BolaSkor.com - Perjalanan Bandung bjb Tandamata di Proliga 2026 memang sudah berakhir sebelum laga pamungkas dimainkan. Namun semangat juang Cindy Tiara Berliyan dan kawan-kawan tetap menyala hingga poin terakhir.
Dalam laga terakhir Putaran Kedua Babak Reguler Proliga 2026 Seri Sentul di GOR Chandradimuka, Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Kabupaten Bogor, Minggu (22/2) malam WIB, Bandung bjb Tandamata dipaksa menyerah 2-3 (25-21, 26-28, 29-31, 25-22, 14-16) dari Jakarta Livin' Mandiri.
Hasil yang memang tak lagi menentukan bagi tim asal Jawa Barat itu, tapi cara mereka bertarung, layak mendapat apresiasi.
Sejak awal laga, atmosfer sudah terasa berbeda. Bandung bjb Tandamata tampil lebih lepas. Tanpa beban, tanpa target muluk. Sebaliknya, JLM datang dengan satu misi: menang demi menjaga napas menuju final four.
Set pertama menjadi milik Bandung bjb Tandamata. Saling susul poin terjadi sejak kedudukan 5-5, hingga akhirnya Cindy dan kolega menutup set dengan skor 25-21. Momentum sempat berpihak.
Namun JLM tak tinggal diam. Dipimpin Yolla Yuliana, mereka meningkatkan tekanan di set kedua. Kejar-kejaran angka hingga 26-26 membuat tensi meninggi. Bandung bjb sempat menyamakan setelah tertinggal lima poin, tapi JLM lebih tenang di fase krusial dan merebut set kedua 28-26.
Baca Juga:
Demi Jaga Reputasi di Panggung Proliga, Bandung bjb Tandamata Wajib Menangkan Tiga Angka
Absen di Final Four, Bandung bjb Tandamata Bertekad Buat Kenangan Manis
Proliga 2026: Laga Menentukan di Sentul, Bandung bjb Tandamata Tolak Kibarkan Bendera Putih
Lihat postingan ini di Instagram
Set ketiga bahkan lebih dramatis. Skor imbang terjadi berulang kali—25-25, 27-27, hingga 29-29. Pada akhirnya, JLM kembali unggul tipis 31-29 dan membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Bandung bjb belum menyerah. Di set keempat, saat JLM sempat menjauh 14-9, mentalitas pantang runtuh kembali terlihat. Perlahan jarak dipangkas hingga 20-20. Momentum berbalik, dan serve ace Calista memastikan kemenangan 25-22 untuk memaksa rubber set.
Set penentuan berjalan setegas garis tipis antara harapan dan kenyataan. Kedua tim saling mencuri momentum sebelum JLM akhirnya mengunci laga 16-14.
Pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy, mengakui timnya sebenarnya ingin menutup musim dengan hasil manis.
"Harapan saya tadinya ingin menutup perjalanan kami di Proliga tahun ini dengan memberikan yang terbaik. Walaupun tidak masuk final four, setidaknya menutup dengan kemenangan."
"Tapi bisa dilihat sendiri, kami banyak pemain junior. Sulit menaikkan moral ketika kalah berturut-turut," ujarnya usai pertandingan.