BolaSkor.com – Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan pengakuan mengejutkan terkait masa depannya di dunia sepak bola.
Juru taktik berusia 55 tahun tersebut mengindikasikan bahwa dirinya bisa saja tidak akan pernah kembali melatih.
Pasca mengabdi selama satu dekade di Etihad Stadium, Guardiola mengaku bahwa kondisi fisiknya saat ini berada dalam titik kelelahan luar biasa.
Berbicara dalam dokumenter terbaru garapan Amazon bertajuk A Beautiful Obsession, Guardiola membuka suara secara terbuka mengenai beban mental berat yang ia pikul selama bertahun-tahun melatih di Inggris.
Baca Juga:
Sergio Busquets Mulai Karier Kepelatihan di FC Barcelona, The Next Pep Guardiola?
Guardiola mengaku belum tahu pasti apa langkah selanjutnya yang akan ia ambil usai resmi mengakhiri masa baktinya di Manchester City.
Saya bahkan tidak tahu sendiri apa yang akan saya lakukan. Akan sulit untuk kembali - itulah perasaan saya hari ini. Saya perlu menyegarkan banyak hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi saya,
tutur Guardiola.
Saya perlu menemukan diri saya sedikit dalam hal-hal yang berbeda. Saya perlu duduk dan beristirahat sejenak. Itu adalah salah satu target utama saya saat ini.
Saran dari Sahabat Pep Guardiola

Pep Guardiola (premierleague.com)
Meski merasa terkuras secara mental, Guardiola tidak memungkiri bahwa adrenalin kompetisi dan sensasi meraih kemenangan adalah sebuah candu yang sangat sulit untuk ditinggalkan begitu saja oleh para pelatih top.
"Suatu kegembiraan dan kenikmatan melihat tim saya bermain bagus. Itulah moto dan target ketika saya bangun setiap hari."
"Ini sangat adiktif, manajer yang lebih tua pensiun dan mereka ingin kembali lalu kembali lagi. Mereka tidak bisa hidup tanpanya," aku Guardiola.
Baca Juga:
Dibantai Arsenal, Manchester City Kian Agresif di Bursa Transfer Pemain
Situasi ini membuat mantan Direktur Olahraga Manchester City sekaligus sahabat dekatnya, Txiki Begiristain, memberikan masukan berharga agar Guardiola benar-benar menjauh dan menikmati kehidupan di luar lapangan hijau.
Saya ingin menjelaskan ini kepada Pep - bahwa Anda bisa kalah 0-3 tetapi hidup terus berjalan dan ada momen-momen luar biasa yang bisa Anda jalani bersama teman-teman Anda.
Tetapi jika dia hanya bertemu dengan orang-orang sepak bola dan sepak bola adalah satu-satunya yang dia ketahui, dia akan berada di rollercoaster yang sama. Dia butuh waktu untuk keluar dan benar-benar keluar,
urai Begiristain.