Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nasib 7 Pemain Muda Chelsea setelah Pemecatan Frank Lampard

Menilik nasib pemain-pemain muda Chelsea yang diorbitkan oleh Frank Lampard di tim utama.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 26 Januari 2021
Nasib 7 Pemain Muda Chelsea setelah Pemecatan Frank Lampard
Billy Gilmour dan Mason Mount (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Chelsea mengambil keputusan tegas memecat Frank Lampard di tengah berjalannya musim 2020-2021. The Blues memecat pelatih berusia 42 tahun yang sudah melatih mantan klub yang membesarkan namanya jadi legenda itu sejak 2019.

Serangkaian hasil inkonsisten Chelsea di liga dan posisi saat ini (peringkat sembilan) tak mampu menyelamatkan karier Lampard, meski baru ini menang 3-1 atas Luton Town di Piala FA.

Chelsea disinyalir punya pertimbangan setelah menghabiskan 200 juta poundsterling lebih untuk merekrut pemain anyar pada musim panas 2020, semisal Timo Werner, Ben Chilwell, Hakim Ziyech, dan Kai Havertz.

Baca Juga:

Frank Lampard Dipecat, 3 Pelatih Berpotensi Jadi Manajer Chelsea

Profil Marina Granovskaia, Pilihan Lawan yang Keliru bagi Frank Lampard

Menilik Posisi Lampard di antara Pelatih-pelatih Chelsea Era Abramovich

"Ini merupakan keputusan yang sangat sulit, dan bukan keputusan yang dianggap enteng oleh pemilik dan Dewan klub," tutur pernyataan di laman resmi Chelsea.

"Kami berterima kasih kepada Frank atas apa yang telah dia capai pada masanya sebagai pelatih kepala klub. Namun, hasil dan penampilan baru-baru ini tidak memenuhi harapan klub, meninggalkan klub di papan tengah tanpa jalur yang jelas untuk memperlihatkan perkembangan."

"Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk berpisah dengan legenda klub seperti Frank, tetapi setelah pertimbangan dan pertimbangan yang panjang diputuskan bahwa perubahan diperlukan sekarang untuk memberikan waktu kepada klub untuk meningkatkan kinerja dan hasil musim ini," urai pernyataan itu.

Dua tahun kurang Lampard melatih Chelsea dan ia banyak memberikan kesempatan kepada pemain muda, khususnya alumni akademi bermain di tim utama. Itu jadi hal yang langka di Chelsea yang lebih banyak mengandalkan pemain-pemain matang pengalaman dan dibeli mahal.

Berikut BolaSkor.com membahas nasib tujuh pemuda tersebut selepas pemecatan Frank Lampard di Chelsea:

1. Tariq Lamptey

Tariq Lamptey

Diberikan debut oleh Lampard pada Desember 2019 di Chelsea. Berposisi sebagai bek kanan Tariq Lamptey (20 tahun) sudah memperlihatkan potensi dengan kecepatan kala naik membantu serangan.

Saat ini tengah dipinjamkan ke Brighton & Hove Albion dan banyak mendapatkan jam bermain di Premier League. Mengingat adanya Reece James dan Cesar Azpilicueta di posisi bek kanan Chelsea, butuh kerja keras bagi Lamptey apabila ia memilih kembali ke Chelsea.

2. Tino Anjorin

Tino Anjorin

Produk akademi Chelsea yang berposisi sebagai gelandang. Lampard telah memberinya kans mentas di Piala Liga dan Liga Champions serta Piala FA.

Persaingan di lini tengah Chelsea cukup ketat dan Tino Anjorin (19 tahun) akan kesulitan bersaing di sana jika masih bertahan. Ada peluang Chelsea meminjamkannya ke klub lain untuk menambah jam bermainnya.

3. Billy Gilmour

Billy Gilmour

Talenta yang diprediksi punya masa depan cerah dan mendapatkan penilaian tinggi dari Lampard. Billy Gilmour baru berusia 19 tahun namun sudah matang dalam permainannya sebagai gelandang tengah.

Gilmour pembagi bola yang handal, punya visi bagus, dan dapat menahan bola dengan baik. Pemain asal Skotlandia pernah memperlihatkan performanya kala tampil melawan Liverpool. Jika ada satu pemain yang dapat menembus tim utama Chelsea dan tampil reguler maka Gilmour lah pemain itu.

4. Reece James

Reece James

Baru berusia 21 tahun dan sudah menjadi pemain reguler di sisi kanan pertahanan Chelsea. Reece James punya kemampuan mencetak gol, melepaskan umpan silang berbahaya, dan memiliki kecepatan untuk membantu serangan dan bermain bertahan.

Tidak ada masalah baginya setelah pemecatan Lampard mengingat statusnya di skuad utama Chelsea. James sudah jadi andalan yang bahkan menggusur kapten tim Cesar Azpilicueta ke bangku cadangan.

5. Tammy Abraham

Tammy Abraham

Striker berusia 23 tahun dipercaya tampil oleh Lampard di lini depan. Dia sudah menjalani masa pinjaman di Bristol City, Swansea City, dan Aston Villa. Meski Tammy Abraham bertalenta namun performanya belum konsisten.

Ditambah kini ada Olivier Giroud dan Timo Werner di lini depan Chelsea, butuh usaha ekstra bagi Abraham untuk meyakinkan pelatih berikutnya, siapa pun itu.

6. Mason Mount

Mason Mount

Bermain 27 kali sejauh ini di seluruh kompetisi dengan torehan tiga gol dan enam assists. Itu seharusnya sudah jadi bukti kuat betapa pentingnya Mason Mount dalam permainan Chelsea di era Frank Lampard.

Pemain berusia 22 tahun sudah jadi andalan Lampard sejak di Derby County. Mount gelandang serba bisa yang dapat bermain di sayap dan tengah permainan dengan naluri gol tinggi dan enerji menjelajah ruang. Masih berpeluang bertahan menjaga posisinya di lini tengah Chelsea saat dilatih pelatih baru nanti.

7. Fikayo Tomori

Fikayo Tomori

Jarang main musim ini hingga akhirnya bek tengah berusia 23 tahun dipinjamkan ke AC Milan. Pada usia yang relatif muda Fikayo Tomori masih punya peluang untuk menembus persaingan di lini belakang Chelsea.

Apalagi usia Thiago Silva tak lagi muda plus Antonio Rudiger diisukan hengkang dari Chelsea. Tak ayal Tomori masih dapat merebutkan posisi itu jika dapat membangkitkan performanya dengan Milan.

Breaking News Chelsea Lampard Frank Lampard Trivia Sepak Bola Mason Mount Tammy Abraham

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Liga Indonesia
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Persija Jakarta resmi merekrut gelandang Jepang Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan kontrak dua tahun. Eks Daegu FC itu diproyeksikan memperkuat lini tengah Macan Kemayoran di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Bagikan