Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ketika AS Roma Menginvasi Media Sosial dengan Cara Nyeleneh

AS Roma mengunggah konten-konten nyeleneh pada akun media sosialnya.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Jumat, 15 November 2019
Ketika AS Roma Menginvasi Media Sosial dengan Cara Nyeleneh
Twitter AS Roma (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Satu kegiatan yang sulit ditinggalkan pada era ini adalah berselancar di media sosial. Medsos - panggilan beken media sosial - bak candu untuk orang tua maupun milenial.

Berdasarkan laporan We Are Social and Hootsuite pada Juli 2019, 5.534 miliar penduduk dunia merupakan pengguna aktif media sosial. Jumlah tersebut mencakup 46 persen total manusia di bumi.

Tidak heran, potensi media sosial sebagai sarana informasi dan promosi sangat masif. Melalui internet atau yang merupakan singkatan interconnection-networking - bukan Indomie telur kornet - semua orang di dunia dapat terhubung.

Statistik tersebut ditangkap klub sepak bola asal Italia, AS Roma, sebagai peluang menggiurkan. Giallorossi siap melebarkan sayap dan melakukan invasi besar-besaran.

Baca juga:

8 Bintang Muda yang Berpotensi Meramaikan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya, Berikut 5 Anak Susul Ayahnya Menjadi Pesepak Bola

8 Atlet Putri Indonesia yang Bisa Buat Anda Jatuh Hati di SEA Games 2019

Twitter AS Roma

Menariknya, Roma memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan klub. Sarkastis, lucu, dan menyeleneh adalah hal-hal yang akan kita lihat dari cara admin media sosial Roma, khususnya Twitter, dalam berkomunikasi.

AS Roma mulai membangun ulang akun media sosialnya, khususnya Twitter, setelah Paul Rogers datang. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala pengembangan digital internasional Liverpool.

Pada awalnya, Rogers memiliki tugas untuk meruntuhkan pagar pembatas berupa bahasa. Maklum, sebagian besar klub Serie A masih menomor satukan informasi berbahasa Italia. Padalah, hal tersebut bisa menjadi kendala bagi suporter internasional.

Rogers pun mulai melakukan gebrakan dengan membangun kembali situs web serta meningkatkan kualitas dan kuantitas konten berbahasa Inggris. Setelah tugas itu rampung, Rogers kemudian melirik laporan aktivitas transfer AS Roma pada musim panas 2017.

"Kami cukup tradisional dalam hal mengumumkan transfer di media sosial. Namun, saya pikir, pengumuman menarik pertama kali adalah ketika Lorenzo Pellegrini datang," jelas Rogers seperti dilaporkan These Football Times.

Selain Pellegrini yang merupakan pelopor, satu di antara pengumuman pemain anyar yang paling mencolok adalah Cengiz Under. Bahkan, informasi tersebut telah mengubah sudut pandang supoter pada akun Twitter AS Roma.

Ketika itu, Roma memboyong Cengiz Under dari Basaksehir. Tim kreatif Giallorossi pun membuat sebuah video berdurasi satu menit yang berisi aksi Cengis Under saat mencetak gol - sebagian besar dicuplik dari video yang berada di Youtube. Uniknya, Roma mengedit video itu dengan efek-efek aneh.

"Di AS Roma, kami tidak mengikuti apa yang orang lain lakukan dalam hal konten. Jadi, untuk mengumumkan rekrutan anyar berikutnya, kami ingin selalu melakukan hal yang sangat berbeda," jawab Rogers soal video perkenalan Cengiz Under.

Twitter AS Roma

"Kami membuatnya seburuk mungkin, terlihat secara tidak wajar. Kemudian, kami mengunggahnya. Setiap orang yang melihat tahu persis jenis video yang kami buat. Saya tidak berpikir kami mencoba menjadi aneh, namun saya menilai itu lucu dan reaksi di media sosial sangat bagus," sambung Rogers.

