Cerita Klasik Euro: 2008 dan 2012, Supremasi La Furia Roja

Timnas Spanyol pernah mendominasi sepak bola Eropa dan dunia.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 12 Juni 2024
Cerita Klasik Euro: 2008 dan 2012, Supremasi La Furia Roja
Timnas Spanyol saat jadi Euro 2012 (Foto: X)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Jauh sebelum kesuksesan yang dimulai pada 2008, timnas Spanyol mengalami fase kering trofi dan prestasi di Eropa. Terakhir kali mereka menang terjadi pada 1964 di bawah arahan Jose Villalonga.

Kala itu, Spanyol menjadi juara dengan skor 2-1 melawan Uni Soviet (sebelum berganti nama menjadi Rusia) di final yang dihelat di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol.

Kemudian pada 1984 Spanyol mencapai final tetapi kalah melawan Prancis (0-2) yang memiliki Michel Platini di dalam skuad. Terlebih, Prancis juga bermain di depan fans dan final dihelalt di Parc des Princes, Paris.

Baca Juga:

24 Pelatih di Euro 2024, Siapa yang Prestasinya Paling Mentereng?

7 Hal yang Perlu Diketahui di Euro 2024

Profil Grup E Euro 2024: Belgia Unggulan, Satu Tiket Direbutkan Tiga Tim Lainnya

Semenjak dua momen itu, Spanyol memiliki talenta seperti Raul Gonzalez, Michel Salgado, Santiago Canizares, Pep Guardiola, Juan Carlos Valeron, tetapi tak berbuah trofi di kancah nasional.

Perubahan itu terjadi pada 2008 di bawah arahan Luis Aragones. Spanyol mengawali dominasi di sepak bola Eropa, serta dunia, pada 2008 dan berlanjut sampai empat tahun ke depan.

Awal Kejayaan

Empat tahun. Itulah waktu yang dibutuhkan oleh Luis Aragones untuk membentuk skuad Spanyol (2004-2008) yang meraih sukses di Euro 2008.

Nama-nama yang disertakan Aragones ke dalam skuad Spanyol merupakan kombinasi mereka yang bermain di liga lokal, LaLiga, dan lima di antaranya bermain di Premier League.

Usia para pemain juga berada dalam kondisi prima pesepak bola Eropa, bahkan sebagian lainnya ada di usia muda seperti David Silva, Ruben de la Red, Sergio Ramos, Cesc Fabregas, dan Santi Cazorla.

Pun demikian David Villa (26 tahun) dan Fernando Torres (24 tahun) yang menjadi ujung tombak. Aragones bahkan memanggil pemain yang menjadi unsung hero (pahlawan tak diduga) di Euro 2008, seperti Marcos Senna dan Daniel Guiza.

"Dialah yang memilih gaya bermain berbeda untuk Spanyol, bermain dengan teknik yang lebih kuat. Berkat dia, kami telah mencapai banyak hal," ucap Silva soal Aragones di laman resmi UEFA.

"Dalam kasus saya, dia menaruh kepercayaannya kepada saya ketika saya berusia 20 tahun. Dia mempercayai saya sepenuhnya."

Perjalanan Spanyol sudah terlihat mulus di fase grup dengan sapu bersih kemenangan kontra Rusia (4-1), Swedia (2-1), dan Yunani (2-1). Di fase gugur, Spanyol menghadapi kesulitan melawan tim spesialis turnamen, Italia.

Ditahan imbang tanpa gol di waktu normal, Spanyol menang 4-2 di drama adu penalti dan menyingkirkan Italia di perempat final. Kemudian di semifinal Spanyol mengalahkan tim kejutan, Rusia, dengan skor telak 3-0.

Di final yang dihelat di Ernst-Happel-Stadion, Vienna (Austria), Spanyol menghadapi 'tembok' Jerman yang sulit ditembus. Akan tapi melalui kualitas yang diperlihatkan striker Liverpool, Fernando Torres, gawang Jerman jebol di menit 33.

Jerman besutan Joachim Low tak bisa menjebol gawang Spanyol yang dijaga Iker Casillas, meski memiliki Lukas Podolski, Miroslav Klose, Kevin Kuranyi, Mario Gomez, dan dikapteni Michael Ballack.

Penantian trofi sejak 1964 berakhir dan itu terjadi di bawah arahan Luis Aragones, legenda Spanyol yang meninggal dunia pada 1 Februari 2014 pada usia 75 tahun.

"Banyak orang akan melihat tim Spanyol ini karena mereka telah menjadi teladan dalam bermain sepak bola. Saya pikir semua pecinta sepak bola ingin orang-orang membuat kombinasi yang bagus, masuk ke area penalti dan mencetak gol," terang Aragones.

