Pun begitu, sepak bola Inggris ternyata tetap bangga dengan perbedaan yang sebenarnya kurang manusiawi - bahkan bisa menumpuk jadwal pertandingan saat musim libur besar. Pemain-pemain Chelsea dan Arsenal misalnya. Mereka harus menjalani empat pertandingan dalam kurun waktu 10 hari dari tanggal 23 Desember sampai 1 Januari. Sadess!!!
Selain pemain, agenda tidak libur tentunya juga berlaku buat pengurus klub maupun petugas lapangan. Manajer harus bekerja keras menentukan atau merotasi susunan pemain yang akan diturunkan dan menangani yang cedera. Sedang bagi fans atau suporter, pertandingan sepak bola pada hari Natal menjadi sajian puncak dari pertandingan di tahun tersebut.
Berbeda, bahkan sangat berbeda dibanding yang dialami para pemain yang merumput di liga-liga Eropa lainnya. Tapi di sinilah keunikannya dari Liga Inggris yang disebut-sebut sebagai liga terbaik di dunia.
Saat Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Thomas Mueller, Carlos Tevez, Robert Lewandowski, Philipp Lahm, Mario Goetze, Arturo Vidal atau Zlatan Ibrahimovic sedang asyik berlibur menikmati libur Natal dan tahun baru, para pemain di Liga Inggris harus merumput memperjuangkan kemenangan agar klub yang dibelanya mendapat poin. Liga Inggris oh Liga Inggris.
Oleh: Anthony Montana (Pecinta Sepak Bola di Jakarta)