Piala Dunia 2026

Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara

Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia (fifa)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 sudah dimulai. Berbagai fakta menarik dari sejarah Piala Dunia kembali menjadi sorotan.

Salah satunya adalah sebuah paradoks yang cukup mengejutkan; menjadi pencetak gol terbanyak ternyata tidak selalu berujung pada gelar juara.

Sepak bola memang identik dengan gol. Namun dalam sejarah Piala Dunia, mencetak gol paling banyak tidak selalu berarti membawa pulang trofi.

Baca Juga:

Spanyol vs Argentina: Kisah Spesial Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente, dari Ruang Kelas Menuju Panggung Final Piala Dunia

Pernah Memandikan Lamine Yamal saat Masih Bayi, Lionel Messi Tak Percaya Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026

5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia

Bahkan, dalam banyak kasus, para pencetak gol terbanyak justru harus puas melihat tim lain yang mengangkat piala.

Fakta itu terlihat jelas dari daftar peraih Sepatu Emas, penghargaan yang diberikan kepada pemain dengan jumlah gol terbanyak di setiap edisi Piala Dunia.

Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia, Mario Kempes bersama Argentina pada 1978 dan Ronaldo bersama Brasil pada 2002.

Ada satu pengecualian unik pada Piala Dunia 1962 ketika enam pemain berbagi status sebagai pencetak gol terbanyak. Dari enam nama tersebut, dua di antaranya berasal dari tim juara, Brasil.

Namun secara umum, kisah sukses seperti itu sangat jarang terjadi.

Tim Pencetak Gol Terbanyak Tak Jadi Juara

Sebaliknya, lebih banyak peraih Sepatu Emas yang berakhir sebagai runner-up atau bahkan finis di posisi ketiga.

Tercatat enam pencetak gol terbanyak harus puas menjadi finalis yang kalah, mulai dari Guillermo Stabile bersama Argentina pada 1930 hingga Kylian Mbappe yang gagal membawa Prancis juara pada 2022.

Selain itu, sembilan peraih Sepatu Emas berasal dari tim yang mengakhiri turnamen di peringkat ketiga.

Karena itu, bagi sebagian pemain, Sepatu Emas terkadang terasa lebih seperti hadiah penghibur daripada penghargaan utama yang mereka dambakan.

Kisah Mbappe pada Piala Dunia 2022 menjadi contoh paling jelas. Meski mencetak hat-trick di final dan meraih Sepatu Emas, dia tetap harus menyaksikan Argentina menjadi juara setelah kalah melalui adu penalti.

Fenomena serupa juga terlihat pada level tim. Dari 22 edisi Piala Dunia yang telah digelar, hanya sembilan kali tim dengan jumlah gol terbanyak berhasil sekaligus menjadi juara dunia.

Salah satunya terjadi pada 1978 ketika Argentina dan Belanda sama-sama mengoleksi 15 gol sepanjang turnamen.

Sekilas, statistik ini memang terasa aneh. Bagaimanapun juga, mencetak gol merupakan bagian terpenting dalam sepak bola.

Namun, kemenangan di turnamen besar ternyata ditentukan oleh jauh lebih banyak faktor daripada sekadar produktivitas lini depan.

Pada akhirnya, sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh ketajaman lini serang. Penampilan gemilang tim, organisasi pertahanan yang solid, efektivitas taktik, hingga keberuntungan sering kali menjadi pembeda.

Pada Piala Dunia 2026, Lionel Messi berpeluang menjadi pemain ketiga yang menjadi peraih Sepatu Emas sekaligus trofi juara.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

  • 1930: Guillermo Stabile (Argentina)
  • 1934: Oldrich Nejedly (Cekoslowakia)
  • 1938: Leonidas (Brasil)
  • 1950: Ademir de Menezes (Brasil)
  • 1954: Sandor Kocsis (Hungaria)
  • 1958: Just Fontaine (Prancis)
  • 1962: Florian Albert (Hungaria), Garrincha, Vava (Brasil), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Drazen Jerkovic (Yugoslavia), Leonel Sanchez (Chile)
  • 1966: Eusebio (Portugal)
  • 1970: Gerd Muller (Jerman Barat)
  • 1974: Grzegorz Lato (Polandia)
  • 1978: Mario Kempes (Argentina) - Juara
  • 1982: Paolo Rossi (Italia)
  • 1986: Gary Lineker (Inggris)
  • 1990: Toto Schillaci (Italia)
  • 1994: Oleg Salenko (Rusia) & Hristo Stoichkov (Bulgaria)
  • 1998: Davor Suker (Kroasia)
  • 2002: Ronaldo (Brasil) - Juara
  • 2006: Miroslav Klose (Jerman)
  • 2010: Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol)
  • 2014: James Rodriguez (Kolombia)
  • 2018: Harry Kane (Inggris)
  • 2022: Kylian Mbappe (Prancis)
Feature Piala Dunia Piala Dunia Piala Dunia 2026 Sepatu emas Breaking News