"Di awal saya katakan jika kami mengelola skuad ini dengan baik, kami akan menjadi juara. Tim hanya berpikir saya mencoba memberi mereka kepercayaan diri. Saya hanya berharap Spanyol terus seperti ini dan meraih lebih banyak kemenangan."

"Saya biasanya tidak menunjukkan apa yang saya rasakan, tapi saya merasa kenyang di dalam. Saya tidak terlalu emosional tetapi ada momen di luar sana dari beberapa pemain saya yang membuat saya dipenuhi dengan emosi."

"Saya seperti itu – saya tidak menunjukkannya tetapi saya sangat kenyang perasaan. Itulah cara saya menunjukkannya – orang lain mungkin lebih ekspresif."

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Jens Lehmann; Philipp Lahm (Marcell Jansen 46'), Christoph Metzelder, Per Mertesacker, Arne Friedrich; Lukas Podolski, Thomas Hitzlsperger (Kevin Kuranyi 58'), Michael Ballack (kapten), Torsten Frings, Bastian Schweinsteiger; Miroslav Klose (Mario Gomez 79')

Pelatih: Joachim Low

Spanyol (4-1-4-1): Iker Casillas (kapten); Joan Capdevila, Carles Puyol, Carlos Marchena, Sergio Ramos; David Silva (Santi Cazorla 66), Cesc Fabregas (Xabi Alonso 63'), Marcos Senna, Xavi, Andres Iniesta; Fernando Torres (Dani Guiza 78')

Pelatih: Luis Aragones

Wasit: Roberto Rosetti (Italia)

Man of the Match: Fernando Torres (Spanyol)

Klimaks pada 2012

Pada 2008 Aragones memberikan keseimbangan di timnas Spanyol dengan variabel taktik 4-4-2 atau 4-1-4-1. Pada formasi 4-1-4-1 Torres menjadi ujung tombak dan didukung gelandang-gelandang kreatif dari Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, dan David Silva.

Penyeimbang lini tengah itu adalah Marcos Senna, saat itu berusia 31 tahun dan membela Villarreal. Spanyol punya kualitas teknik, kualitas individu, mengandalkan sepak bola ofensif, penguasaan bola.

Revolusi dalam permainan dan perkembangan sepak bola Spanyol mencapai puncak saat jadi juara Piala Dunia 2010, kemudian mencapai klimaks pada 2012.

Sebagian besar skuad dihuni pemain Barcelona, yang tengah merajai Eropa dengan filosofi tiki-taka di bawah arahan Pep Guardiola. Mereka seperti Victor Valdes, Iniesta, Xavi, Fabregas, Sergio Busquets, dan Pedro.

Begitu juga para pemain senior yang semakin berkembang dan membela Real Madrid seperti Iker Casillas, Raul Albiol, Sergio Ramos, Alvaro Arbeloa, dan Xabi Alonso.

Kombinasi Madrid-Barcelona ditambah dengan mereka yang berkarier di luar Spanyol: Pepe Reina, David Silva, dan Fernando Torres.

Spanyol berada di grup sulit dan imbang pada laga pertama melawan Italia (1-1), tapi menang di dua laga berikutnya kontra Republik Irlandia (4-0) dan Kroasia (1-0).

Di perempat final, Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 dan melalui drama adu penalti di semifinal kontra Portugal (4-2), setelah imbang tanpa gol di waktu normal.

Untuk kesekian kalinya, Spanyol jumpa Italia dan Gli Azzurri acapkali merepotkan. Tapi di final, dominasi Spanyol terlalu sulit dibendung Italia yang menang telak dengan skor 4-0.

Empat gol Spanyol dilesakkan David Silva (14'), Jordi Alba (41'), Fernando Torres (84'), dan Juan Mata (88'). Spanyol memenangi trofi Euro untuk dua kali beruntun dan jadi yang ketiga dalam sejarah sepak bola Eropa.

"Ini adalah era yang hebat bagi sepak bola Spanyol. Setelah Wina (dan final Euro 2008) Luis Aragones, pelatih saat itu, menunjukkan kepada kami jalan, arah yang harus dituju," terang pelatih Spanyol kala itu, Vicente Del Bosque.

"Kami menjalani pertandingan yang luar biasa tetapi jangan meremehkan Italia – mereka hanya kurang beruntung. Segalanya berjalan sesuai keinginan kami malam ini."

"Italia memiliki satu pemain lebih sedikit, satu hari istirahat lebih sedikit dan mereka mencoba sepanjang pertandingan tetapi tidak bisa masuk ke dalam permainan," urainya.

