Piala Dunia

Kilas Balik Piala Dunia 1962: Gempa, Battle of Santiago, dan Gelar Kedua Brasil

Piala Dunia 1962 di Chile menyimpan banyak cerita dramatis. Mulai dari gempa terbesar dalam sejarah, laga brutal Battle of Santiago, hingga keberhasilan Brasil menjadi juara dunia meski kehilangan Pele karena cedera.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Sabtu, 23 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1962: Gempa, Battle of Santiago, dan Gelar Kedua Brasil
Piala Dunia 1962 (FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Chile menjadi saksi keberhasilan Brasil meraih gelar Piala Dunia 1962. Namun, lebih jauh dari itu, Piala Dunia 1962 juga punya sejumlah kisah menarik lainnya.

Chile mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk menggelar Piala Dunia 1962 dengan sejumlah intrik di dalamnya.

Sebelumnya, Jerman Barat sempat mencalonkan diri bersaing menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962.

Baca Juga:

Kilas Balik Piala Dunia 1958: Awal Cerita Sang Raja, Pele, dan Kejayaan Brasil yang Menghapus Trauma Maracanazo

Kilas Balik Piala Dunia 1950: Pesta Sepak Bola setelah Perang Dunia II dan Tragedi Maracanazo

Kilas Balik Piala Dunia 1954: Kejayaan Jerman Barat, Mimpi Semu Hungaria, dan Miracle of Bern

Namun, langkah itu ditolak negara-negara Amerika Selatan. Maklum, dua edisi sebelumnya Piala Dunia telah digelar di Eropa, yakni Swiss dan Swedia.

Walhasil, Jerman Barat mengundurkan diri dan Chile pun terpilih sebagai tuan rumah setelah mengalahkan Argentina.

Dalam pemilihan, Chile mendapatkan 31 suara, sedangkan Argentina hanya 12 suara.

Gempa Menghantam Chile

Gempa Chile (WUNC)

Namun, hanya dua tahun sebelum perhelatan Piala Dunia, Chile dihantam bencana alam. Gempa berkekuatan 9,5 magnitudo mengguncang Chile.

Kondisi tersebut membuat persiapan terganggu. Apalagi, dari sisi ekonomi, Chile bukanlah negara yang bergelimang harta.

Menurut laporan USGS, gempa itu menewaskan lebih dari 2.000 orang. Sementara itu, 3.000 lainnya mengalami luka.

Kendati demikian, Chile tidak lantas mengibarkan bendera putih. Chile sadar, sepak bola adalah obat mujarab untuk menyembuhkan luka akibat gempa.

"Karena tidak punya apa-apa lagi, kami melakukan segalanya dengan kekuatan yang tersisa untuk membangun kembali," ujar ketua panitia penyelenggara Piala Dunia 1962, Carlos Dittborn.

Berkat tekad dan kerja sama banyak pihak, Piala Dunia pun digelar pada 30 Mei 1962.

Battle of Santiago

Seperti edisi sebelumnya, Piala Dunia 1962 diikuti 16 tim yang dibagi menjadi empat grup. Itu artinya, masing-masing grup dihuni empat tim. Dua tim teratas akan melaju ke babak gugur.

Satu di antara pertandingan yang paling menarik pada babak grup adalah duel antara Chile melawan Italia yang berlangsung di Stadion Nasional, Santiago.

Bukan soal adu olah bola di dalam lapangan, pertandingan itu justru diwarnai banyak pelanggaran keras.

Bahkan, menurut Guardian, pelanggaran pertama sudah terjadi ketika laga baru berjalan 12 detik.

Kurang dari 10 menit kemudian, Giorgio Ferrini yang merupakan gelandang timnas Italia diusir oleh wasit, Ken Aston, karena melakukan pelanggaran keras kepada pemain tuan rumah.

Menariknya, Ferrini ogah mengikuti perintah sang pengadil. Ia bertahan di dalam lapangan dan terlibat keributan.

Melihat kekacauan yang semakin meluas, polisi turun tangan untuk menyeret Ferrini ke luar lapangan.

