Beribu Alasan Robert Alberts Terima Perpanjangan Kontrak dari Persib

Salah satunya ingin membangun Persib Bandung dari tim akademi hingga senior.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Minggu, 29 Agustus 2021
Beribu Alasan Robert Alberts Terima Perpanjangan Kontrak dari Persib
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (Media Persib)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts beberkan alasannya untuk kembali memperpanjang kontraknya bersama Maung Bandung. Terlebih, kontraknya berdurasi hingga tiga tahun ke depan.

Pelatih asal Belanda ini menunjukan penasarannya untuk bisa menangani Persib. Seperti di musim 2019 yang hanya dipercaya sebagai pelatih pengganti, menggeser posisi Miljan Radovic.

"Kontrak pertama didapat pada jelang laga pertama musim 2019, yang mana bagi saya itu bukan satu musim penuh karena proses pengembangan tim sudah berjalan. Di musim itu kami bisa menunjukkan performa yang tangguh di putaran kedua," ungkap Robert Rene Alberts, Minggu (29/8).

Di musim keduanya, Robert mulai menunjukan kualitasnya dengan membuat Persib menjadi tim tak terkalahkan. Namun, Liga 1 2020 yang dijalani hanya berjalan tiga pertandingan seiring pandemi COVID-19.

"Jadi kontrak yang saya miliki masih tersisa hingga tahun depan. Jadi perpanjangan kontrak yang saya tanda tangani berdurasi hingga 2025 dimulai dari 2022 hingga 2025, tiga tahun perpanjangan," katanya.

Baca Juga:

Persib Promosikan Dua Pemain U-20, Satu di Antaranya Penggawa Timnas U-18

Persib dan Robert Rene Alberts Sepakat Perpanjang Kontrak Tiga Tahun

Robert memastikan kehadirannya di Persib tidak hanya membuat kesuksesan untuk tim utama. Namun juga untuk tim usia dini, yakni Akademi Persib.

"Tapi karena pandemi, itu semua harus tertunda. Oleh karena itu, kami ingin bekerjasama jangka panjang, sudah dimulai dari tahun lalu dan kami ingin melanjutkan itu di tim utama, kami mematok target yang tinggi. Kami tim yang tentunya memasang target untuk menjadi juara," jelasnya.

"Tapi di waktu yang sama, kami harus membangun pondasi untuk klub, supaya di masa yang akan datang, kami bisa menjadi klub profesional. Semisalnya di Belanda, kami bisa menjadi seperti Ajax yang terkenal dengan akademi dan talenta yang mereka produksi hingga tersebar membela klub di liga-liga top. Sama halnya dengan Persib, kami melihat masa depan bahwa bukan hanya menjadi juara tapi pada akhirnya menjadi model klub profesional," bebernya.

Robert Rene Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (Media Persib)

Cinta Bandung dan Indonesia

Selain itu, pelatih berusia 65 tahun ini merasa lingkungan dan budaya di Bandung membuatnya harus bertahan di Persib. Ia mengaku sudah kerasan dan merasa dihargai.

"Dan bagi saya ini klub terbaik menurut pengalaman saya, kebijakan finansial yang bagus dari manajemen, kami tidak boros menghamburkan uang, seluruh yang dijanjikan bisa ditepati. Kepercayaan diberikan oleh manajemen pada saya untuk melanjutkan membangun klub ini karena target kami bukan hanya menjadi klub terbaik di Indonesia tapi juga di sepak bola Asia," tegasnya.

Robert pun berencana untuk mengakhiri karier kepelatihannya di Persib. Diharapkan hal itu bisa terwujud dengan lancar.

"Tentunya ini (pensiun) menjadi destinasi ketika saya berkata semua usai di karier sepak bola saya. Saya baru menikah dengan istri yang berasal dari Indonesia. Anak kami juga akan segera lahir akhir pekan depan. Jadi ini destinasi saya," pungkasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me
Bagikan