BolaSkor.com - Manajemen Persija Jakarta menjawab cibiran warganet soal APBD FC yang melekat kepada Macan Kemayoran sejak awal musim ini.
Cibiran itu tak terlepas dari kerja sama yang dilakukan Persija dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta, di antaranya Bank Jakarta, PAM Jaya, Transjakarta, dan MRT Jakarta.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa kerja sama itu tidak terlepas dari semangat Gubernur DKI Pramono Anung yang ingin membuat 'Jakarta Lebih Persija'.
Dari sana, Pramono Anung mengundang manajemen Persija untuk bertanya tentang hal apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga:
Persija Sering Dituduh 'Anak Papa', Bambang Pamungkas: Basi!
Persija Sumbang Pemain Terbanyak ke Timnas Indonesia, Disusul Dewa United
Persija Buang Dua Poin Lawan Borneo FC, Pemain Asing Belum Menyerah
Lihat postingan ini di Instagram
Usai pertemuan dan pendalaman, lalu diputuskan beberapa BUMD yang dinilai perlu untuk menjadi sponsor Persija.
Dukungan yang Tidak Gratis
Prapanca memastikan bahwa kerja sama dilakukan secara profesional. Persija tidak menerima dana hibah, yang pernah berlaku di era Liga Indonesia sebelum 2008.
"PAM Jaya dan Bank Jakarta itu perlu sosialisasikan programnya. Akhirnya bersama Persija berkolaborasi," kata Mohamad Prapanca dalam kegiatan Ngopi Bareng Persija.
"Dipilih Persija karena tim ini dikenal di Jakarta, bahkan nasional," ujarnya.
Prapanca memberikan contoh ketika PAM Jaya perlu sosialisasi program mengenai perbaikan saluran air di Jakarta, lalu Bank Jakarta yang melakukan branding setelah sebelumnya bernama Bank DKI.
"Pakai siapa (promosinya)? Berpikiranlah, kita punya salah satu pilar Jakarta yang namanya Persija yang cukup dikenal se-antero Jakarta dan nasional," tutur Prapanca.
Kolaborasi dengan Transjakarta dan MRT Jakarta
Sementara itu, kerja sama dengan Transjakarta dan MRT Jakarta bersifat kolaborasi, bukan bantuan finansial seperti yang dilakukan oleh Bank Jakarta serta PAM Jaya.
Contohnya, saat memperkenalkan Fabio Calonego sebagai rekrutan baru, Persija memilih Stasiun MRT Bundaran HI sebagai lokasi pengambilan video dan gambar.
"Begitu juga TransJakarta. Gitu. TransJakarta itu adalah bentuk untuk promosi. Gitu. Bentuk promosi, apa namanya, untuk menyampaikan programnya dan untuk menyampaikan progress-nya," tutur Prapanca.