Bak arena gulat, kali ini striker Chile, Leonel Sanchez, melancarkan bogem mentah ke muka bek Italia, Mario David. Sanchez tidak terima karena menjadi sasaran tekel keras pemain belakang Gli Azzurri.

Battle of Santiago (Guardian)

Tidak tinggal diam, Mario David mendapatkan momen membalaskan dendam. Ia menghantam Sanchez dengan tendangan di leher.

Walhasil, atas aksinya itu David dikeluarkan dari lapangan.

Rupanya, menurut laporan Graham McColl yang mencurahkannya di buku How to Win World Cup, pelanggaran keras yang terjadi pada duel Chile melawan Italia dilatari oleh laporan dua jurnalis Italia yang meliput Piala Dunia 1962.

Mereka menulis Chile sebagai negara miskin dan merupakan sarang prostitusi.

Berita itu pun menyulut kemarahan masyarakat dan pemain Chile.

Untungnya, pertandingan tetap bisa digelar hingga peluit panjang. Chile menutup laga dengan kemenangan 2-0 berkat gol dari Jaime Ramirez dan Jorge Toro.

Pertandingan itu pun menjadi inspirasi terciptanya kartu kuning dan merah. Sang wasit, Ken Aston, merupakan sosok di balik aturan kartu kuning dan merah yang diresmikan pada Piala Dunia 1970.

Tanpa Pele, Brasil Tetap Tidak Sepele

Tidak lengkap jika membicarakan Piala Dunia, tetapi tidak menyebut sang pemenang. Pada 1962, Brasil berada di podium tertinggi.

Ketika itu, sang pelatih, Aymore Moreira, tidak banyak mengubah kerangka tim yang tampil pada Piala Dunia 1958. Maklum, Brasil keluar sebagai pemenang ketika itu.

Brasil masih diperkuat Neves, Zito Miranda, Edvaldo Neto, Garrincha, Nilton Santos, dan Pele.

Bersaing dengan Meksiko, Spanyol, dan Cekoslowakia di Grup 3, Brasil tidak menemui banyak kesulitan.

Tim samba menjadi juara grup setelah meraih 5 poin dari tiga laga.

Namun, Brasil mendapatkan kabar buruk dari Pele. Sang bintang mengalami cedera ketika tampil melawan Cekoslowakia. Walhasil, Pele tidak bisa melanjutkan kompetisi.

Memang dasar negara yang punya banyak talenta, Brasil tidak kesulitan menemukan tulang punggung lainnya.

Garrincha mencuat sebagai bintang Brasil pada Piala Dunia 1962. Pemain sayap yang bersinar bersama Botafogo itu mencetak dua di antara tiga gol Brasil ketika menekuk Inggris dengan skor 3-1 pada babak perempat final.

Piala Dunia 1962 (FIFA)

Pada semifinal, Garrincha kembali unjuk gigi. Ia mengulangi catatan brace. Kali ini, Chile yang menjadi korbannya. Brasil pun menang 4-2 dan melaju ke final.

Namun, bukan berarti tak ada gading yang tak retak. Pada pertandingan itu, Garrincha diusir keluar lapangan dan mendapatkan hukuman larangan tampil di final.

Uniknya, dukungan kepada Garrincha juga datang dari publik Chile yang notabene dikalahkan Brasil.

Rakyat Chile meminta FIFA mencabut hukuman untuk Garrincha. Petisi digalang dan mendapatkan dukungan dari Presiden Chile, Jorge Alessandri Rodríguez.

Akhirnya, FIFA luluh dan mengizinkan Garrincha tampil di final melawan Cekoslowakia.

Laga puncak pun dihelat di Stadion Nasional, Santiago, pada 17 Juni 1962.

Brasil tidak terbendung berkat gol dari Amarildo (17'), Zito (69'), dan Vava (78'). Sementara itu, Cekoslowakia hanya mengemas satu gol melalui aksi Masopust pada menit ke-15. Akhirnya, Brasil pun menjadi juara dan meraih gelar Piala Dunia kedua.

