Kisah Putra Sragen Bisa Hidupkan Apparel Lokal Berawal dari Cedera Lutut
BolaSkor.com - Impian sebagai pemain profesional boleh saja padam. Namun, ada berbagai cara untuk terus berada di lingkaran sepak bola. Putra Sragen, Dimas Yustisia sukses bangkit dari cedera lutut, untuk menghidupkan geliat apparel lokal.
Dimas merupakan sosok pendiri dari apparel ternama, DJ Sport. Apparel yang didirikannya tujuh tahun lalu sudah memiliki nama besar di sepak bola nasional. DJ Sport kini menjadi sponsor dari klub Liga 1, Persikabo Bogor serta klub Liga 2, Persis Solo.
DJ Sport juga pernah menjadi sponsor apparel untuk Persela Lamongan, PSMS Medan hingga tim Elite Pro Academy (EPA) PSS Sleman. Tahun lalu, DJ Sport merambah futsal dengan jadi sponsor Timnas Indonesia saat ikut turnamen di Thailand, serta tim Black Steel Manokwari pada AFF Futsal Club 2019.
Baca Juga:
Jersey Forum, 12 Tahun Eksis dan Konsisten Dorong Masyarakat Beli Jersey Orisinal
Mengintip Kegiatan Lazio Indonesia Selama Pandemi Virus Corona
Siapa sangka, dibalik ide membuat apparel bernama DJ Sport, Dimas pernah memupus mimpi menjadi pesepak bola. Saat sedang merintis karir pada usia 18 tahun, Dimas mengalami cedera pada bagian lutut.
Cedera itu menghambat karirnya, baik saat di sepak bola maupun futsal. Akhirnya, apparel sepak bola menjadi senjata agar bisa berprestasi, sekaligus berbisnis di sepak bola. Dimas kala itu mendirikan DJ Sport saat masih berstatus mahasiswa semester IV Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
"Dulu cita-citanya begitu besar untuk menjadi pemain bola, juga pemain futsal. Tapi setelah itu tidak bisa lari karena cedera lutut. Akhirnya menyalurkan hobi sepak bolanya ya bikin jersey, bikin peralatan olahraganya. Membuat apparel ini seperti hobi yang dibayar sampai sekarang," ucap Dimas Yustisia saat ditemui di Kantor DJ Sport, Karangmalang, Sragen, Sabtu (22/8).
Dimas membangun DJ Sport dengan perjuangan panjang. Awalnya, dia membuat DJ Sport dengan karyawan empat orang saja. Dalam sebulan, DJ Sport hanya sanggup memproduksi 300-400 stel jersey.
Namun, seiring berjalannya waktu, DJ Sport semakin berkembang. DJ Sport memberanikan diri menjadi sponsor Persela Lamongan pada TSC 2016 lalu. Dalam musim itu, jersey Laskar Joko Tingkir laku sebanyak 4000 pcs.
"Angka penjualan 4000 jersey mungkin kecil, bila dibandingkan dengan Persebaya, Bali United, Persib atau Persija sekarang. Tapi saat itu merupakan angka yang lumayan tinggi. DJ Sport juga apparel berstatus UKM pertama yang masuk ke klub profesional. Baru setelah itu masuk lagi apparel UKM yang lain," tutur Dimas.
Saat ini, DJ Sport sudah berkembang pesat. DJ Sport sudah tak lagi berpindah-pindah ruko di Sragen. Mereka memiliki tempat produksi sendiri yang bisa memproduksi 4000 buah jersey dalam sebulan. Lokasi produksi DJ Sport sudah diresmikan pada pekan ini, dengan turut dihadiri beberapa apparel lokal, seperti NOIJ (Malang) dan Trops (Purwokerto).
"Sekarang kami sudah bisa memproduksi 4000 buah jersey dengan kualitas terbaik. Kualitasnya sama dengan jersey yang kita buat untuk klub-klub profesional. Semua jersey yang terbuat tertulis "Made in Sragen". Saya sebagai putra Sragen juga ingin mengangkat nama kabupaten ini melalui jersey yang kita buat," jelasnya.
Melalui DJ Sport ini, Dimas berharap bisa memberi kontribusi pada sepak bola nasional. Termasuk menggairahkan Apparel lokal untuk terus berkembang. Ini merupakan sebuah kebanggaan ketik cita-cita sebagai pemain profesional gagal terwujud. (Laporan Kontributor Putra Wijaya)
Tengku Sufiyanto
17.859
Berita Terkait
Bandung bjb Tandamata Siap Tancap Gas di Proliga 2026, Andalkan Energi Muda dan Kekuatan Penuh
Real Madrid Tanpa Kylian Mbappe, Diego Simeone Waspadai Vinicius
Pelita Jaya Jakarta Luncurkan Tim untuk IBL 2026, Bertekad Bangun Tradisi Juara
PSSI Bebaskan John Herdman Pilih Asisten Pelatih Lokal di Timnas Indonesia
Liam Rosenior Minta Chelsea Tancap Gas di Sisa Musim
Presiden Prabowo Berikan Bonus SEA Games 2025, Total Rp465 Miliar Langsung Ditransfer ke Atlet
Nova Arianto Dipastikan Tidak Masuk Kandidat Asisten John Herdman di Timnas Indonesia
Selain Saddil Ramdani, Persib Tanpa Striker Andalannya Hadapi Persija
Bernardo Tavares Tak Akan Bajak Pemain PSM, Datangkan Dua Pemain Asing Anyar ke Persebaya
Inter Milan di Puncak Klasemen, Chivu: Bahaya Selalu Mengintai!