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Port FC vs Persib Bandung: Misi Berat Pangeran Biru di Thailand
Prediksi skor Port FC vs Persib, ASEAN Club Championship, lengkap dengan informasi waktu kick off dan link streaming gratis.
Rizqi Ariandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Port FC vs Persib Bandung: Misi Berat Pangeran Biru di Thailand
Liga Indonesia
Kapan Marselino Ferdinan Main untuk Persija? Ini Bocoran Shin Tae-yong
Marselino Ferdinan diperkirakan mulai bergabung dengan Persija Jakarta pada akhir November atau awal Desember 2026 setelah menjalani pemulihan cedera lutut di Spanyol.
Rizqi Ariandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Kapan Marselino Ferdinan Main untuk Persija? Ini Bocoran Shin Tae-yong
Berita
LIMA Unifest Perluas Ekosistem Mahasiswa, Siapkan Ekspansi ke Sejumlah Kampus hingga Akhir 2026
LIMA Unifest memperluas kegiatan mahasiswa lewat olahraga, edukasi, dan hiburan. Sejumlah kampus masuk agenda ekspansi hingga akhir 2026.
Rizqi Ariandi - Kamis, 08 Oktober 2026
LIMA Unifest Perluas Ekosistem Mahasiswa, Siapkan Ekspansi ke Sejumlah Kampus hingga Akhir 2026
Liga Indonesia
Port FC vs Persib Bandung Nonton di Mana? Berikut Link Streaming Gratisnya!
Port FC vs Persib Bandung, ASEAN Club Championship 2026/2027, di Stadion Thammasat, Kamis (8/10), pukul 19.00 WIB, Live Youtube.
Rizqi Ariandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Port FC vs Persib Bandung Nonton di Mana? Berikut Link Streaming Gratisnya!
Liga Indonesia
Satu Pemain Persija Diragukan Tampil Lawan PSIM
Persija Jakarta diragukan tampil dengan kekuatan penuh saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Fajar Fathurrahman cedera, tetapi Dony Tri dan Kwon Chang-hoon siap kembali.
Rizqi Ariandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Satu Pemain Persija Diragukan Tampil Lawan PSIM
Italia
Ruben Amorim Siapkan Transfer Kejutan untuk AC Milan, Targetnya Striker Manchester United
Ruben Amorim dikabarkan ingin membawa Joshua Zirkzee ke AC Milan. Rossoneri disebut menyiapkan opsi peminjaman striker Manchester United.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Ruben Amorim Siapkan Transfer Kejutan untuk AC Milan, Targetnya Striker Manchester United
Liga Indonesia
Segrup dengan PSBS Biak dan Kendal Tornado FC di League Cup, Persebaya Ogah Besar Kepala
Persebaya tergabung di Grup G League Cup 2026/2027 bersama PSBS Biak dan Kendal Tornado FC. Bernardo Tavares minta Green Force tak anggap remeh lawan.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Segrup dengan PSBS Biak dan Kendal Tornado FC di League Cup, Persebaya Ogah Besar Kepala
Indonesia
Head to Head Port FC vs Persib: Kemenangan Masih Sebatas Mimpi untuk Maung Bandung
Head to head Port FC vs Persib menunjukkan Maung Bandung belum pernah menang. Simak rekor 3 pertemuan jelang laga ASEAN Club Championship 2026/2027.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Head to Head Port FC vs Persib: Kemenangan Masih Sebatas Mimpi untuk Maung Bandung
Jadwal
Port FC vs Persib Bandung Main Jam Berapa? Ini Informasi Waktu Kick-off dan Siaran Langsung
Jadwal Port FC vs Persib Bandung malam ini, Kamis 8 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB. Cek live TV, streaming, dan rekor pertemuan kedua tim.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Port FC vs Persib Bandung Main Jam Berapa? Ini Informasi Waktu Kick-off dan Siaran Langsung
Inggris
Ultimatum Michael Carrick, Manchester United Bidik Cesc Fabregas sebagai Pengganti
Manchester United dikabarkan mempertimbangkan Cesc Fabregas sebagai pengganti Michael Carrick. Simak alasan Man United mulai melirik pelatih Como.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Ultimatum Michael Carrick, Manchester United Bidik Cesc Fabregas sebagai Pengganti
Bagikan