Bakal Caketum PSSI, Erick Thohir Ingin Benahi Struktur Kompetisi Sepak Bola Indonesia
BolaSkor.com - Bakal Calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, Erick Thohir, pertegas komitmen dalam membenahi struktur kompetisi sepak bola di Indonesia.
Erick Thohir menyoroti piramida kompetisi sepak bola di Indonesia yang menurutnya terlalu sedikit. Di Indonesia, kompetisi hanya terdiri dari tiga strata, yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.
Sedangkan Piala Indonesia yang di inggris setara dengan Piala FA seringkali batal digelar. Kali terakhir kali turnamen pendamping kompetisi itu berlangsung pada tahun 2019.
"Kalau kita lihat, struktur liga kita terlalu sedikit, Piala Indonesia yang mempertemukan seluruh tim tidak berjalan, semakin banyak kompetisi, tentu memberikan lebih banyak kesempatan bermain bagi para pemain muda. Motivasi pemain dari Liga 3 saat bertemu tim Liga 1 tentu akan sangat berbeda, atmosfer ini harus seharusnya menjadi perhatian," kata Erick Thohir.
Baca Juga:
Pemilik RANS Nusantara Raffi Ahmad Yakin Erick Thohir Sosok Tepat Pimpin PSSI
Erick Thohir Terpanggil Benahi Sepak Bola Indonesia, Sebut Butuh Nyali Pimpin PSSI
Jadi Bakal Caketum PSSI, Erick Thohir Tidak Mau Lagi Ada Tangan Kotor di Sepak Bola Indonesia
Erick Thohir mengatakan pembenahan kompetisi adalah hal mutlak. Sebab, hanya melalui kompetisi yang baik bisa terbentuk tim nasional yang tangguh.
"Saya percaya, kompetisi yang baik akan menghasilkan tim nasional yang baik. Perbaikan kompetisi hingga pembinaan usia muda menjadi keharusan kalau kita tidak ingin tertinggal," ujar Erick.
Meski demikian, Erick mengakui sudah ada perkembangan positif dari sepak bola Indonesia. Karena itu, Erick bertekad menyempurnakan apa yang sudah dijalankan dengan baik selama ini.
Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN Republik Indonesia itu pun meminta dukungan dari semua pihak yang terlibat di sepak bola, mulai dari klub, pemain, dan suporter.
"Banyak yang sering bilang ke saya, sepak bola kita jalan di tempat. Saya kurang sepakat, sepak bola kita juga berkembang, tapi perkembangan negara lain jauh lebih cepat. Ini yang ingin saya kejar."
"Kita punya sumber daya yang besar, infrastruktur yang kuat, masyarakat yang begitu gila bola. Tinggal bagaimana kita membangun harmoni seluruh elemen dalam membenahi sepak bola dalam negeri. Kuncinya cuma satu, nyali. Berani apa tidak?" ucap mantan Presiden Inter Milan tersebut.
Rizqi Ariandi
7.666
Berita Terkait
Link Streaming Persebaya Surabaya vs Malut United, Sabtu 10 Januari 2025
Ruben Amorim Pergi, Amad Diallo Sedih Kehilangan Sosok Ayah
Kapten Pelita Jaya Jakarta Prediksi Persija Menang Tipis di Bandung
Pep Guardiola Yakin Antoine Semenyo Bisa Cepat Beradaptasi di Manchester City
The Jakmania Datangi Latihan Persija, Rizky Ridho Janji Bawa Kemenangan dari Markas Persib
7 Fakta Menarik Charlton Athletic vs Chelsea: Dominasi Mutlak The Blues
Bruno Tubarao Sebut Rivalitas Persib-Persija Mirip Derby Vasco da Gama dengan Flamengo di Brasil
Kalahkan Jakarta Livin Mandiri 3-0, Bandung bjb Tandamata Awali Proliga 2026 dengan Meyakinkan
Ketika Pelatih Baru Chelsea Liam Rosenior Ciptakan Momen ala Jose Mourinho
Nostalgia - Rivalitas Satu Abad Persib Bandung vs Persija Jakarta