BolaSkor.com – Winger asal Portugal, Rafael Leao, menyampaikan perpisahan yang sangat emosional kepada AC Milan di tengah kabar kepindahannya yang kian dekat menuju klub raksasa Turki, Galatasaray.
Langkah kepindahan ini menyusul keputusan Milan, yang dilaporkan telah menerima penawaran senilai 45 juta euro dari Galatasaray, untuk merelakan sang pemain, meski kontraknya di San Siro sejatinya masih berlaku hingga Juni 2028.
Baca Juga:
Dibeli 80 Juta Euro, Goncalo Ramos Jadi Pembeda untuk AC Milan
Membela Rossoneri sejak didatangkan dari Lille pada 2019, pemain berusia 27 tahun itu telah mencatatkan 80 gol dan 65 assists dalam 291 laga, serta sukses mempersembahkan gelar Serie A 2021-2022 dan Piala Super Italia 2024-2025.
Laga kemenangan 2-0 Milan atas Venezia di San Siro menjadi momen perpisahan emosional bagi Leao, meskipun namanya tidak dimasukkan ke dalam skuad bertanding oleh Ruben Amorim.
Ungkapan Hati dan Tangis Haru Rafael Leao

Rafael Leao (X/FabrizioRomano)
"Ini adalah masa-masa yang sulit. Saya telah berpamitan kepada rekan-rekan tim saya setelah tujuh tahun," ungkap Leao secara terbuka kepada Sky Sport Italy.
Milan membantu saya berkembang dan memahami apa itu sepak bola tingkat tinggi. Waktunya telah tiba untuk mengucapkan selamat tinggal.
Saya mungkin ingin berpamitan dengan cara yang berbeda. Para penggemar selalu mendukung saya bahkan di masa-masa sulit,
lanjutnya.
"Saya tahu apa yang telah saya capai di sini; saya akan tercatat dalam sejarah klub. Yang bisa saya katakan hanyalah terima kasih."
Baca Juga:
Hasil Pertandingan: Manchester City Pesta Gol, AC Milan Kalahkan Eks Klub Jay Idzes
Gabung Milan dari Lille pada 2019, Leao menegaskan Milan akan selalu berada di dalam hatinya - menjadi klub spesial dalam kariernya.
Cinta saya untuk Milan tidak akan pernah berakhir; bahkan dari jauh, saya akan selalu menyaksikan mereka,
tambah pengoleksi 49 caps timnas Portugal tersebut.
"Ada saat-saat di mana Anda harus mengambil keputusan dan memilih jalan yang berbeda."
"Hari ini, Milan menunjukkan kualitas hebat dan memiliki manajer yang luar biasa. Hidup tidak berakhir di sini. Saya menangis, saya merasa tersentuh," pungkas Leao.