Menilik Performa Enam Klub Inggris di Turnamen Antarklub Eropa

Performa enam klub asal Inggris di turnamen antarklub Eropa sejauh ini sangat baik.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 23 Februari 2018
Menilik Performa Enam Klub Inggris di Turnamen Antarklub Eropa
Chelsea saat menghadapi Barcelona (Mike Hewitt - Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Fase gugur telah dan sudah dilalui klub-klub Inggris di turnamen antarklub Eropa, baik itu di Liga Champions atau Liga Europa. Ada enam klub asal Negeri Ratu Elisabeth yang masih berpatisipasi di dalamnya. Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.

Sejauh ini, keenam klub tersebut tampil baik dalam mengatasi rintangan yang berbeda-beda dari lawannya. Terkecuali Arsenal yang sudah menjalani dua leg dan dipastikan lolos ke-16 besar Liga Europa, kelima klub lainnya masih akan memainkan leg kedua pada Maret mendatang.

Lantas, bagaimana performa mereka saat menghadapi lawannya masing-masing? Berikut analisa kami menyoal kiprah enam tim Inggris di Liga Europa dan Liga Champions.

1. Arsenal

Pada fase 32 besar Liga Europa, Arsenal melawan klub asal Swedia, Ostersunds, yang dilatih pelatih asal Inggris, Graham Potter. Oleh karenanya, wajar jika dalam skuat Ostersunds saat ini ada tiga pemain asal Inggris: Jamie Hopcutt, Curtis Edwards, dan Andrew Mills.

Ada fakta menarik mengenai Ostersunds. Mereka dibentuk untuk kali pertamanya pada tahun 1996, dan tahun itu, merupakan tahun kedatangan Arsene Wenger ke Arsenal dari Nagoya Grampus Eight.

Melawan Ostersunds, Wenger kali ini tidak banyak berjudi dengan menurunkan banyak pemain muda. Ia tetap menyertakan pemain-pemain andalan seperti Mesut Ozil, Henrikh Mkhitaryan, Hector Bellerin, Nacho Monreal, David Ospina, dan Shkodran Mustafi. Hasilnya pun bagus. Di leg pertama yang berlangsung di Swedia, Arsenal menang 3-0 melalui gol Monreal, Sotirios Papagiannopoulos, dan Ozil.

Arsenal memanfaatkan dengan baik keunggulan individu pemain yang mereka miliki. Namun, keunggulan agregat gol Arsenal nyaris hilang di babak kedua, karena fokus dan rasa puas diri para pemain. Ostersunds sempat unggul 2-0 melalui gol Hosam Aiesh dan Ken Sema, sebelum membalasnya via gol Sead Kolasinac.

Pada akhirnya, Arsenal tetap lolos dengan agregat gol 4-2. Namun, kekalahan dari Ostersunds seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Wenger sebagai peringatan untuk timnya. Khususnya akhir pekan ini, mereka akan melawan Manchester City di final Piala Liga.

2. Manchester United

Pasukan Jose Mourinho memulai perjalanan 16 besar Liga Champions melawan juara lima kali Liga Europa, Sevilla. Menyambangi Ramon Sanchez Pizjuan, Man United bisa dibilang babak belur karena terus diserang oleh Sevilla yang bermain dengan intensitas tinggi.

Sevilla memang terkenal sangat sulit ditaklukkan ketika bermain di depan pendukungnya sendiri. Tetapi, Sevilla lebih leluasa menyerang karena taktik defensif yang diterapkan Mourinho. Red Devils tidak memiliki niat untuk menyerang dan hanya sesekali melakukan serangan balik, atau coba memaksimalkan situasi bola mati.

Alhasil, dengan sedikit dinaungi dewi fortuna dan ketangguhan David De Gea di bawah mistar gawang, Man United sanggup menjaga gawangnya tetap aman dari kebobolan dan mengakhiri laga dengan skor kacamata. Leg kedua akan berlangsung di Old Trafford Maret mendatang.

Meski berlangsung di Old Trafford, agregat gol sama kuat itu tetap berbahaya bagi Man United, karena apabila Sevilla mencetak gol, maka situasi akan semakin bertambah sulit bagi mereka. Tak pelak leg kedua masih terbuka untuk kedua tim, untuk lolos ke fase berikutnya.

3. Manchester City

The Citizens bertemu dengan lawan yang relatif mudah di atas kertas untuk ditaklukkan. Man City unggul kualitas individu pemain, memiliki permainan terbaik di Eropa saat ini, dan dilatih Pep Guardiola yang sarat pengalaman di Eropa.

Benar saja, Man City tanpa halangan menang telak 4-0 melalui dua gol Ilkay Gundogan, Bernardo Silva, dan Sergio Aguero. Hebatnya lagi, kemenangan itu diraih di St. Jakob-Park, markas Basel. Man City pun hanya perlu tidak kalah lebih dari empat gol tanpa balas jika ingin memastikan tempat di perempat final Liga Champions.

