Belum Potong Gaji, Pemain Premier League Dianggap Tak Bermoral

Parlemen Inggris mengecam sikap pemain dan klub Premier League menyikapi krisis dalam masa pandemi virus corona ini.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Kamis, 02 April 2020
Belum Potong Gaji, Pemain Premier League Dianggap Tak Bermoral
Premier League (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ancaman krisis finansial tengah menghantui Klub-klub Eropa. Penundaan kompetisi karena pandemi virus corona menjadi penyebab utamanya.

Liga-liga top Eropa sudah ditangguhkan sejak Maret lalu karena tingginya penyebaran virus corona di sana. Sejak saat itu juga klub-klub kehilangan pemasukan dari tiket pertandingan dan hak siar televisi.

Untuk menyeimbangkan neraca keuangan, sejumlah klub melakukan pemangkasan gaji skuatnya. Hal ini dilakukan oleh Barcelona, Bayern Munchen, Juventus dan banyak klub lainnya.

Situasi berbeda terjadi di Inggris. Belum ada klub yang mengambil inisiatif untuk memotong gaji para pemain.

Mirisnya, para pemain yang berlaga di Premier League dikabarkan masih enggan menerima pemotongan gaji dari klub. Lewat Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA), mereka merasa keuangan kub masih cukup kuat untuk melewati krisis ini.

Baca Juga:

Bek Manchester City Minta Semua Pihak Legawa jika Premier League Disetop Permanen

Berjaya di Manchester United, Ferguson Punya Tiga Taktik Jitu di Bursa Transfer

Diminta Berhenti, Kelanjutan Premier League Masih Tanda Tanya

"PFA meminta pemain untuk melihat situasi keuangan masing-masing klub sebelum kami menawarkan saran kepada mereka untuk menerima tawaran (pemotongan gaji) yang disodorkan," bunyi pernyataan PFA dikutip dari BBC.

"Sebelum menandatangani dokumen apa pun dari klub, sangat penting untuk mendiskusikan proposalnya dengan PFA."

Langkah tak populer juga dilakukan sejumlah klub terkait hal ini. Tottenham Hotspur misalnya hanya memotong gaji 550 karyawan (non pemain) mereka.

Tottenham Hotspur.

Tak sampai disitu, klub London Utara tersebut juga meminta bantuan pemerintah Inggris membantu mereka membayar gaji para karyawannya. Newcastle United dan Norwich City kabarnya juga mengajukan permintaan yang sama.

Hal ini tentu mengundang kecaman banyak pihak. Anggota parlemen Inggris, Julian Knight menolak keras permintaan tersebut.

"Hal ini menunjukkan kegilaan ekonomi dalam dunia sepak bola Inggris dan bahwa nilai moral telah hilang di sana," kata Julian Knight.

"Bantuan dana pemerintah untuk membayar staf itu ditargetkan untuk klub-klub kecil. Para klub Premier League harus membicarakan masalah finansial mereka dengan para pemain bintang sebelum meminta bantuan dana pemerintah yang berasal dari pajak."

Breaking News Premier League Tottenham Hotspur Virus Corona

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Liga Indonesia
Erick Thohir Ancam Pengurangan Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter
Erick Thohir memberi waktu satu minggu kepada klub dan operator liga untuk menyepakati pencegahan kekerasan suporter. Pengurangan poin jadi ancaman.
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
Erick Thohir Ancam Pengurangan Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter
Liga Indonesia
Sumardji Salut dengan Bobby Nasution, Sumut Dinilai Peduli Timnas Indonesia
Sumardji mengapresiasi Bobby Nasution dan Pemprov Sumut atas dukungan terhadap Timnas Indonesia U-17 dan U-19 melalui penyelenggaraan turnamen internasional.
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
Sumardji Salut dengan Bobby Nasution, Sumut Dinilai Peduli Timnas Indonesia
Liga Indonesia
The Jakmania Salurkan Bantuan untuk Korban Karhutla di Palembang dan Kalimantan
The Jakmania menyalurkan masker, Oxycan, susu, air mineral, dan vitamin untuk membantu masyarakat terdampak karhutla di Palembang dan Kalimantan.
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
The Jakmania Salurkan Bantuan untuk Korban Karhutla di Palembang dan Kalimantan
Liga Indonesia
Rapor Buruk The Cong Viettel Jelang Hadapi Persib: Kesempatan Maung Bandung Amankan 3 Poin
The Cong Viettel tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir jelang menghadapi Persib Bandung di AFC Champions League Two 2026/2027. Maung Bandung berpeluang mengamankan tiga poin.
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
Rapor Buruk The Cong Viettel Jelang Hadapi Persib: Kesempatan Maung Bandung Amankan 3 Poin
Liga Indonesia
Striker Naturalisasi Timnas Malaysia Tepis Kabar Pindah ke Klub Super League
Striker naturalisasi Malaysia, Bergson da Silva, menepis kabar pindah ke Super League Indonesia. Ia bahagia di Malaysia dan masih terikat kontrak dengan JDT hingga Juni 2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
Striker Naturalisasi Timnas Malaysia Tepis Kabar Pindah ke Klub Super League
Liga Indonesia
The Cong Viettel Diterpa Masalah Jelang Lawan Persib Bandung
The Cong Viettel diterpa krisis cedera lima hingga enam pemain penting jelang melawan Persib Bandung di ACL Two 2026/2027. Pertahanan mereka juga rapuh.
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
The Cong Viettel Diterpa Masalah Jelang Lawan Persib Bandung
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persib vs The Cong Viettel: Kesempatan Amankan 3 Poin
Persib Bandung vs The Cong Viettel, matchday 2 Grup E ACL Two 2026/2027, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (14/10), pukul 19.15 WIB, Live Vision+
Rizqi Ariandi - Selasa, 13 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Persib vs The Cong Viettel: Kesempatan Amankan 3 Poin
Italia
Statistik Goncalo Ramos Jeblok, AC Milan Terancam Kembali Tertipu dalam Membeli Striker
Statistik Goncalo Ramos bersama AC Milan jadi sorotan! Baru cetak satu gol di Serie A, Rossoneri terancam mengulang kesalahan transfer striker.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Statistik Goncalo Ramos Jeblok, AC Milan Terancam Kembali Tertipu dalam Membeli Striker
Liga Indonesia
The Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban
The Jakmania Cikampek diserang di Tol Palikanci saat pulang dari Bantul. Sejumlah anggota terluka, termasuk perempuan, PP The Jakmania minta kasus diusut.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Oktober 2026
The Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban
Liga Indonesia
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Tim EPA Persib U-18 diserang di Rest Area Batang hingga bus rusak dan koper diduga dijarah. Manajemen Persib mengecam keras dan mendesak pelaku diproses hukum.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Bagikan