BolaSkor.com - Kick off Piala Dunia 2026 tinggal dalam hitungan jam. Turnamen akan dibuka oleh laga Meksiko kontra Afrika Selatan di Mexico City Stadium, Jumat (12/6), pukul 02.00 WIB.
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, tak mau ketinggalan dalam mengikuti kemeriahan Piala Dunia kali ini.
Diky mengatakan dirinya selalu mendukung Timnas Inggris di setiap Piala Dunia.
Baca Juga:
Kolom Piala Dunia 2026: Spanyol dan Kedigdayaan di Amerika
Daftar Line-up dan Link Streaming Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat
Kilas Balik Piala Dunia 2022: Turnamen Penuh Kejutan yang Ditutup dengan Final Spektakuler
Meskipun terakhir kali Inggris juara pada 1966, dukungan Diky terhadap The Three Lions tak pernah luntur.
Diky percaya diri Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel akan mengakhiri puasa gelarnya di Piala Dunia 2026.
Inggris yang tergabung di Grup L akan mendapatkan tantangan dari Kroasia, Ghana, dan Panama di fase grup.
Di Piala Dunia 2026, gue berharap Inggris yang jadi juara. Karena sudah lama juga (tidak juara). Football is coming home,
kata Diky kepada BolaSkor.com.
Otomatis Dukung Inggris karena Suka Chelsea
Chelsea (Foto: The Independent)
Diky menjelaskan bahwa dirinya sudah cukup lama mendukung Inggris, tepatnya sejak generasi David Beckham.
Chelsea juga jadi alasan Diky mendukung Inggris. The Blues merupakan tim luar negeri favorit Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga itu.
"Memang gue dari dulu suka Inggris, dari era David Beckham, bahkan sebelumnya. Karena tim yang gue suka di luar negeri itu Chelsea, jadi sudah otomatis (dukung Inggris-Red)," ujarnya.
Inggris Minimal Semifinal, Jerman hingga Argentina Jadi Pesaing Terberat

Argentina vs Islandia (X/Argentina)
Jika kembali gagal juara, Diky berharap Inggris masih bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Ia yakin Harry Kane dan kawan-kawan setidaknya bakal menembus semifinal.
Menurut Diky, ada tiga tim yang akan menjadi pesaing terberat Inggris. Tiga tim itu di antaranya Brasil, Argentina, dan Jerman.
"Jadi itu sih (kandidatnya). Lalu, masih ada Portugal yang sepertinya juga akan berbahaya," ujarnya.