Gianluca Pagliuca, Takhayul Sarung Tangan dan Sepatu, Tidak Pernah Kalah di Derby della Madonnina

Gianluca Pagliuca bercerita mengenai pengalamannya bermain di Derby della Madonnina
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 16 Oktober 2020
Gianluca Pagliuca, Takhayul Sarung Tangan dan Sepatu, Tidak Pernah Kalah di Derby della Madonnina
Gianluca Pagliuca (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bolaskor.com - Derby della Madonnina untuk kali pertama di musim 2020-2021 akan dihelat pada pekan empat Serie A. Inter Milan akan menghadapi AC Milan di Giuseppe Meazza dengan posisi klasemen di bawah rival sekota.

Nerazzurri ada di peringkat lima klasemen dengan raihan tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan sekali imbang di tiga laga, sementara Milan menyapu bersih kemenangan hingga meraih sembilan poin dan ada di peringkat dua klasemen.

Milan nyaris tak memiliki kelemahan. Performa mereka sedang bagus bersama Stefano Pioli: tak pernah kalah di 15 laga terakhir liga (sejak musim lalu) dan belum kebobolan gol musim ini. Momentum itu mengancam catatan tak pernah kalah Inter selama sembilan kali ketika menjadi tuan rumah di Serie A melawan Milan.

Baca Juga:

Pulih dari Virus Corona, Zlatan Ibrahimovic Siap 'Menggoyang' Derby della Madoninna

Diserang Virus Corona, 3 Alternatif Taktik Inter Milan pada Derby della Madonnina

Derby della Madonnina Datang di Waktu yang Kurang Tepat untuk Inter Milan

Derby della Madonnina

"Mereka (Milan) tidak punya banyak kelemahan. Mungkin mereka kehilangan striker pelapis yang kuat untuk (Zlatan) Ibrahimovic, yang akan bermain, tetapi tidak 100 persen fit. Akan ada (Ante) Rebic, tapi dia masih cedera," tutur Gianluca Pagliuca kepada Football-Italia.

"Mungkin mereka tidak lengkap di lini depan, tetapi mereka memiliki tim yang hebat dan Pioli telah melakukan pekerjaan dengan baik. Anda harus memberikan kredit kepada (Paolo) Maldini, mereka menjadi tim yang bagus tanpa mengeluarkan terlalu banyak uang."

Berbicara mengenai Derby della Madonnina tidak ada 'raja' derby itu seperti Gianluca Pagliuca, kiper ikonik Italia dan Inter yang underrated (kalah sorotan) karena pamornya kalah dari Dino Zoff, Angelo Peruzzi, dan Gianluigi Buffon.

Namun soal kualitas tak perlu diragukan lagi. Pagliuca kiper cekatan yang punya refleks cepat dan hebat dalam duel satu lawan satu pada masa kejayaannya. Pagliuca menghiasi sepak bola Italia pada medio 1987 hingga 2007.

Era Keemasan Sampdoria

Sepak bola Italia pada akhir periode 1980 sampai 1990-an adalah surga bagi fans. Pada periode itu para bintang legendaris berkumpul di Serie A, persaingan berlangsung ketat, dan bahkan tim-tim seperti Fiorentina, Sampdoria, Lazio, Roma, Parma menganggu hegemoni raksasa semisal duo Milan dan Juventus.

Di tengah persaingan ketat itu muncul Sampdoria arahan Vujadin Boskov dengan tim kuat berisikan Roberto Mancini, Gianluca Vialli, Pietro Vierchowod, dan tentu saja Gianluca Pagliuca. Mancini kreator serangan, Vialli top skorer tajam, sementara Vierchowod dan Pagliuca menghadirkan keamanan di lini belakang Il Samp.

Gianluca Pagliuca di Sampdoria

Pagliuca dengan gaya khasnya mendirikan kerah kaos, senyum 'mematikan', dan kelugasan dalam menjaga gawang selalu jadi momok bagi lini depan lawan. Tanya saja kepada Lothar Matthaus ketika penaltinya digagalkan Pagliuca pada musim Scudetto bersejarah Sampdoria (1990-1991).

Pagliuca membela Sampdoria hingga 1994 dari 1987 dengan raihan satu Scudetto, tiga Coppa Italia, satu Piala Super Italia, dan Piala Winners' Cup. Dalam kurun waktu tersebut Pagliuca tidak beruntung di final turnamen antarklub Eropa.

Dua kali Sampdoria kalah dari Barcelona di final dan satu laga itu melawan Barca dengan 'tim impian' Johan Cruyff pada musim 1991-1992. Meski Sampdoria mampu menahan imbang tanpa gol di waktu normal, pertahanan solid itu runtuh ketika Ronald Koeman mencetak gol di menit 112.

Kekalahan itu mengakhiri era keemasan Sampdoria. Perlahan bintang-bintang pergi dari Vialli, Boskov dipecat dan membesut AS Roma. Pemain-pemain yang datang pun bertahan hanya sebentar dari Juan Sebastian Veron, Ariel Ortega, hingga Clarence Seedorf.

Perjalanan dengan Inter dan Derby della Madonnina

Inter merekrut Pagliuca pada 1995 dan ia bermain di sana selama empat tahun, menggantikan Walter Zenga. Pagliuca mengakui tak mudah pergi dari Sampdoria yang telah memberikan segalanya untuknya.

"Merupakan tantangan untuk mengambilalih (posisi kiper) dari Walter Zenga. Ada rasa hormat yang tinggi di antara kami, terkadang kami 'menggigit' (bersaing) tetapi kami rukun," tutur Pagliuca di laman resmi Inter.

