BolaSkor.com - Manajemen Persija Jakarta tidak mau ambil pusing soal tuduhan atau label sebagai 'anak papa' di Super League 2025/2026.
Tuduhan atau cibiran mengenai 'anak papa' memang kerap ditujukan kepada Persija Jakarta, terutama di media sosial.
Hal ini tak terlepas dari rekam jejak Direktur Utama I League, Ferry Paulus, yang namanya sangat melekat dengan Persija.
Ferry Paulus merupakan Ketua Umum Persija 2011-2015. Ferry kembali terpilih mengemban jabatan serupa pada 2015-2019.
Pada 2019, Ferry menjadi CEO Persija menggantikan Gede Widiade. Setahun kemudian, Ferry digeser posisinya menjadi Direktur Olahraga Persija.
Pada 15 November 2022, Ferry mundur dari Persija setelah terpilih sebagai Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (kini bernama I League-Red).
Jejak panjang Ferry Paulus di Persija membuat Macan Kemayoran kerap dituduh mendapatkan perlakuan spesial.
Terkait tuduhan itu, Direktur Olahraga Persija Bambang Pamungkas tak mau ambil pusing.
Baca Juga:
Persija Sumbang Pemain Terbanyak ke Timnas Indonesia, Disusul Dewa United
Persija Buang Dua Poin Lawan Borneo FC, Pemain Asing Belum Menyerah
Lihat postingan ini di Instagram
Bambang Pamungkas menjelaskan bahwa tuduhan Persija 'anak papa' bukan hal baru karena sudah muncul sejak dirinya masih bermain.
Hal ini tak terlepas dari mencuatnya kasus Mafia Bola pada awal 2019, atau beberapa bulan setelah Persija menjadi juara Liga 1.
Wakil Ketua Umum PSSI saat itu, Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dalam beberapa laporan, kasus yang melibatkan Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, tidak ada yang mengarah ke Persija.
Gelar juara Persija pada musim 2018 juga sampai saat ini tidak dicabut karena tidak ada bukti konkret yang menyebutkan bahwa Macan Kemayoran terlibat dalam pusaran pengaturan skor ketika itu.
"Saya gak mau jawab masalah itu (tuduhan 'anak papa'), ya. Karena rasanya apa ya julukan 'Anak Papa' itu (sudah ada) sejak saya masih main," kata Bambang Pamungkas dalam acara Ngopi Bareng Persija di Rasuna Office Park, Jakarta, Selasa (10/3).
"Jadi sudah terlalu expired (basi) untuk dijawab," ujarnya.