Musim panas berikutnya, kreativitas Rogers dan anak buahnya semakin menggila. Mereka kembali membuat video perkenalan yang tidak biasa untuk rekrutan anyar, Ivan Marcano.

Video itu hanya berisikan latar belakang hitam ditambah suara musik hip-hop dan keterangan rincian transfer. Bahkan, Roma mengumumkan transfer tersebut melalui akun palsu - sebuah hal baru dan jauh dari kewajaran.

"Kami mengetahui sedang menyuntikkan humor ke dalam video untuk membuat pengikut menjadi terhibur. Setelah video Cengiz Under kami benar-benar mulai keluar dan bersenang-senang," ulas Rogers.

"Semua orang menyebut pendekatan kami aneh. Namun, pada kenyataannya, kami hanya bersenang-senang."

Aksi nyeleneh itu pun mulai membuahkan hasil. Pengikut Roma di media sosial mulai meroket dari 5 juta menjadi 15 juta hanya dalam waktu tiga tahun terakhir.

Twitter Roma

Meski demikian, bagi tim kreatif media sosial Roma yang beranggotakan delapan orang, ini bukanlah soal jumlah pengikut. Namun, mereka lebih menitikberatkan untuk membuat penggemar tersenyum. Tim yang berbasis di Roma dan Boston tersebut selalu berusaha menyajikan konten segar, tanpa embel-embel kerja keras harus terbayar.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah hal tersebut turut memengaruhi hasil di lapangan? "Bila ada manfaat komersial untuk pendekatan di masa depan itu adalah hal yang bagus, namun itu tidak pernah menjadi alasan apa yang kami lakukan," Rogers menekankan.

"Tujuan utama kami di media sosial adalah membuat suporter dan pengikut terlibat dan membuat mereka merasa lebih dekat dengan klub."

Twitter AS Roma

"Kami tidak akan bisa menggaet penggemar Arsenal atau Real Madrid selamanya. Namun, jika melalui apa yang kami lakukan di media sosial dan digital mereka mau memilih Roma sebagai klub kedua, itu akan berharga," ungkap Rogers.

"Setelah itu, jika para penggemar tersebut merasa terdorong datang ke pertandingan, terlibat dengan sponsor, berbagi data, atau membeli sesuatu dari klub, itu bonus."

Prinsip sedikit berbeda lebih baik daripada sedikit lebih baik terus dipegang. Lambat laun, para sponsor mulai berdatangan mengucurkan uang.

"Mitra kami menyukai apa yang dilakukan di media sosial dan sebagian dari mereka memilih bekerja sama dengan melihat faktor strategi dan kemampuan digital," terang Rogers.

Sebagai contoh, kerja sama dengan satu di antara maskapai dunia, Qatar Airways, juga berlandaskan peran tim kreatif AS Roma. Tim digital selalu hadir sejak pertemuan pertama.

