Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Chelsea dan Leicester City Kandidat Kuat Penghuni Empat Besar Premier League

Chelsea dan Leicester City memiliki kans besar mendampingi Liverpool dan Manchester City ke Liga Champions musim depan.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 07 November 2019
Chelsea dan Leicester City Kandidat Kuat Penghuni Empat Besar Premier League
Leicester City dan Chelsea (Zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Persaingan ketat terjadi di Premier League 2019-20 yang sudah berjalan selama 11 pekan. Liverpool dan Manchester City tetap jadi dua klub kandidat juara musim ini, sementara perebutan zona Liga Champions masih berlangsung ketat.

Liverpool dan Man City sudah diprediksi kuat menjadi dua klub yang akan menempati posisi dua teratas (dan akan terus bertahan hingga akhir musim). Jadi, dua slot tersisa di urutan tiga dan empat klasemen akan direbutkan sengit oleh tim-tim lainnya.

Saat ini, Leicester dan Chelsea menempati urutan tiga-empat klasemen dengan raihan 23 poin, sementara pesaingnya ada: Arsenal (17 poin), Sheffield United (16 poin), Bournemouth (16 poin), Brighton & Hove Albion (15 poin), dan Crystal Palace (15 poin).

Baca Juga:

Menilik Perbedaan Skuat Muda Chelsea dan Manchester United

Leicester City, Semangat Khun Vichai, dan Kuda Hitam Perburuan Titel Premier League 2019-20

Sergio Aguero Sebut Liverpool Bukan Rival Terbesar Manchester City

Dua klub yang kerap bersaing beberapa musim terakhir, Manchester United dan Tottenham Hotspur, tidak masuk hitungan sementara ini (meski tidak dicoret) karena mereka mengoleksi 13 poin dan lebih dekat dengan raihan poin di tim zona degradasi.

Chelsea dan Leicester. Seberapa besar kans mereka untuk bertahan di empat besar Premier League dan mengamankan zona Liga Champions? Mengutip data dari Omnisport, berikut kans mereka bersaing di zona tersebut:

Konsistensi Leicester City

Leicester City

Tak diragukan lagi, Leicester berkembang jadi tim ofensif dengan penampilan menghibur di bawah asuhan Brendan Rodgers. Leicester sudah tiga kali menjebol gawang lawan lebih dari tiga gol, seperti kala menang 5-0 melawan Newcastle United dan 9-0 kontra Southampton.

Omnisport punya perhitungan yang disingkat dengan inisial xG atau gol yang diprediksi terjadi, entah itu mencetak gol atau tingkat kebobolan. Leicester, yang sudah mencetak 27 gol dari 11 laga musim ini, punya xG pada angka 14,78.

Itu artinya Leicester punya tendensi mencetak dua gol di tiap pertandingan dengan permainan mereka. Tidak usah heran jika Leicester punya tingkat konversi gol sebesar 17,88 persen, terbaik di liga dan mengalahkan 14,17 persen milik Man City.

Pertanyaannya adalah "Mampukah Leicester menjaga konsistensi bermain?" Jika mampu melakukannya, zona Liga Champions bukan misi yang mustahil diraih. Apalagi pada 2015-16, Leicester pernah jadi juara Premier League dan beberapa pemain di dalam skuat itu masih ada sampai saat ini.

Chelsea, Skuat Muda Minim Pengalaman

Chelsea

Berkah dari sanksi belanja pemain yang diberikan FIFA adalah kebebasan Frank Lampard memainkan pemain muda di Chelsea. Mason Mount, Tammy Abraham, Fikayo Tomori, Christian Pulisic, dan Callum Hudson-Odoi menjadi tulang punggung tim musim ini.

Dikombinasikan pemain senior seperti Cesar Azpilicueta, Pedro, Willian, Mateo Kovacic, Jorginho, dan Olivier Giroud, Chelsea berpeluang mengunci tempat di empat besar Premier League. Tapi, ada satu titik lemah dalam skuat Chelsea terkini.

Di lima laga di seluruh kompetisi melawan Manchester United, Liverpool, dan Leicester, Chelsea gagal menang. Mereka masih menemui kesulitan tiap kali bertemu tim besar di Inggris. Hal ini harus dibenahi Lampard.

Selain itu, pertahanan Chelsea juga harus lebih diperkuat lagi karena mereka telah kebobolan 17 gol - terbanyak di antara tim tradisional enam besar Premier League. xG mereka mencapai 13,24 persen dan Chelsea tidak beruntung - Leicester punya xg 11,13 persen.

Menilik segala perbandingan itu, Chelsea dan Leicester sama-sama punya kans kuat mendampingi Liverpool dan Man City untuk bermain di Liga Champions musim depan, selama dapat membenahi kekurangan mereka masing-masing.

Breaking News Chelsea Leicester City Premier League

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Bukan Luis Milla, Pelatih Dewa United Banten FC Muka Baru di Sepak Bola Indonesia
Luis Milla dipastikan bukan pelatih Dewa United Banten FC untuk Super League 2026/2027. Osmar Loss menjadi kandidat terkuat pengganti Jan Olde Riekerink.
Rizqi Ariandi - Rabu, 15 Juli 2026
Bukan Luis Milla, Pelatih Dewa United Banten FC Muka Baru di Sepak Bola Indonesia
Inggris
Kenakan Nomor Punggung 12, Karl Darlow Jadi Pelapis Senne Lammens di Manchester United
Karl Darlow resmi bergabung dengan Manchester United dan mengenakan nomor 12. Kiper 35 tahun itu jadi pelapis sekaligus mentor Senne Lammens.
Arief Hadi - Rabu, 15 Juli 2026
Kenakan Nomor Punggung 12, Karl Darlow Jadi Pelapis Senne Lammens di Manchester United
Inggris
Resmi Dikenalkan Manchester United, Ambisi Youri Tielemans Sejalan dengan Red Devils
Youri Tielemans resmi bergabung dengan Manchester United hingga 2031. Gelandang Belgia itu mengungkap ambisi besar meraih trofi.
Arief Hadi - Rabu, 15 Juli 2026
Resmi Dikenalkan Manchester United, Ambisi Youri Tielemans Sejalan dengan Red Devils
Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Bagikan