BolaSkor.com - Mantan pemain tim akademi AC Milan, Federico Mangiameli, buka suara terkait praktik kotor di sepak bola Italia. Menurutnya, hal tersebut jadi alasan timnas Italia gagal berlaga di Piala Dunia.
Timnas Italia kembali gigit jari setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan demikian, Gli Azzurri kini hanya jadi penonton dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia.
Baca Juga:
Krisis Sepak Bola Italia: AC Milan Menghilang dan Juventus Minim Peran
Rekrut Andrej Kostic, AC Milan Alihkan Fokus kepada Gelandang Berusia 19 Tahun Corinthians
Kabar Baik untuk AC Milan, Rencana Bernardo Silva Hengkang Sudah Bulat
Kenyataan itu sulit diterima mengingat nama besar Serie A. Selain itu, menilik materi pemain, sejatinya timnas Italia dihuni beberapa nama yang tidak seburuk hasilnya.
Lantas, apa dalang di balik hat-trick kegagalan Italia? Federico Mangiameli yang merupakan eks AC Milan punya jawabannya.
Pengalaman Pahit Federico Mangiameli
Federico Mangiameli merupakan pemain akademi AC Milan. Ia memperkuat tim junior hingga Milan U-19.
Namun, menurutnya, sistem yang problematik dan toksik membuat sepak bola Italia mengalami kemunduran.
"Di satu sisi saya tersenyum, di sisi lain saya bahagia. Hanya mereka yang pernah berada di dunia itu yang tahu betapa buruknya hal-hal di baliknya," ungkap Federico Mangiameli di media sosialnya.
"Agen yang membawa pemain dari promosi ke Serie C berkat amplop berisi 50 ribu euro, tim Serie A/Primavera yang diisi hanya oleh pemain asing yang dibayar dengan jumlah gila setiap bulan, atau pelatih yang bahkan tidak bisa menentukan siapa yang harus dimainkan."
"Saya pernah melihat hal-hal yang tidak pantas demi uang, rekan setim yang diperlakukan secara tidak senonoh oleh para petinggi, tanpa rasa hormat."
"Semua ini adalah sistem sepak bola Italia, sebuah sistem yang beracun yang untungnya sudah saya tinggalkan sejak beberapa waktu lalu," sambungnya.
"Berbeda dengan olahraga lain, ini telah menjadi olahraga yang tidak layak dijadikan contoh. Orang-orang yang terus menjatuhkan diri, praktik titipan, orang-orang yang tidak berpendidikan, tidak sopan, dan yang demi uang akan melakukan apa saja. Kini, inilah hasilnya."