BolaSkor.com - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, tengah dipusingkan oleh pilihan sulit dalam meracik komposisi pemain menjelang dua laga krusial Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Garuda Muda dijadwalkan menghadapi tuan rumah Laos sebelum menantang lawan kuat, Australia.
Saat ini, Timnas Indonesia U-20 menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup H dengan raihan satu poin hasil imbang kontra Malaysia di laga pembuka. Indonesia tertinggal dua angka dari Australia yang berada di puncak, sedangkan Laos berada di posisi juru kunci.
Fokus terdekat Indonesia adalah meladeni tantangan Laos di New Laos National Stadium, Vientiane, Kamis (3/9). Kemenangan menjadi harga mati bagi Putu Panji dan kawan-kawan demi menjaga asa melenggang ke putaran final.
Meski begitu, Nova enggan memandang Laos sebelah mata. Eks asisten Shin Tae-yong tersebut menilai sang tuan rumah memiliki potensi kejutan yang berbahaya, terutama dari segi semangat juang dan kecepatan.
Persiapan laga selanjutnya kita sudah melihat Laos. Sebagai tuan rumah, mereka mempunyai daya juang yang sangat baik, dari sisi kecepatan maupun kemauan. Itu menjadi catatan penting kami,
ujar Nova dalam keterangan yang diterima BolaSkor.com.
Daftar Isi
Perhitungan Strategi dan Skema Lolos
Daftar Isi

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto. (PSSI)
Dilema utama Nova terletak pada manajemen kebugaran pemain. Ia harus berhitung secara cermat apakah akan langsung menurunkan formasi terbaiknya sejak awal saat melawan Laos, atau menyimpan beberapa pilar utama untuk menghadapi Australia di pertandingan pemungkas.
Perhitungan ini kian rumit karena Regulasi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 hanya meloloskan juara grup secara otomatis dan tujuh runner-up terbaik. Dalam penentuan klasemen runner-up terbaik dari grup yang berisi empat tim, hasil pertandingan melawan tim juru kunci tidak akan dihitung.
Kami harus berhitung tentang siapa pemain yang akan tampil. Apakah kita akan mengambil risiko di laga melawan Laos, atau memprioritaskan pemain untuk menghadapi Australia. Kami masih memantau situasi dan berharap skenario yang dipersiapkan bisa meloloskan Indonesia,
lanjut pelatih berkepala plontos tersebut.