Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Mengenal Format Kompetisi Liga Super Eropa

Edisi pertama kompetisi ini rencananya akan digelar pada Agustus mendatang.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Senin, 19 April 2021
Mengenal Format Kompetisi Liga Super Eropa
Liga Super Eropa. (BBC)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Sebanyak 12 klub Eropa sepakat menggulirkan kompetisi baru bernama Liga Super Eropa. Ajang ini punyan tujuan utama yaitu menandingi gemerlapnya Liga Champions.

Total 12 klub yang menjadi pelopor kompetisi ini berstatus raksasa Eropa. Mereka adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham Hotspur, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.

Presiden Madrid, Florentino Perez telah ditetapkan sebagai Ketua operator Liga Super Eropa. Ia didampingi oleh Andrea Agnelli (pemilik Juventus) dan Joel Glazer (salah satu pemilik Manchester United) sebagai wakilnya.

Baca Juga:

Tak Gentar dengan Ancaman UEFA, 12 Klub Dirikan Liga Super Eropa

Pernyataan Tegas UEFA Terkait Liga Super Eropa

Sanksi Berat Menanti Klub dan Pemain yang Ikut Liga Super Eropa

Liga Super Eropa

Liga Super Eropa telah merilis garis besar format kompetisinya. Dari situ terlihat besarnya ambisi mereka untuk menggeser pamor Liga Champions.

Liga Super Eropa tidak berniat menggeser liga-liga domestik dari klub-klub partisipan. Pertandingan akan digelar pada tengah pekan yang identik dengan Liga Champions.

Musim perdana Liga Super Eropa rencananya akan digelar pada Agustus mendatang. Sebanyak 20 klub ditargetkan ambil bagian.

Itu artinya masih ada delapan slot lagi yang masih bisa diisi. Liga Super Eropa masih melobi perwakilan dari Bundesliga dan Ligue 1 untuk turut serta.

Siap Berdiskusi dengan UEFA dan FIFA

Pejabat Liga Super Eropa menyadari ide menggelar kompetisi baru ditolak oleh UEFA dan FIFA. Namun mereka siap berdiskusi untuk mencari solusi terbaik.

Anggota Liga Super Eropa beralasan butuh kompetisi baru untuk menghindar dari ancaman kebangkrutan efek pandemi virus corona. Kompetisi baru ini memang menjanjikan nilai keuntungan yang jauh lebih besar ketimbang Liga Champions.

Namun UEFA menolaknya karena akan membuat jarak antara klub besar dan klub kecil semakin melebar. Mereka bahkan siap memberikan hukuman berat kepada klub-klub dan pemain yang berpartisipasi di ajang ini.

Penolakan serupa juga dilakukan FIFA. Federasi sepak bola dunia itu bahkan siap melipatgandakan hukuman bagi pemain yang terlibat dengan melarang mereka tampil di ajang internasional bersama negara masing-masing.

Namun dalam perkembangannya, FIFA mulai melunak. Federasi yang dipimpin oleh Gianni Infantino itu kabarnya siap duduk bersama dengan pihak-pihak terkait.

"FIFA selalu berdiri untuk kesatuan dunia sepak bola dan memanggil semua pihak terlibat dalam diskusi panas untuk berdiskusi dengan tenang, konstruktif, dan seimbang untuk sepak bola yang lebih baik dengan solidaritas dan fair play," bunyi pernyataan resmi FIFA.

Format Liga Super Eropa:

1. Diikuti 20 klub peserta dengan 15 di antaranya yang berstatus Pendiri merupakan anggota tetap kompetisi. Sementara lima tim sisanya harus melewati mekanisme kualifikasi dan memenuhi syarat berdasarkan pencapaian di musim sebelumnya.

2. Jadwal pertandingan tengah pekan dengan semua klub yang berpartisipasi terus bersaing di liga domestik masing-masing, mempertahankan kalender pertandingan domestik tradisional yang tetap menjadi inti dari perjalanan klub.

3. Para peserta akan dibagi ke dalam dua grup (masing-masing grup berisi 10 tim). Setiap tim di grup yang sama akan saling bertemu dengan sistem kandang tandang.