Man City juga takkan mau dipermalukan Basel, meski sudah unggul jauh agregat gol, di Etihad Stadium. Sulit rasanya melihat Basel asuhan Raphael Wicky lolos ke fase berikutnya, dan mengulang kejutan di grup, kala menaklukkan Man United dengan skor 1-0.

Tottenham Hotspur Manchester United Manchester City Arsenal Chelsea Liverpool Liga Champions Liga Europa
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

16.261

Berita Terkait

Inggris
Marc Guehi Tidak Sabar Main Bareng Phil Foden dan John Stones di Manchester City
Pemain baru Manchester City Marc Guehi mengatakan sangat gembira karena sekarang bisa menyebut Phil Foden dan John Stones sebagai rekan satu klubnya.
Yusuf Abdillah - Selasa, 20 Januari 2026
Marc Guehi Tidak Sabar Main Bareng Phil Foden dan John Stones di Manchester City
Prediksi
Prediksi dan Statistik Inter Milan vs Arsenal: Misi The Gunners Kunci Tiket 16 Besar
Inter Milan akan menjamu Arsenal pada laga ketujuh Liga Champions 2025-2026 di Stadio Giuseppe Meazza.
Yusuf Abdillah - Selasa, 20 Januari 2026
Prediksi dan Statistik Inter Milan vs Arsenal: Misi The Gunners Kunci Tiket 16 Besar
Inggris
Resmi Gabung Manchester City, Marc Guehi Senang Berada di Klub Terbaik Inggris
Manchester City mengumumkan Marc Guehi resmi bergabung dengan mereka dari Crystal Palace.
Yusuf Abdillah - Selasa, 20 Januari 2026
Resmi Gabung Manchester City, Marc Guehi Senang Berada di Klub Terbaik Inggris
Liga Champions
Jadwal Lengkap Liga Champions, Arsenal dan Bayern Munchen Bisa Amankan Tiket ke 16 Besar
Liga Champions kembali menyajikan pertandingan-pertandingan seru pada fase liga tengah pekan ini.
Yusuf Abdillah - Selasa, 20 Januari 2026
Jadwal Lengkap Liga Champions, Arsenal dan Bayern Munchen Bisa Amankan Tiket ke 16 Besar
Ragam
Brahim Diaz dan 3 Momen Penalti Gagal Paling Menyakitkan dalam Sejarah Sepak Bola
Kegagalan mencetak gol dari penalti di laga besar dan menentukan acapkali dibayar mahal dengan kekecewaan besar. Brahim Diaz dan beberapa pemain merasakannya.
Arief Hadi - Senin, 19 Januari 2026
Brahim Diaz dan 3 Momen Penalti Gagal Paling Menyakitkan dalam Sejarah Sepak Bola
Inggris
Diejek, Lisandro Martinez Tantang Legenda Manchester United untuk Mendatangi Rumahnya
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, merespons ejekan Paul Scholes dan Nicky Butt dan menantang keduanya untuk mendatangi rumahnya.
Arief Hadi - Senin, 19 Januari 2026
Diejek, Lisandro Martinez Tantang Legenda Manchester United untuk Mendatangi Rumahnya
Inggris
Bukan Siulan, Liverpool Butuh Dukungan Fans untuk Kembali Menang
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengaku tidak suka disiuli fans dan mengharapkan dukungan agar The Reds kembali menang.
Arief Hadi - Senin, 19 Januari 2026
Bukan Siulan, Liverpool Butuh Dukungan Fans untuk Kembali Menang
Italia
Momentum di Serie A, Modal Berharga Inter Milan Jelang Lawan Arsenal di Liga Champions
Inter Milan terus berlari kencang di Serie A dalam perburuan Scudetto dan itu jadi modal berharga jelang laga Liga Champions, melawan Arsenal.
Arief Hadi - Minggu, 18 Januari 2026
Momentum di Serie A, Modal Berharga Inter Milan Jelang Lawan Arsenal di Liga Champions
Inggris
Victor Osimnhen Diyakini Bakal Bersedia Gabung Manchester United
Rio Ferdinand meyakini bahwa Victor Osimhen akan menerima pinangan Manchester United jika tawaran resmi benar-benar datang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 18 Januari 2026
Victor Osimnhen Diyakini Bakal Bersedia Gabung Manchester United
Inggris
Dominasi Tanpa Gol, Mikel Arteta Soroti Ketajaman Arsenal
Arsenal membuat cukup banyak peluang di laga melawan Nottingham Forest yang seharusnya bisa diselesaikan menjadi gol.
Yusuf Abdillah - Minggu, 18 Januari 2026
Dominasi Tanpa Gol, Mikel Arteta Soroti Ketajaman Arsenal
Bagikan