Badminton Asia Championships 2026
Hasil Badminton Asia Championships 2026: Tim Putra dan Putri Indonesia Gugur di Semifinal
BolaSkor.com - Tim putra dan putri Indonesia mengakhiri perjalanan di ajang Badminton Asia Championships 2026.
Kedua tim sama-sama terhenti di babak semifinal dalam gelaran yang dilangsungkan di Qingdao Conson Gymnasium, China, 3-8 Februari 2026.
Tim putra dan putri Indonesia harus mengakui keunggulan lawannya masing-masing dalam laga yang digelar pada Sabtu (7/2).
Baca Juga:
Hasil Badminton Asia Championships 2026: Tim Putra dan Putri Indonesia Kompak ke Semifinal
Bintang badminton Indonesia Jonatan Christie Kini Memiliki ‘Amunisi’ Baru
View this post on Instagram
Tim putri Indonesia terlebih dahulu gugur dari Korea Selatan dengan skor akhir 1-3.
Mereka tertinggal 0-2 setelah Thalitha Ramadhani Wiryawan dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tunduk dari lawannya masing-masing.
Pada partai ketiga, tim putri Indonesia sempat memperpanjang napas setelah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi berhasil menumbangkan Park Ga Eun dengan skor 21-14, 21-13.
Sayangnya, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dari Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo dengan skor 19-21, 19-21 pada laga keempat yang memastikan kemenangan Korea Selatan.
Putra Tunduk dari Jepang
Tengku Sufiyanto
17.973
Berita Terkait
Hasil Badminton Asia Championships 2026: Tim Putra dan Putri Indonesia Gugur di Semifinal
Indonesia Raih Runner Up Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto: Saya Bangga Terhadap Pemain!
Hasil Premier League: Arsenal dan Chelsea Menang, Aston Villa Tertahan
Hasil Super League 2025/2026: Persebaya Bungkam Bali United, Borneo FC Tempel Persib
Bojan Hodak Nilai Seharusnya Persib Bisa Cetak Lebihdari Dua Gol Lawan Malut United
Timnas Futsal Indonesia Raih Posisi Runner Up Piala Asia Futsal 2026 Usai Kalah dari Iran Lewat Adu Penalti
Hasil Premier League: Bekuk Tottenham 2-0, Manchester United Catat Empat Kemenangan Beruntun
Jadwal dan Link Streaming Arsenal vs Sunderland, Live Sebentar Lagi
Lamine Yamal Klaim LaLiga sebagai Kompetisi yang Paling Sulit
Mengenang The Munich Air Disaster, Ketika Tragedi Meruntuhkan Dinding Rivalitas