4. Tiga tim teratas di masing-masing grup mendapatkan tiket ke perempat final. Sementara empat tim di peringkat keempat dan kelima akan melakoni play-off untuk memperebutkan dua tiket delapan besar yang tersisa.

5. Babak perempat final dan semifinal digelar dua leg seperti fase gugur di Liga Champions. Sementara final berlangsung satu kali di tempat netral.

Liga Super Eropa UEFA Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

MotoGP
Mario Aji dan Veda Ega Sapa Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Keseruan ini dimulai dari Hotel Artotel, Senayan, Jakarta Selatan hingga Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
Mario Aji dan Veda Ega Sapa Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Piala Dunia
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Nimbus, si kucing peramal Piala Dunia 2026, memprediksi Prancis akan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga. Simak hasil ramalan, akurasi Nimbus, dan prediksi Superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Hasil Head to Head Prancis vs Inggris
Head to head Prancis vs Inggris jelang perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menunjukkan keunggulan Les Bleus. Simak rekor pertemuan, hasil enam laga terakhir, dan statistik kedua tim sebelum duel di Miami.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Hasil Head to Head Prancis vs Inggris
Liga Indonesia
STY Buka Suara soal Masa Depan Andritany Ardhiyasa di Persija
Shin Tae-yong akhirnya angkat bicara soal absennya Andritany Ardhiyasa dari latihan Persija Jakarta. STY menyebut keputusan terkait sang kiper akan diumumkan resmi oleh klub.
Rizqi Ariandi - Jumat, 17 Juli 2026
STY Buka Suara soal Masa Depan Andritany Ardhiyasa di Persija
Indonesia
Bandung Seperti Paris, Gabriel Mutombo Nyaman Perkuat Persib
Bek anyar Persib Bandung asal Prancis, Gabriel Mutombo, mengaku terkesan dengan atmosfer tim, Bobotoh, dan kenyamanan Kota Bandung. Simak komentar lengkapnya usai menjalani latihan bersama Persib.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Bandung Seperti Paris, Gabriel Mutombo Nyaman Perkuat Persib
Piala Dunia
Superkomputer Opta Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Les Bleus Tak Pulang dengan Tangan Hampa
Superkomputer Opta memprediksi Prancis lebih diunggulkan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Simak persentase kemenangan, rekor kedua tim, dan prediksi skor pertandingan.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Les Bleus Tak Pulang dengan Tangan Hampa
Piala Dunia
Timnas Prancis Mager Menghadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Timnas Prancis dikabarkan kehilangan motivasi menghadapi Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Simak alasan Les Bleus enggan bermain, potensi rotasi Didier Deschamps, serta dampaknya bagi FIFA Ranking dan perburuan top skor.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Timnas Prancis Mager Menghadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Liga Indonesia
Frans Putros Angkat Kaki, Persib Aktifkan Mode Senyap Cari Pemain Baru
Persib Bandung membuka peluang merekrut pemain baru usai ditinggal bek Timnas Irak, Frans Putros. Pelatih Igor Tolic memastikan Maung Bandung masih aktif mencari pemain di bursa transfer.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Frans Putros Angkat Kaki, Persib Aktifkan Mode Senyap Cari Pemain Baru
Piala Dunia
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Harga tiket final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina mencapai Rp538 juta untuk kategori pertama. Nilainya bahkan melampaui rata-rata harga tiket Super Bowl LVIII dan Final NBA 2026.
Rizqi Ariandi - Jumat, 17 Juli 2026
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Piala Dunia
Daftar Peraih Peringkat Ketiga Piala Dunia dari 1930 hingga 2022: Jerman Paling Sering
Simak daftar lengkap peraih tempat ketiga Piala Dunia dari 1930 hingga 2022. Jerman menjadi negara dengan koleksi finis peringkat ketiga terbanyak dalam sejarah turnamen FIFA.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Daftar Peraih Peringkat Ketiga Piala Dunia dari 1930 hingga 2022: Jerman Paling Sering
Bagikan