Korupsi di Kemenpora Buat Perencanaan SEA Games 2019 Berantakan
BolaSkor.com - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, mengakui korupsi yang terjadi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memengaruhi persiapan SEA Games 2019. Akibat aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, penyaluran anggaran menjadi tersendat.
Kasus tersebut turut menyeret Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Pria asal Bangkalan tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan mundur dari jabatannya.
"Kami akui setelah OTT, bulan-bulan berikutnya, Januari dan seterusnya secara psikologis kami terpukul. Itu sangat pengaruh sekali," beber Gatot.
Baca Juga:
"Sehingga golden time kita jujur terlewat. MoU cabor juga tidak lancar. Poin yang ingin kami sampaikan adalah jujur target di SEA Games 2019 Filipina itu begitu berat," sambungnya.
Berbagai masalah yang menerpa Kemenpora membuat Gatot pesimistis bisa merebut gelar juara umum SEA Games 2019. Bahkan, masuk lima besar sudah bagus bagi kontingen Indonesia.
"Makanya bisa peringkat lima saja itu sudah bagus. Keempat apa lagi," kata Gatot.
"Jangan bayangkan kita jadi juara umum. Siapa sih yang tidak mau juara umum? Tapi kita harus realistis," sambungnya.*
Andhika Putra
8.253
Berita Terkait
Xabi Alonso Kirim Pesan Mengharukan Usai Berpisah dengan Real Madrid
Breaking News: Michael Carrick Teken Kontrak sebagai Manajer Anyar Manchester United
Kemiripan Timnas Indonesia dengan Timnas Kanada untuk Modal Lolos Piala Dunia
Sudah Hubungi Lebih dari 60 Pemain, John Herdman Ungkap Target Jangka Pendek Bersama Timnas Indonesia
Deretan Pelatih yang Kariernya di Real Madrid Hanya Seumur Jagung: Xabi Alonso Terbaru
Luciano Spalletti: Juventus Belum Selevel dengan Inter Milan dan Napoli
John Herdman Jadikan Tekanan dari Suporter Timnas Indonesia sebagai Kekuatan
Siap Hadapi Arsenal, Liam Rosenior Yakin Chelsea Punya Modal untuk Raih Kemenangan
Nonton Persib vs Persija, John Herdman Terpesona dengan Rizky Ridho dan Janji Perhatikan Liga Indonesia
John Herdman Akan Keliling Eropa Akhir Januari, Bertemu Diaspora Sekaligus Cari Pemain Naturalisasi Baru