BolaSkor.com - Pemain Timnas Inggris, Bukayo Saka, buka suara soal ekspektasi tinggi terhadap The Three Lions di Piala Dunia 2026.
Setelah memenangkan Piala Dunia 1966, atau 60 tahun yang lalu, Timnas Inggris belum pernah lagi meraih trofi bergengsi.
Dari mulai era Paul Gascoigne, Alan Shearer, David Beckham, Steven Gerrard, Wayne Rooney, hingga Hary Kane, Skuad Tiga Singa belum juga mengakhiri penantian panjangnya.
Baca Juga:
Cristiano Ronaldo Tak Perlu Juarai Piala Dunia untuk Membuktikan Dirinya Terbaik
Hasil Laga Pemanasan Piala Dunia 2026: Tanpa Neymar, Brasil Gulung Panama
Prestasi terbaik Inggris dalam beberapa tahun terakhir hanya mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan runner-up Piala Eropa atau EURO 2020 dan 2024.
Kini, bersama Thomas Tuchel di balik kemudi yang mengandalkan generasi baru seperti Nico O'Really, Elliot Anderson, Kobbie Mainoo, hingga Bukayo Saka, Inggris diharapkan bisa melepas dahaga gelarnya di Piala Dunia 2026.
Bukayo Saka Bicara soal Ekspektasi terhadap Timnas Inggris
Bukayo Saka, yang musim ini memenangi Liga Primer Inggris bersama Arsenal, bicara soal ekspektasi hingga tekanan besar terhadap Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
Media, pundit atau analis sepak bola, hingga suporter Inggris selalu menggaungkan 'It's coming home' setiap Tiga Singa berlaga di kejuaraan besar seperti Euro atau Piala Dunia.
Kami tahu ada ekspektasi, tetapi yang terpenting adalah kami memiliki ekspektasi terhadap diri kami sendiri,
kata Saka dikutip BolaSkor.com dari laman FIFA.
"Saat Anda sudah memiliki itu, sebenarnya tidak banyak lagi yang bisa memberikan tekanan lebih besar kepada Anda."
"Jadi kami hanya mencoba menutup semua kebisingan dari luar dan kami tahu apa yang ingin kami capai. Kami tahu tujuan kami datang ke turnamen ini, dan kami terus menempatkan hal itu di pikiran kami," ujar Saka.
Kegagalan Jadi Energi Tambahan Saka
Sejak debut di Timnas Inggris pada pertandingan kontra Wales di Wembley, 8 Oktober 2020, Saka telah membela The Three Lions di tiga kompetisi mayor, yakni Euro 2020 (digelar 2021), Piala Dunia 2022, dan Euro 2024.
Dalam tiga kesempatan itu, Saka gagal memberikan gelar juara untuk Inggris. Di Euro 2020 dan 2024, Inggris menjadi runner-up, sedangkan pada Piala Dunia 2022, Saka bersama Inggris hanya mencapai perempat final .
Namun, alih-alih membiarkan dirinya terpuruk karena berbagai kegagalan tipis tersebut, Saka justru menjadikan kenangan menyakitkan itu sebagai dorongan positif untuk menghadapi Piala Dunia 2026 yang digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Inggris tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Kroasia jadi lawan perdana Inggris pada 18 Juni, lalu Ghana (24/6), dan Panama (28/6).
"Di setiap turnamen itu, kami datang dengan keyakinan bahwa kami bisa menang dan kami benar-benar hampir melakukannya," tutur Saka.
“Kami sekarang menggunakan semua itu sebagai motivasi."
"Kami akan terus mendorong diri kami sendiri, kami akan terus menempatkan diri di posisi tersebut," ujar Saka.