Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kebangkitan Jadon Sancho di Manchester United

Perlahan tapi pasti, Jadon Sancho mulai menemukan performa terbaiknya di Manchester United.
Arief HadiArief Hadi - Senin, 21 Februari 2022
Kebangkitan Jadon Sancho di Manchester United
Jadon Sancho (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Semenjak ditransfer dari Borrusia Dortmund sebesar 85 juta euro ke Manchester United, Jadon Sancho menjadi sorotan dengan tingginya ekspektasi fans. Maklum, di Borussia Dortmund dan Bundesliga Sancho rajin mendulang gol dan menciptakan peluang.

Dengan Dortmund Sancho, menurut Transfermarkt, memainkan 137 laga dengan menorehkan 50 gol dan memberikan 64 assists. Wajar jika fans Man United mengharapkan dampak yang sama di klub.

Tapi Premier League bukanlah Bundesliga dan Man United bukanlah Dortmund. Sancho (21 tahun) kendati berpaspor Inggris, baru musim ini bermain kompetitif di tim utama di Premier League, sebab ia pergi dari akademi Manchester City ke Dortmund tanpa bermain di Premier League.

Baca Juga:

Jangan Samakan Jadon Sancho di Dortmund dengan Manchester United

Manchester United Menjawab

Leeds 2-4 Man United, Akhir Rekor Situasi Bola Mati Red Devils

"Sulit dikatakan, saya pikir itu karena liga yang berbeda dan juga kompetisi berbeda, lebih mengandalkan fisik," ucap Ralf Rangnick, manajer United soal kesulitan Sancho di Inggris beberapa waktu lalu.

Saya pikir itu juga ada hubungannya dengan banyak hal berbeda di kepalanya,” tambah Rangnick.

“Ada perbedaan jika Anda datang sebagai pemain Inggris berusia 18 tahun, tidak dikenal, berbakat ke Borussia Dortmund. Sejak saat itu, Anda hanya bisa berkembang, Anda hanya bisa sukses dari itu."

"Tingkat ekspektasi jauh lebih rendah dibandingkan dengan situasi ketika, pada usia 21 tahun, Anda datang ke klub seperti Manchester United dengan biaya transfer tinggi, dengan ekspektasi tinggi."

"Semua orang berharap dari dia bahwa dia akan menjadi salah satu pemain terbaik di tim. Sekali lagi, ini adalah situasi psikologis, emosional yang lebih menantang daripada yang dia alami di Borussia Dortmund, dan ini adalah langkah yang harus dia lakukan untuk menjadi pemain top selama 10 tahun ke depan untuk klub ini."

Rangnick tahu persis gaya main Sancho karena sudah lama mengamatinya, plus Rangnick paham betul bagaimana cara bermain Sancho di Bundesliga. Kesabaran sang manajer kepada Sancho pun mulai terbayarkan.

Kebangkitan Jadon Sancho

Dalam dua laga terakhir melawan Brighton dan Leeds United, Man United menang dengan mencetak total enam gol. Di dua laga itu juga Sancho bermain bagus.

Kontra Leeds, Sancho menjadi Man of the Match dengan memberikan dua assists, menciptakan tiga peluang, melepaskan tiga tendangan, tujuh sentuhan bola di kotak penalti lawan, dan 21 operan di sepertiga akhir pertahanan lawan.

Ditambahkan Statman Dave, Sancho secara langsung memberikan kontribusi untuk gol di tiga dari lima laga terakhir: kontra Middlesbrough (gol), kontra Southampton (gol), dan melawan Leeds (dua assists).

"Dia mendapatkan kembali sentuhannya dan menyenangkan melihat itu, karena dia dikritik habis-habisan," ucap legenda United, Roy Keane mengenai performa Sancho.

Dukungan juga diberikan kompatriot Sancho, Jude Bellingham yang juga mantan rekan setimnya di Dortmund. Kala United menang 4-2 atas Leeds, Dortmund membantai Borussia Monchengladbach dengan skor 6-0.

"Saudaraku, terus menghancurkan (lawan) di sana. Aku bangga kepada kamu, saudaraku," ucap Sancho kepada Bellingham. "Big love selalu saudaraku, terus buktikan semuanya (kepada haters) bahwa mereka salah," balas Bellingham.

Breaking News Manchester United Jadon Sancho Premier League

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan keputusan Thomas Tuchel mengubah pendekatan tim menjadi terlalu defensif saat sudah unggul.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Ragam
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Liga Indonesia
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Penantian panjang pecinta sepak bola tanah air soal kompetisi League Cup akhirnya terjawab. Turnamen tersebut akan bergulir 3 November 2026.
BolaSkor - Sabtu, 18 Juli 2026
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Argentina datang ke final Piala Dunia 2026 bukan hanya dengan status juara bertahan, tetapi juga membawa statistik yang membuat lawan harus selalu waspada hingga peluit akhir berbunyi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Piala Dunia
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Presiden Argentina Javier Milei dipastikan tidak akan hadir langsung menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol yang berlangsung pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Ragam
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Kroasia menandai debut mereka di Piala Dunia dengan merebut peringkat ketiga.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Jelang laga final Piala Dunia 2026 di New York, penyelenggara dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Ragam
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
Berikut lima pertandingan perebutan tempat ketiga paling seru yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
MotoGP
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Keseruan ini dimulai dari Hotel Artotel, Senayan, Jakarta Selatan hingga Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Piala Dunia
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Nimbus, si kucing peramal Piala Dunia 2026, memprediksi Prancis akan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga. Simak hasil ramalan, akurasi Nimbus, dan prediksi Superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Bagikan