Kegagalan Arsenal Menjuarai Premier League Jadi Inspirasi untuk Bayer Leverkusen

Arief HadiArief Hadi - Senin, 04 Maret 2024
Kegagalan Arsenal Menjuarai Premier League Jadi Inspirasi untuk Bayer Leverkusen
Bayer Leverkusen (Twitter)

BolaSkor.com - Tidak ada habisnya membahas sensasi dari Bayer Leverkusen musim ini. Tim besutan Xabi Alonso dalam jalur untuk memenangi trofi Bundesliga dan Liga Europa. Cara yang mereka tempuh pun tidak biasa.

Leverkusen tak terkalahkan pada 34 laga beruntun di seluruh kompetisi, memimpin puncak klasemen Bundesliga dengan jarak 10 poin dari peringkat dua, Bayern Munchen.

Leverkusen tak pernah memenangi Bundesliga dan Alonso berusaha mengubah kutukan tersebut. Sensasi Leverkusen itu pun membuat nama Alonso dibicarakan di Eropa sebagai pelatih muda berbakat yang punya prospek masa depan cerah.

Alonso dikaitkan dengan Liverpool dan Bayern Munchen, tetapi saat ini fokusnya hanya untuk Leverkusen. Leverkusen memimpin puncak klasemen Bundesliga tetapi persaingan belum sepenuhnya berakhir.

Baca Juga:

5 Calon Kuat Pengganti Jurgen Klopp di Liverpool

Tahun Naga dan Cerita Kesuksesan Chelsea

10 Pembelian Pemain Terbaik Liverpool Era Jurgen Klopp

Gelandang berpengalaman Leverkusen, Granit Xhaka, tahu betul timnya tak bisa 'lepas gas' atau mengurangi fokus di liga. Ia belajar dari pengalaman musim lalu dengan Arsenal yang pada akhirnya gagal jadi juara Premier League.

"Ini bagus dan kami bisa bangga akan hal ini, tapi belum ada kemenangan. Saya berbicara tentang pengalaman saya sendiri yang saya alami musim lalu. Saya pikir poinnya sama pada posisi dua dan kami tidak memenangkan liga," papar Xhaka dikutip dari Metro.

"Saya tahu pengalamannya, ini juga yang saya bagikan dengan ruang ganti bahwa tentu saja 10 poin adalah jumlah yang banyak dalam sepak bola, tentu saja, ketika Anda memiliki sepuluh pertandingan tersisa."

"Tetapi dengan kelebihan 10 poin dan 30 poin lagi yang bisa Anda ambil, ini belum berakhir."

Xhaka, yang menjadi starter pada 24 laga Leverkusen musim ini, juga berusaha menerangkan hal tersebut kepada rekan setimnya yang banyak dihuni pemain muda.

"Anda pernah berada dalam situasi ini, bagaimana keadaannya dan apa yang terjadi?" tambah Xhaka. "Saya mencoba menjelaskan tetapi Anda tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Anda harus merasakannya."

"Mari tetap rendah hati, mari bekerja hari demi hari seperti yang kami lakukan sepanjang musim dan mari menghitung dan melihat di mana posisi kami setelah 34 pertandingan," pungkas pemain asal Swiss tersebut.

Granit Xhaka Leverkusen Bayer leverkusn Bundesliga Bundesliga Jerman
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

12.365

Bagikan