Susunan Pemain

Spanyol (4-3-1-2): Iker Casillas (kapten); Jordi Alba, Sergio Ramos, Gerard Pique, Alvaro Arbeloa; Xabi Alonso, Sergi Busquets, Xavi; Cesc Fabregas (Fernando Torres 75'); Andres Iniesta (Juan Mata 87'), David Silva (Pedro 59')

Coach: Vicente del Bosque

Italia (4-1-3-2): Gianluigi Buffon (kapten); Giorgio Chiellini (Federico Balzaretti 21'), Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, Ignazio Abate; Daniele De Rossi, Andrea Pirlo, Riccardo Montolivo (Thiago Motta 57), Claudio Marchisio; Antonio Cassano (Antonio Di Natale 46'), Mario Balotelli

Pelatih: Cesare Prandelli

Wasit: Pedro Proenca (Portugal)

Man of the Match: Andres Iniesta (Spanyol)

Euro 2024 Nostalgia Timnas Spanyol
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Posts

17.220

Berita Terkait

Hasil akhir
Hasil Pertandingan: Prancis Ditekuk Pantai Gading, Spanyol Imbang Lawan Irak
Hasil pertandingan tadi malam menghadirkan kejutan. Prancis kalah 1-2 dari Pantai Gading, sementara Spanyol gagal menang setelah ditahan imbang Irak dalam laga persahabatan jelang Piala Dunia 2026.
Johan Kristiandi - Jumat, 05 Juni 2026
Hasil Pertandingan: Prancis Ditekuk Pantai Gading, Spanyol Imbang Lawan Irak
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Sempat Cemas, Spanyol Pede Lamine Yamal Siap Tampil di Laga Pembuka
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mengungkapkan keyakinannya bahwa Lamine Yamal akan fit untuk bermain di pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 04 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Sempat Cemas, Spanyol Pede Lamine Yamal Siap Tampil di Laga Pembuka
Prediksi
Prediksi dan Statistik Spanyol vs Irak: Menguji Kesiapan La Roja Jelang Piala Dunia 2026
Prediksi, statistik, dan perkiraan susunan pemain laga uji coba Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Irak, Jumat (5/6) pukul 02.00 WIB di Estadio Riazor.
Arief Hadi - Kamis, 04 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Spanyol vs Irak: Menguji Kesiapan La Roja Jelang Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Nomor Punggung 10 Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 Milik Dani Olmo, Ini Penjelasannya
Timnas Spanyol resmi merilis pembagian nomor punggung resmi untuk seluruh 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 02 Juni 2026
Nomor Punggung 10 Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 Milik Dani Olmo, Ini Penjelasannya
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Rival di El Clasico, Vinicius Respek kepada Lamine Yamal
Singkirkan rivalitas panas El Clasico, bintang Brasil Vinicius Junior beri pujian setinggi langit untuk Lamine Yamal jelang kick-off Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Kamis, 28 Mei 2026
Piala Dunia 2026: Rival di El Clasico, Vinicius Respek kepada Lamine Yamal
Spanyol
Skuad Resmi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Pertama Kali dalam Sejarah, Tidak Ada Pemain Real Madrid
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, resmi merilis 26 nama untuk Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, tidak ada satu pun pemain Real Madrid yang dibawa.
Arief Hadi - Senin, 25 Mei 2026
Skuad Resmi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Pertama Kali dalam Sejarah, Tidak Ada Pemain Real Madrid
Analisis
Profil Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol dan Uruguay Terlalu Kuat untuk Arab Saudi-Cape Verde
Berikut ini profil Grup H Piala Dunia 2026 yang berisikan Spanyol, Uruguay, Arab Saudi, dan Cape Verde.
Rizqi Ariandi - Minggu, 24 Mei 2026
Profil Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol dan Uruguay Terlalu Kuat untuk Arab Saudi-Cape Verde
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Ambisi Lamine Yamal Jadi Pencetak Hat-trick Termuda
Setelah sukses membawa Barcelona menjadi penguasa di kompetisi domestik, Lamine Yamal kini membawa ambisi besar saat membela timnas Spanyol di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 21 Mei 2026
Piala Dunia 2026: Ambisi Lamine Yamal Jadi Pencetak Hat-trick Termuda
Indonesia
Datangkan David Villa dan Raul Gonzalez ke Indonesia, Offside Corp Siapkan Kejutan Jelang Piala Dunia
Dua legenda Timnas Spanyol, David Villa dan Raul Gonzalez, menyapa para penggemarnya di Tanah Air dalam berbagai rangkaian acara.
Rizqi Ariandi - Kamis, 21 Mei 2026
Datangkan David Villa dan Raul Gonzalez ke Indonesia, Offside Corp Siapkan Kejutan Jelang Piala Dunia
Spanyol
Punya Segalanya, Timnas Spanyol Diprediksi Juara Piala Dunia 2026
Legenda Real Madrid, Guti, menjagokan Timnas Spanyol sebagai favorit utama juara Piala Dunia 2026. Skuad muda dan polesan Luis de la Fuente jadi kunci utama!
Arief Hadi - Kamis, 14 Mei 2026
Punya Segalanya, Timnas Spanyol Diprediksi Juara Piala Dunia 2026
Bagikan