"Meninggalkan Sampdoria tidaklah mudah, tetapi saya tahu saya telah mencapai hal-hal hebat di klub. Dalam hal itu bertahun-tahun, di bawah kepemimpinan (Massimo) Moratti, pemain-pemain hebat datang, ada banyak keinginan untuk menang."

Sayangnya di kala Pagliuca bermain di sana Inter sedang dalam proses pembangunan skuad, mereka sulit meraih trofi meski memiliki Dennis Bergkamp, Roberto Baggio, Nazario Ronaldo, dan Youri Djorkaef. Terlebih Moratti kala itu mudah memecat pelatih.

Gianluca Pagliuca dengan Inter Milan

Meski bersama Inter pada akhirnya Pagliuca hanya memenangi satu titel Piala UEFA (format sebelum Liga Europa), Pagliuca boleh bangga karena ia punya rekor sempurna tak pernah kalah di Derby della Madonnina.

"Saya bermain sekitar 10 kali (Derby della Madonnina) dan tidak pernah kalah. Saya bangga mempertahankan rekor tak terkalahkan ini dalam Derby Madonnina," ucap Pagliuca.

Penilik 592 laga Serie A (salah satu penampil terbanyak sepanjang masa) tak terkalahkan di Derby della Madonnina dan bisa jadi salah satu faktornya adalah karena kepercayaannya pada takhayul. Pagliuca tidak pernah mengganti sarung tangan dan sepatunya di laga selanjutnya jika memenangi pertandingan sebelumnya.

“Kami mempersiapkan semua pertandingan dengan cara yang sama. Saya sangat merasakannya, itu adalah pertandingan penting, kami semua tahu itu. Ada 80.000 penggemar di San Siro, tetapi tidak ada perbedaan dalam cara kami mempersiapkan diri," imbuh Pagliuca.

“Namun, saya percaya takhayul. Saya dulu memakai sarung tangan dan sepatu yang sama dari hari Minggu sebelumnya jika kami menang," urai dia.

Breaking News Derby della madonnina Della Madonnina Milan AC Milan Inter Milan Serie a Sosok Nostalgia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persija Jakarta vs Persik Kediri: Macan Kemayoran Berburu Korban Selanjutnya
Persija Jakarta vs Persik Kediri, pekan ke-7 Super League 2026/2027, di Jakarta International Stadium, Senin (26/10), pukul 19.00 WIB, Live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Senin, 26 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Persija Jakarta vs Persik Kediri: Macan Kemayoran Berburu Korban Selanjutnya
Liga Indonesia
Bernardo Tavares Minta Bonek Tak Bebani Pemain Persebaya
Persebaya Surabaya tengah disorot usai kalah dari PSM Makassar. Bernardo Tavares meminta Bonek tidak membebani pemain jelang Derbi Suramadu melawan Madura United. Simak juga sorotan Tavares soal Gali Freitas!
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Bernardo Tavares Minta Bonek Tak Bebani Pemain Persebaya
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persebaya vs Madura United: Ujian dari Tim Tamu
Persebaya Surabaya vs Madura United, pekan ke-7 Super League 2026/2027, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (26/10), pukul 19.00 WIB, Live Vidio.
Rizqi Ariandi - Senin, 26 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Persebaya vs Madura United: Ujian dari Tim Tamu
Jadwal
Jadwal dan Link Streaming Ballon d'Or 2026, Live Gratis di Sini!
Jangan lewatkan Ballon d'Or 2026! Cek jadwal siaran, daftar nomine Lamine Yamal hingga Harry Kane, dan link streaming Ballon d'Or 2026 gratis di DAZN, Selasa dini hari WIB.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Jadwal dan Link Streaming Ballon d'Or 2026, Live Gratis di Sini!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Sevilla vs Osasuna, Live di Sini!
Sevilla bertekad bangkit saat menjamu Osasuna pada pekan ke-10 LaLiga 2026/2027. Cek jadwal kick-off, prediksi starting XI, head to head, dan link streaming Sevilla vs Osasuna di Vidio!
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Sevilla vs Osasuna, Live di Sini!
Liga Indonesia
Madura United Waspada Kebangkitan Persebaya Surabaya
Madura United membidik kemenangan saat menghadapi Persebaya Surabaya di BRI Super League 2026/2027. Ze Gomes menyoroti kekuatan Bajol Ijo, ketajaman Dimitar Mitkov, dan status Gali Freitas yang merupakan pemain pinjaman dari Persebaya.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Madura United Waspada Kebangkitan Persebaya Surabaya
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Bhayangkara vs PSM Makassar: Live di Indosiar?
Bhayangkara Presisi Lampung FC hadapi PSM Makassar pada pekan ke-7 Super League 2026/2027! Cek jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming Bhayangkara vs PSM di Vidio.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Bhayangkara vs PSM Makassar: Live di Indosiar?
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming PSG vs Lyon, Live di Sini!
Jangan lewatkan PSG vs Lyon di pekan kedelapan Ligue 1 2026/2027! Cek jadwal kick-off, prediksi starting XI, head to head, dan link streaming PSG vs Lyon di Vidio.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming PSG vs Lyon, Live di Sini!
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Bhayangkara vs PSM Makassar: Bukan Sekadar Tidak Kalah
Bhayangkara vs PSM Makassar tersaji pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Simak prediksi skor, head to head, susunan pemain, jadwal, dan link streaming di Vidio!
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Bhayangkara vs PSM Makassar: Bukan Sekadar Tidak Kalah
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Sevilla vs Osasuna: Momentum Kembali ke Jalur Kemenangan
Sevilla mengincar kemenangan saat menjamu Osasuna di pekan ke-10 LaLiga 2026/2027. Simak prediksi skor, jadwal, susunan pemain, head to head, dan link streaming di Vidio!
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Sevilla vs Osasuna: Momentum Kembali ke Jalur Kemenangan
Bagikan