Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Keanehan di Balik Kepergian Ralf Rangnick dari Manchester United

Ralf Rangnick pergi dari Manchester United.
Arief HadiArief Hadi - Senin, 30 Mei 2022
Keanehan di Balik Kepergian Ralf Rangnick dari Manchester United
Ralf Rangnick (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Musim 2021-2022 telah berakhir dan Manchester United sudah memiliki manajer baru: Erik ten Hag. Tapi selepas musim berakhir dan Ten Hag dipastikan melatih United, ada satu keanehan dari kabar yang muncul.

Laman resmi Man United tiba-tiba mengumumkan apabila Ralf Rangnick telah sepenuhnya pergi dari klub. Tugasnya sebagai manajer interim telah berakhir, tapi Rangnick sedianya punya kontrak dua tahun sebagai konsultan klub.

Menilik dari situs resmi Manchester United Rangnick akan fokus sepenuhnya menjadi pelatih timnas Austria, tanpa adanya tugas sampingan sebagai konsultan.

Baca Juga:

Pesan Perpisahan Edinson Cavani kepada Manchester United

Kouadio Kone, Alternatif Manchester United jika Gagal Dapatkan Frenkie de Jong

Mereka yang Dibuang Manchester United, tetapi Raih Kesuksesan di Roma

“Kami ingin berterima kasih kepada Ralf Rangnick atas usahanya sebagai manajer sementara selama enam bulan terakhir," tutur pernyataan di laman resmi Man United

“Dengan kesepakatan bersama, Ralf sekarang hanya akan fokus pada peran barunya sebagai manajer tim nasional Austria dan karena itu tidak akan mengambil peran sebagai konsultan di Old Trafford."

"Kami ingin mendoakan yang terbaik untuk Ralf di babak berikutnya dalam kariernya," tambah pernyataan itu.

Itu menjadi pertanyaan. Bagaimana bisa Man United dan Rangnick tak melanjutkan kerja sama setelah sepakat pada kontrak konsultan? Berbagai macam faktor disinyalir jadi penyebabnya.

Faktor-faktor Kepergian Ralf Rangnick

Sejak memimpin United dari Desember menggantikan Ole Gunnar Solskjaer, Rangnick bisa dinilai gagal meningkatkan performa United yang pada akhirnya tak masuk empat besar dan memenangi trofi.

Dalam periode itu juga Rangnick seringkali terlihat membongkar aib klub saat berbicara kepada media, mulai dari kebijakan transfer hingga kondisi di kamar ganti pemain.

"Satu-satunya kelemahan adalah Rangnick sosok yang vokal secara obyektif dan pakar rekrutmen yang memiliki keberanian untuk memanggil pemain-pemain dalam skuad yang paling tidak peduli dalam beberapa dekade. Klub tidak dapat mundur ke budaya tersebut," tutur Samuel Luckhurst, Kepala Penulis di Manchester Evening News.

Faktor lainnya adalah ketidaksamaan visi dengan Ten Hag. Rangnick dan Ten Hag dikabarkan sudah berbicara, tapi tidak bertemu langsung, dan keduanya tak memiliki kesamaan visi.

"Dapat info Ten Hag dan Rangnick tidak bertemu langsung - diskusi panjang sedang berlangsung di telepon. Rangnick akan menangani Austria untuk pertama kalinya vs Kroasia pada hari Jumat," imbuh Luckhurst.

Kepergian Rangnick menimbulkan pertanyaan ketika ia belum sepenuhnya menjalani tugas sebagai konsultan. Peran itu sendiri juga unik dan sempat dipertanyakan legenda United, Roy Keane beberapa waktu lalu.

“Dia (Rangnick) bisa melakukan itu (jadi konsultan) selama beberapa minggu ke depan. Itu bisa hanya dalam jangka pendek, di mana dia hanya menyampaikan informasi ketika dia bekerja dengan para pemain. Gagasan bahwa dia perlu tetap sebagai konsultan, saya tidak melihatnya," terang Keane.

"Berapa banyak orang yang Anda butuhkan di klub Anda untuk menyampaikan informasi kepada manajer? Dia akan membawa stafnya sendiri."

"Mereka punya direktur teknis, kepala eksekutif, mereka akan memiliki jaringan pemandu bakat, jadi tentu saja manajer akan melihat itu .... berapa banyak pendapat yang Anda butuhkan?"

"Dia dapat membantu manajer ketika dia pertama kali datang dengan beberapa panggilan telepon. Gagasan bahwa dia dapat bekerja satu atau dua hari dalam sebulan dan membantu Manchester United, saya tidak melihatnya."

Ralf Rangnick Manchester United Premier League Breaking News

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Bagikan