Keylor Navas, Kiper Underrated yang Pergi dari Santiago Bernabeu dengan Status Legenda

Keylor Navas gabung PSG dari Real Madrid. Kiper asal Kosta Rika pergi dengan status legenda di Los Blancos.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 03 September 2019
Keylor Navas, Kiper Underrated yang Pergi dari Santiago Bernabeu dengan Status Legenda
Keylor Navas (@NavasKeylor)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketika datang menginjakkan Santiago Bernabeu pada 2014, Keylor Navas bukanlah pemain yang diharapkan fans Real Madrid datang ke klub. Maklum, Navas datang dari tim yang biasa berkutat di papan bawah atau tengah klasemen LaLiga, Levante.

Madrid bukannya membeli 'kucing dalam karung' dalam diri Navas. Semusim sebelumnya (2013-14), Navas mengakhiri musim bersama Levante sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak di LaLiga (267 kali) dan kebobolan hanya 39 gol dari 36 pertandingan.

Catatan itu jelas spesial mengingat Levante bukan tim sekaliber Barcelona, Atletico Madrid, atau Real Madrid. Navas ada di urutan empat kandidat peraih Trofi Zamora (Kiper Terbaik). Tidak hanya itu, Navas membawa timnas Kosta Rika melaju ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama pada 2014.

Navas mencatatkan tiga clean sheets dari lima laga Piala Dunia dan sudah tiga kali terpilih menjadi Man of the Match. Navas masuk nominasi Sarung Tangan Emas sebelum akhirnya kalah dari Manuel Neuer.

Baca Juga:

Nasib Malang Thibaut Courtois, Susah Catatkan Clean Sheets dan Tak Bisa Ganti Nomor Punggung 1

Sergio Rico dan Keylor Navas ke PSG, Real Madrid Dapat Alphonse Areola

Menilik Alasan Mengapa Keylor Navas Masih Jadi Kiper Utama Real Madrid

Keylor Navas

Dua catatan di timnas dan Levante sudah cukup bagi Madrid memboyong Navas. Madrid menyiapkan rencana untuk menggantikan kapten sekaligus kiper legendaris, Iker Casillas, yang sudah berusia 33 tahun.

Setahun berselang Keylor Navas menjadi kiper utama Madrid setelah Casillas pergi ke Porto. Tapi, perlakuan publik kepada Navas masih tetap sama: pesimistis dan dihujani kritikan yang tidak layak diterimanya. Pasalnya, Navas hanya menjadi 'korban' dari kekecewaan fans.

Maklum, selain datang dari klub semenjana, fans Madrid kala itu menginginkan David De Gea sebagai kiper utama pengganti Casillas. Benar saja, Navas sempat menjadi 'alat' pemulus transfer De Gea dari Manchester United.

Madrid dan United melakukan barter pemain di antara kedua kiper. Namun, transfer keduanya batal karena keterlambatan dokumen. Seperti yang diduga, kedua klub saling menyalahkan atas transfer batal yang terjadi di bursa transfer musim panas 2015 itu.

Kegagalan itu menjadi salah satu kegagalan terbesar yang cukup populer dikenang hingga saat ini. Navas bahkan dikabarkan sempat menangis saat itu karena dilepas klub tanpa persetujuannya.

Kendati demikian, Keylor Navas tetap menunjukkan karakter yang menjadi kemampuan terbaiknya sampai saat ini: terus bertarung dan pantang menyerah. Kritikan, cibiran, nada pesimistis kepadanya terus diterjang bak pelaut menerjang ombak deras.

"Mereka memberitahu saya bahwa (Navas) berlatih seperti binatang buas di Valdebebas dan mencoba untuk memperbaiki kesalahannya. Dia berada dalam kondisi yang sangat bagus untuk bekerja dan kita melihat itu. Saya melihat hanya ada satu yang menjadi perhatian," tutur mantan kiper Madrid, Miguel Angel.

"Dia kurang pengalaman di laga besar, setidaknya dengan Madrid. Dia bermain untuk Kosta Rika di Piala Dunia. Levante tidaklah seperti bermain untuk Madrid," tuturnya pada tahun 2015.

Kerja keras tidak mengkhianati hasil. Keylor Navas nyatanya bisa bertahan selama lima tahun dan menikmati era keemasan Real Madrid di bawah asuhan Zinedine Zidane pada periode pertamanya melatih klub.

Sosok Breaking News Keylor Navas Real Madrid PSG Kosta Rika

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Prabowo Puji Mental Juang Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prabowo Subianto memuji mental pantang menyerah Timnas Indonesia setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand.
Rizqi Ariandi - Selasa, 06 Oktober 2026
Prabowo Puji Mental Juang Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas
Hasil Final FIFA ASEAN CUP 2026: Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir, Timnas Indonesia Juara!
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Puasa gelar selama 35 tahun akhirnya berakhir.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil Final FIFA ASEAN CUP 2026: Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir, Timnas Indonesia Juara!
Sosok
Analisis: Mengapa Prancis Harus Membangun Kekuatan Lini Tengah di Sekitar Bintang Como, Lucas da Cunha
Lucas da Cunha tampil impresif meski melakukan kesalahan kontra Italia. Simak alasan Prancis perlu membangun lini tengah di sekitar bintang Como itu.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Analisis: Mengapa Prancis Harus Membangun Kekuatan Lini Tengah di Sekitar Bintang Como, Lucas da Cunha
Liga Dunia
Hasil Pertandingan: Pertama Sejak 2011, Jepang Kembali Jadi Juara Kirin Cup
Jepang kembali menjadi juara Kirin Cup setelah empat tahun. Samurai Biru mengalahkan Selandia Baru 2-1 di New National Stadium.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil Pertandingan: Pertama Sejak 2011, Jepang Kembali Jadi Juara Kirin Cup
Sosok
Mexx Meerdink, Striker Nomor 9 yang Dirindukan Timnas Belanda
Mexx Meerdink muncul sebagai solusi baru Timnas Belanda di posisi nomor 9. Simak profil, gaya bermain, dan dua golnya saat debut melawan Serbia.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Mexx Meerdink, Striker Nomor 9 yang Dirindukan Timnas Belanda
Timnas
Cara Menonton dan Link Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Thailand: Waktunya Garuda Angkat Piala
Timnas Indonesia vs Thailand, final FIFA ASEAN Cup 2026, di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10), pukul 20.00 WIB, Live SCTV, Indosiar, Vidio, dan Rans Entertainment.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Thailand: Waktunya Garuda Angkat Piala
Timnas
Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Terakhir Menang 2016
Simak head to head Timnas Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Garuda terakhir menang atas Thailand pada Piala AFF 2016.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Terakhir Menang 2016
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Jepang vs Selandia Baru, Live di Sini!
Cara menonton dan link streaming Jepang vs Selandia Baru di final Kirin Cup 2026. Cek jadwal, jam tayang, susunan pemain, H2H, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Jepang vs Selandia Baru, Live di Sini!
Timnas
Kapten Thailand Akui Timnas Indonesia Berubah: Pemain Keturunan Jadi Kekuatan
Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, menilai Timnas Indonesia berubah drastis berkat kehadiran banyak pemain keturunan yang bermain di liga top Eropa.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Kapten Thailand Akui Timnas Indonesia Berubah: Pemain Keturunan Jadi Kekuatan
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Cara menonton dan link streaming Prancis vs Belgia di UEFA Nations League. Cek jadwal, jam tayang RCTI, susunan pemain, H2H, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Bagikan