BolaSkor.com - Semasa kecil, Fermin Lopez diremehkan saat di akademi Barcelona La Masia.
Fermin diremehkan karena perawakannya yang pendek dan ketidakmampuannya menemukan tempat di dalam sistem.
Namun, bocah laki-laki yang dulunya tidak bisa tumbuh tinggi ini telah menjadi raksasa di lapangan.
Baca Juga:
Marcus Rashford Tidak Sabar Bermain di El Clasico Pertamanya
Thibaut Courtois Mencium Aroma Kemenangan Real Madrid di El Clasico
Real Madrid Dapat Kabar Baik Jelang Lawan Barcelona, Selamat Tinggal Formasi Darurat
View this post on Instagram
Kini, di bawah asuhan Hansi Flick, Fermin menjadi kekuatan pendorong Barcelona.
Pemain muda asal El Campillo, sebuah kota kecil di Huelva, ini telah merebut hati para penggemar Barca berkat etos kerja dan fleksibilitasnya.
Dia berlari, menekan, merebut kembali bola, menyerang kotak penalti, menembak dengan kedua kaki, dan mencetak gol.
Dia adalah prototipe pesepak bola modern, komplet, gigih, dan tak tergoyahkan secara mental.
Titik baliknya datang saat bermain untuk Linares di divisi tiga Spanyol, di mana dia membangun kekuatan dan kepercayaan diri yang dulu kurang.
Dari sana, Xavi Hernandez, pelatih Barcelona saat itu, memanggilnya kembali ke tim utama.
Perkenalannya terjadi pada Juli 2023, ketika dia mencetak dua gol dalam El Clasico melawan Real Madrid di Dallas, Amerika Serikat.