AS Roma Breaking News Serie a

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Jawaban atas Teori Konspirasi Argentina Jadi Tumbal Mafia di Final Piala Dunia 2026
Presiden Federasi Sepak Bola Argentina, Chiqui Tapia, membantah teori konspirasi yang menyebut Argentina sengaja kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Simak pernyataan lengkapnya.
Johan Kristiandi - Jumat, 24 Juli 2026
Jawaban atas Teori Konspirasi Argentina Jadi Tumbal Mafia di Final Piala Dunia 2026
Prediksi
Prediksi Skor dan Statistik Rosenborg vs Manchester United: Memang Ajang Coba-Coba
Prediksi Rosenborg vs Manchester United pada laga uji coba pramusim. Simak statistik pertemuan, prediksi skor, susunan pemain, kondisi tim, serta peluang Setan Merah meraih hasil positif di Stadion Lerkendal.
Johan Kristiandi - Jumat, 24 Juli 2026
Prediksi Skor dan Statistik Rosenborg vs Manchester United: Memang Ajang Coba-Coba
Liga Indonesia
Persija Hati-hati di Piala Presiden 2026, STY Takut Pemain Cedera Seperti Ole Romeny
Shin Tae-yong meminta pemain Persija Jakarta menghindari cedera di Piala Presiden Elite 2026. STY mengungkap kondisi fisik skuad baru mencapai 60-70 persen.
Rizqi Ariandi - Jumat, 24 Juli 2026
Persija Hati-hati di Piala Presiden 2026, STY Takut Pemain Cedera Seperti Ole Romeny
Spanyol
Prediksi Skor dan Statistik Barcelona vs CE Europa: Pemanasan Tanpa Para Juara Dunia
Prediksi Barcelona vs CE Europa pada laga uji coba pramusim. Simak statistik, prediksi skor, susunan pemain, kondisi tim, serta peluang Barcelona meraih kemenangan meski tanpa sejumlah pemain juara dunia.
Johan Kristiandi - Jumat, 24 Juli 2026
Prediksi Skor dan Statistik Barcelona vs CE Europa: Pemanasan Tanpa Para Juara Dunia
Italia
Profil Sankhoun Diawara, Bek yang Didapat AC Milan dari Hasil Membajak Transfer
Profil lengkap Sankhoun Diawara, bek muda Prancis yang dibajak AC Milan dari Rangers. Simak biodata, usia, tinggi badan, posisi, statistik, gaya bermain, hingga perjalanan karier bek Troyes tersebut.
Johan Kristiandi - Jumat, 24 Juli 2026
Profil Sankhoun Diawara, Bek yang Didapat AC Milan dari Hasil Membajak Transfer
Eropa
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Debut di Conference League, Bantu Ajax Menang Besar
Maarten Paes menjalani debut di UEFA Conference League 2026/2027 bersama Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia tampil solid saat Ajax menang 4-1 atas FK Vojvodina.
Rizqi Ariandi - Jumat, 24 Juli 2026
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Debut di Conference League, Bantu Ajax Menang Besar
Liga Indonesia
Wakil Indonesia di Gothia Cup 2026 Cetak Sejarah
Meski begitu, APC gagal mempertahankan gelar juara Gothia Cup U-13 Boys 2025.
Tengku Sufiyanto - Kamis, 23 Juli 2026
Wakil Indonesia di Gothia Cup 2026 Cetak Sejarah
Spanyol
Jadwal Pertandingan Pramusim Barcelona: Tantang Klub Inggris hingga Italia
Simak jadwal lengkap pertandingan pramusim Barcelona 2026. Blaugrana akan menghadapi CE Europa, Birmingham, Nottingham Forest, dan Udinese sebagai persiapan menghadapi musim baru serta LaLiga 2026/2027.
Johan Kristiandi - Kamis, 23 Juli 2026
Jadwal Pertandingan Pramusim Barcelona: Tantang Klub Inggris hingga Italia
Inggris
Resmi Pinjam Garnacho dari Chelsea, Benang Merah Aston Villa dengan Manchester United Semakin Terlihat
Aston Villa resmi meminjam Alejandro Garnacho dari Chelsea hingga akhir musim. Simak detail transfer, peluang dipermanenkan, serta benang merah Villa dengan Manchester United.
Johan Kristiandi - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi Pinjam Garnacho dari Chelsea, Benang Merah Aston Villa dengan Manchester United Semakin Terlihat
Italia
Cari Pelatih Baru Timnas Italia, Paolo Maldini Klaim Hubungi Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti
Paolo Maldini mengonfirmasi telah menghubungi Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti sebagai kandidat pelatih baru Timnas Italia. Simak perkembangan terbaru pencarian pelatih Gli Azzurri.
Johan Kristiandi - Kamis, 23 Juli 2026
Cari Pelatih Baru Timnas Italia, Paolo Maldini Klaim Hubungi Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti
Bagikan