Piala Dunia Piala Dunia 2026 Breaking News Feature Piala Dunia Kilas Balik Piala Dunia

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Deretan Kontroversi Johor Darul Ta'zim vs Chelsea: JDT Main Kasar hingga Menolak Penalti
Laga JDT vs Chelsea berakhir 3-3 dan diwarnai sejumlah kontroversi. Pelanggaran keras hingga batalnya adu penalti memicu sorotan dan cibiran warganet.
Johan Kristiandi - Senin, 10 Agustus 2026
Deretan Kontroversi Johor Darul Ta'zim vs Chelsea: JDT Main Kasar hingga Menolak Penalti
Italia
Ada Udang di Balik Batu, Juventus Dukung Transfer Zion Suzuki ke PSG
PSG semakin dekat merekrut Zion Suzuki dari Parma dengan tawaran sekitar 35 juta euro. Juventus berpeluang meminjam kiper Jepang itu jika transfer ke Paris terealisasi.
Johan Kristiandi - Senin, 10 Agustus 2026
Ada Udang di Balik Batu, Juventus Dukung Transfer Zion Suzuki ke PSG
Inggris
Dapat Nomor Punggung Baru, Sinyal Marcus Rashford Bertahan di Manchester United Semakin Kuat
Marcus Rashford mendapat nomor punggung 14 di Manchester United. Situasi ini memperkuat peluang sang penyerang bertahan di Old Trafford pada musim 2026/2027.
Johan Kristiandi - Senin, 10 Agustus 2026
Dapat Nomor Punggung Baru, Sinyal Marcus Rashford Bertahan di Manchester United Semakin Kuat
Spanyol
Rodri Sudah Pilih Barcelona, Satu Transfer Ini Bisa Jadi Penentu
Barcelona semakin dekat mendapatkan Rodri dari Manchester City. Transfer Ferran Torres ke PSG menjadi faktor kunci untuk membuka jalan bagi kedatangan Rodri ke Camp Nou.
Johan Kristiandi - Senin, 10 Agustus 2026
Rodri Sudah Pilih Barcelona, Satu Transfer Ini Bisa Jadi Penentu
Inggris
Gabung Arsenal, Bruno Guimaraes Berdamai dengan Declan Rice
Bruno Guimaraes akhirnya resmi menjadi pemain Arsenal. Menariknya, gelandang asal Brasil itu langsung mendapat pesan khusus dari Declan Rice.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Gabung Arsenal, Bruno Guimaraes Berdamai dengan Declan Rice
Hasil akhir
Hasil Laga Uji Coba: Arsenal dan Liverpool Kompak Kalah 2-3 di Kandang
Arsenal kalah 2-3 saat menjamu Borussia Dortmund di Emirates. Sedangkan Liverpool imbang 2-2 dengan Monaco di Anfield.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Hasil Laga Uji Coba: Arsenal dan Liverpool Kompak Kalah 2-3 di Kandang
Italia
Paolo Maldini Bongkar Konflik di Balik Pengunduran Diri dari FIGC
Paolo Maldini akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan posisi direktur teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Paolo Maldini Bongkar Konflik di Balik Pengunduran Diri dari FIGC
Hasil akhir
Hasil Laga Uji Coba: Man City Libas Atletico, Chelsea Ditahan JDT
Manchester City menang 3-1 atas Atletico Madrid, sedangkan Chelsea harus puas dengan hasil imbang 3-3 saat menghadapi Johor Darul Ta'zim.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Hasil Laga Uji Coba: Man City Libas Atletico, Chelsea Ditahan JDT
Spanyol
Mourinho Mencak-Mencak Rodri Pilih Barcelona, Real Madrid Mulai Susun Plan B
Jose Mourinho dikabarkan marah besar setelah rencana Real Madrid merekrut Rodri dari Manchester City gagal.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Mourinho Mencak-Mencak Rodri Pilih Barcelona, Real Madrid Mulai Susun Plan B
Spanyol
Belum Menyerah, Barcelona Terus Memburu Julian Alvarez
Barcelona belum mengendurkan upaya untuk mendapatkan Julian Alvarez.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Belum Menyerah, Barcelona Terus Memburu Julian Alvarez
Bagikan