BolaSkor.com - Saat ini penyebaran virus Covid-19 makin deras di Inggris, tidak terkecuali Premier League. Para manajer Premier League pun menyuarakan kegelisahan mereka.
EPL sebagai penyelenggara Premier League mengumumkan keadaan darurat menyusul 103 kasus baru yang menjangkiti pemain dan staf klub peserta. Selaku pemegang tanggung jawab kompetisi, EPL mengatakan akan terus mengadakan tes PCR setiap hari.
"Liga mengonfirmasi, antara 20 Desember hingga 26 Desember 2021, sudah 15.186 sampel tes yang diambil. Dari jumlah itu, ada 103 kasus positif," bunyi pernyataan resmi EPL, dikutip Sky Sports.
Baca Juga:
Ketika COVID-19 Rusak Tradisi Boxing Day
Thomas Tuchel Desak Premier League Terapkan Lima Pergantian Pemain
Angkat Bicara, Klopp Sebut Periode Sibuk di Inggris Tidak Manusiawi

"Darurat Covid-19 di Premier League meliputi kewajiban memakai masker di dalam ruangan, menerapkan social distancing, dan meningkatkan jumlah tes."
EPL memastikan akan bekerja sama dengan pihak klub untuk menekan angka penularan Covid-19. EPL juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mengakomodasi segala perubahan kondisi.
Meski komunikasi terlihat baik, beberapa manajer melontarkan kekecewaan mereka. Terlebih dengan situasi belakangan di tengah padatnya agenda.
Manajer Leicester City, Brendan Rodgers menyalahkan jadwal pertandingan yang kacau karena timnya harus bermain dua kali dalam kurun waktu 48 jam.
"Ini jadwal kacau, kami semua sadar itu. Pemain tidak mungkin pulih sebelum 72 jam setelah pertandingan. Tentu jadwal yang mengharuskan kami bertanding melawan Liverpool sangat parah," kata Rodgers.
Rodgers mengakui menurunkan pemain di kondisi yang lelah berisiko pada kualitas fisik dan mental seseorang.
Pendapat Rodgers diamini manajer Liverpool Jurgen Klopp juga merasa diberatkan jadwal pertandingan. Klopp menyayangkan penyelenggara kompetisi tidak memperhatikan kondisi setiap klub.
"Situasi seperti ini tidak seharusnya terjadi dan kami bisa mendiskusikannya setiap tahun. Sudah jadi tradisi kami bertanding di Boxing Day, tapi merumput di tanggal 26 dan 28 Desember adalah hal yang salah," ujar Klopp.
Klopp yakin ada solusi yang lebih tepat. Dia tidak mempersoalkan penundaan jadwal jika hal tersebut baik untuk banyak pihak.
"Ini mungkin bakal membantu pemain yang juga tidak tertular Covid-19. Tapi masalahnya banyak tim yang mengalami masalah serius terhadap Covid-19," jelas Klopp.
Sementara itu manajer Tottenham Hotspur Antonio Conte merasa pertemuan EPL dengan para manajer hanya membuang-buang waktu. Pasalnya, tak ada perubahan setelah diskusi tersebut.
Pertemuan khusus digelar pekan lalu itu membahas kesejahteraan pemain dan padatnya jadwal pertandingan. Conte menjelaskan para manajer mencoba berdiskusi dan meminta solusi kepada Premier League.
Conte menggarisbawahi bahwa tak mudah bagi tim mempersiapkan diri ketika jarak pertandingan ke pertandingan lain hanya berselang satu hari.

