Ketika Kecintaan kepada Sepak Bola 'Mengalahkan' Protokol Kesehatan COVID-19

Manchester, Milan, dan Amsterdam seketika menjadi lautan manusia.
Arief HadiArief Hadi - Senin, 03 Mei 2021
Ketika Kecintaan kepada Sepak Bola 'Mengalahkan' Protokol Kesehatan COVID-19
Fans Inter Milan (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Pemandangan langka di new normal akibat pandemi virus corona terjadi di Kota Manchester, Milan, dan Amsterdam. Seketika di tiga kota itu menumpuk lautan manusia yang datang dengan alasan berbeda.

Di Manchester suporter Manchester United berkumpul dengan maksud menggulingkan rezim Keluarga Glazer, pemilik Man United. Sementara di Milan dan Amsterdam bersuka cita merayakan keberhasilan Inter Milan dan Ajax Amsterdam menjadi juara liga.

Tiga lautan manusia yang terjadi di tiga kota berbeda. Itu semua sudah jelas melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Apa salah satu aturan mutlak dari protokol itu? Hindari kerumunan.

Baca Juga:

Sambil Kecam Aksi Suporter, Premier League Pastikan Manchester United Vs Liverpool Ditunda

8 Fakta Menarik Scudetto Inter Milan: Kisah 101 Hari di Puncak Klasemen

4 Kunci Inter Milan Raih Scudetto

Fans Manchester United

"Kami memahami dan menghormati kekuatan perasaan, tetapi mengutuk semua tindakan kekerasan, kerusakan kriminal, dan pelanggaran, terutama mengingat pelanggaran Covid-19 yang terkait," demikian pernyataan Premier League soal aksi demo fans Man United.

Beberapa fans bertindak di luar batas. Kabarnya ada yang menyerang polisi, petugas keamanan dan stadion hingga merusak kamera. Aksi mereka dilakukan jelang pekan 34 Premier League antara MU vs Liverpool yang seyogyanya berlangsung di Old Trafford, Minggu (02/05) malam WIB.

Pertandingan ditunda dengan alasan keamanan, sementara suporter Man United dengan tegas menuturkan akan terus melakukan demonstrasi selama Keluarga Glazer belum mundur dari kepemilikan klub.

Sikap fans itu menjadi klimaks yang dipicu oleh partipasi MU di Liga Super Eropa (kemudian mengundurkan diri). Ed Woodward mundur dari jabatannya dan kini fans menginginkan hal yang sama dari Glazer, bahkan mereka sempat menyerbu tempat latihan MU.

Di bawah kepemimpinan Glazer MU memiliki banyak hutang, tak punya struktur yang jelas, serta visi untuk bangkit jadi tim yang disegani seperti masa lalu, Itu disinyalir jadi alasan fans ingin Glazer mengundurkan diri.

Berbanding Terbalik di Amsterdam dan Milan

Situasi berbeda terjadi di Amsterdam dan Milan. Lautan manusia di sana berkumpul untuk merayakan keberhasilan klub kesayangan menjuarai liga.

Inter Milan merengkuh Scudetto atau titel Serie A setelah 11 tahun lamanya, mengakhiri dominasi sembilan tahun Juventus. Il Nerazzurri melakukannya setelah Atalanta imbang 1-1 melawan Sassuolo di pekan 34 Serie A.

Kota Milan dipenuhi fans dengan jersey biru-hitam Inter dan semua larut dalam selebrasi Scudetto ke-19. Lagi, mereka seolah tak memedulikan pandemi virus corona.

Hal serupa terjadi di Amsterdam. Ajax Amsterdam merayakan titel ke-35 Eredivisie usai melibas FC Emmen dengan skor 4-0. Empat gol diciptakan oleh Jurrien Timber, Sebastien Haller, dan Devyne Rensch, dan Davy Klaassen.

Fans Ajax Amsterdam

Kota Amsterdam juga dipenuhi oleh fans Ajax yang menyalakan flare dengan jersey merah-putih. Di dalam stadion memang tidak ada penonton karena pandemi COVID-19, tetapi pemandangan berbeda terjadi di luar.

Itu menjadi perhatian polisi yang meminta kerumunan itu untuk dengan tertib bubar dan mematuhi protokol kesehatan. Sekilas apa yang dilakukan fans kedua klub seperti saat Persija Jakarta juara Piala Menpora 2021 dan berkumpul bersama.

Pada momen tersebut pecinta sepak bola bukannya tidak tahu dengan adanya protokol kesehatan, tetapi kecintaan mereka kepada klub kesayangan yang sukses memenangi titel membuat lupa akan situasi memprihatinkan yang terjadi di dunia.

Breaking News Inter Inter Milan Ajax Amsterdam Manchester United Virus Corona

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Water Break PSSI Pers: BTN Optimistis Timnas Indonesia Raih Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026
BTN membeberkan persiapan Timnas Indonesia menuju ASEAN Hyundai Cup 2026. John Herdman menargetkan Skuad Garuda meraih gelar AFF pertama sepanjang sejarah.
Rizqi Ariandi - Jumat, 03 Juli 2026
Water Break PSSI Pers: BTN Optimistis Timnas Indonesia Raih Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026
Piala Dunia
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Lamine Yamal kembali menegaskan ambisi besarnya di Piala Dunia 2026, yakni membawa Spanyol meraih gelar juara.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Julian Nagelsmann resmi mundur dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2026. DFB langsung bergerak mendekati Jurgen Klopp sebagai calon pelatih baru. (157 karakter)
Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Antusiasme publik begitu tinggi hingga jersey tim nasional Norwegia menjadi barang langka menjelang duel seru melawan Brasil di babak 16 besar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Piala Dunia
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Dari total delapan gol yang telah dicetak Albiceleste sejauh ini, enam di antaranya lahir dari sang kapten Lionel Messi.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Piala Dunia
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku memahami fungsi VAR, tetapi menilai teknologi tersebut telah mengurangi emosi dan spontanitas yang menjadi bagian penting dari sepak bola.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Piala Dunia
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Prediksi Australia vs Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Football Meets Data memberi Mesir peluang menang 42 persen, sementara Australia tetap berpeluang membuat kejutan.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Piala Dunia
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Pelatih Cape Verde, Bubista, percaya diri timnya mampu memberi kejutan saat menghadapi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Simak komentar lengkap dan peluang Cape Verde lolos ke 16 besar.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Timnas Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Piala Dunia
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Setelah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia, Cape Verde kini bersiap menghadapi tantangan terbesar melawan juara bertahan Argentina.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Bagikan