BolaSkor.com - Pep Guardiola meninggalkan Manchester City dengan 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League, tetapi dia menegaskan bahwa kenangan dan ikatan dengan klub, bukan trofi, yang akan mendefinisikan dekade kepemimpinannya.
Guardiola berbicara dengan penuh emosi tentang ikatan yang dia jalin dengan para pemain, staf, suporter, dan kota tersebut.
Meski rekornya berbicara sendiri, Guardiola mengatakan trofi saja tidak akan pernah bisa menggambarkan apa yang dia alami di klub tersebut.
Baca Juga:
Sederet Statistik dari 10 Tahun Manchester City di Era Pep Guardiola
Sang Pembuat Sejarah, Pep Guardiola Akrab dengan Rekor
Akhir Sebuah Era! Pep Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City
"Beban kenangan yang saya bawa lebih banyak daripada tim mana pun sebelumnya," kata dikutip BolaSkor dan Reuters.
Tanpa 20 trofi, mereka pasti sudah memecat saya, tetapi Anda tidak berada di rumah dan melihat trofi lalu berkata, oh, betapa bahagianya saya.
"Saya memiliki ikatan sejak hari pertama dengan kota ini, tetapi terutama dengan staf di belakang layar, dengan para pemain. Saya tahu kami terhubung," lanjut Guardiola.
Keterikatan Guardiola dengan Manchester
Guardiola yang berusia 55 tahun juga merenungkan keterikatannya dengan Manchester, menjelaskan bagaimana dia membenamkan dirinya di kota tersebut.
"Kami selalu tinggal di jantung kota," katanya.
"Saya selalu mencoba memahami ke mana saya pergi, dan untuk memahami sedikit, Anda harus berjalan, dan Anda harus merasakan tempat-tempat itu."
"Anda tidak datang ke sini untuk mengubah apa pun, budaya, tradisi, atau apa pun yang mereka miliki. Anda hanya mengamati, terkadang Anda menyukainya, terkadang tidak," tambah dia.
"Kami selalu hidup seperti itu, untuk mempelajari bahasa, untuk mempelajari tentang tempat Anda berada. Jadi, pada akhirnya, itulah hal yang paling penting."
Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Guardiola berbicara tentang kebanggaan yang dirasakan karena ayahnya yang berusia 95 tahun, Valentin, hadir di pertandingan.
"Bayangkan sebagai seorang ayah, di usia 95 tahun, merasakan betapa orang-orang ini mencintai putranya," kata Guardiola.
"Itu adalah hal terbaik bagi saya, untuk memberikan hal seperti ini kepada ayah saya."