kontrak dengan Chelsea hingga tahun 2019 mendatang, dibeli oleh Chelsea pada tahun 2011 silam dari Genk, dan langsung dipinjamkan ke Atletico Madrid. Memasuki musim ketiganya di Atletico Madrid, Courtois sudah mengoleksi 126 kali penampilan, dan sukses membawa Los Rojiblancos juara Copa Del Rey musim lalu.
Terakhir, Romelu Lukaku. Striker jangkung muda usia asal Belgia ini dibeli Chelsea pada tahun 2011 silam dari Anderlecht. Hanya tampil 10 kali di musim perdananya bersama The Blues, Lukaku langsung "disekolahkan" ke West Bromwich Albion pada musim lalu. Lukaku pun bersinar dengan mencetak 17 gol dari 35 kali penampilan Liga Inggris bersama The Baggies, julukan West Bromwich.
Digosipkan akan bermain di tim utama Chelsea musim ini, striker berusia 20 tahun itu justru dipinjamkan ke Everton, dan menjadi pemain kunci dalam keberhasilan Everton menembus lima besar klasemen sementara dengan sembilan gol nya dari 19 kali penampilan.
Itu adalah ringkasan bagaimana investasi pemain yang dilakukan oleh Chelsea, untuk mengakali kebijakan Financial Fair Play yang tentu akan mengekang hobi Roman Abramovich untuk berbelanja pemain secara gila-gilaan. Mari kita lihat, apakah investasi pemain yang mirip dengan sistem bertani ini sukses bagi Chelsea? Hanya waktu yang bisa menjawab.