BolaSkor.com - Klub Serie A Como mengambil langkah penting untuk melindungi kesehatan pemain muda dengan melarang latihan maupun pertandingan yang melibatkan sundulan bagi tim kelompok usia hingga U-11.
Kebijakan ini diterapkan setelah klub berkonsultasi dengan mantan bek Prancis, Raphael Varane, yang kini menjadi anggota dewan Como. Varane dikenal memiliki pengalaman panjang menghadapi cedera kepala sepanjang karier profesionalnya.
Baca Juga:
Transfer Trevoh Chalobah Memanas, Presiden Como Langsung Hubungi Inter Milan
Varane mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami dua gegar otak serius saat masih berusia 16 tahun.
Dari pengalaman saya, ketika berusia 16 tahun, saya mengalami dua gegar otak parah, sehingga saya memahami risikonya,
ujar Varane dikutip dari AFP.
Mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu mengaku beruntung mendapat pendampingan dari tim medis yang membantunya memahami dampak jangka panjang cedera kepala.
"Saya beruntung bertemu dengan staf dan tenaga medis yang luar biasa. Saya belajar banyak dari mereka mengenai efek gegar otak," tambah dia.
Varane memutuskan pensiun pada 2024 setelah menutup kariernya bersama Como.
Soroti Risiko Cedera Kepala

Sebagai bagian dari aturan baru, pemain di kelompok usia U-8, U-9, dan U-10 tidak hanya dilarang melakukan sundulan dalam latihan maupun pertandingan, tetapi juga akan melakukan lemparan ke dalam dengan mengoper bola menggunakan kaki.
Kepala pengembangan pemain dan pelatih Como menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mengurangi risiko benturan kepala pada masa pertumbuhan.
Pada usia muda, ketika otak dan tubuh masih berkembang, sangat penting untuk menunda paparan sundulan dan benturan kepala. Dengan memperkenalkannya secara bertahap selama beberapa tahun, kami dapat membantu melindungi para pemain,
ujarnya.
Langkah Como sejalan dengan kebijakan sejumlah federasi sepak bola di Eropa yang mulai membatasi sundulan bagi pemain usia dini.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara bertahap menghapus latihan sundulan pada kelompok usia hingga U-11, sementara di Prancis aturan serupa telah diberlakukan untuk pemain hingga U-10.