Antonio Conte yang Tak Kunjung Berjodoh dengan Trofi Kompetisi Eropa
BolaSkor.com - Inter Milan gagal menjuarai Liga Europa 2019-2020 setelah takluk dari Sevilla pada laga final. Hal ini memperpanjang rekor buruk sang pelatih, Antonio Conte sepanjang kiprahnya berlaga di kompetisi benua biru.
Dalam laga yang berlangsung di RheinEnergie Stadion, Sabtu (22/8) dini hari WIB, Inter takluk dengan skor 2-3 dari Sevilla. Wakil Spanyol itu pun meraih trofi Liga Europa keenamnya.
Kegagalan ini cukup mengejutkan mengingat Inter lebih diunggulkan memenangi pertandingan. Nerazzurri memang sedikit lebih unggul dari sisi materi pemain.
Baca Juga:
Ditanya Masa Depan di Inter Milan, Respons Antonio Conte Penuh Teka-teki
Ever Banega Tutup Karier di Sevilla dengan Trofi Liga Europa dan Ejek Antonio Conte
Hadapi Sevilla yang Lebih Berpengalaman, Tak Ada Kata Takut pada Kamus Antonio Conte
Namun hal itu seperti tak banyak berpengaruh di lapangan. Sevilla mampu meladeni permainan Inter dan mencetak satu gol lebih banyak.
Kegagalan ini seperti menjadi penegas tak berjodohnya Conte dengan trofi kompetisi Eropa. Sejak berkarier sebagai pemain, ia sudah kalah empat kali di partai final turnamen antarklub Eropa.
Kegagalan pertamanya untuk menjuarai turnamen Eropa terjadi pada musim 1996-1997. Saat itu, Conte yang membela Juventus takluk 1-3 dari Borussia Dortmund di final Liga Champions.
Conte sebenarnya tidak tampil di laga itu. Ia kalah bersaing dengan nama-nama tenar seperti Zinedine Zidane, Angelo Di Livio hingga Didier Deschamps untuk mengisi lini tengah Juventus.
Semusim berselang Juventus kembali melaju ke final dan menantang Real Madrid. Kali ini Conte mendapat kesempatan tampil meski dari bangku cadangan.
Sayang, tampilnya Conte tak mengubah peruntungan Juventus. Bianconeri kembali tertunduk lesu karena takluk 0-1 lewat gol Predrag Mijatovic.
Lima tahun kemudian, peruntungan Conte dan Juventus tak juga berubah. Mereka kembali takluk di laga final Liga Champions.
Kali ini, Juventus harus takluk dari AC Milan lewat drama adu penalti. Conte tampil sejak awal babak kedua menggantikan Mauro Camoranesi.
Tiga kali gagal ketika menjadi pemain, Conte mencoba peruntungannya setelah kini beralih profesi sebagai pelatih. Namun meski sudah berganti status dan klub, pria berusia 51 tahun itu tetap belum berjodoh dengan kejayaan di Eropa.
6.514
Berita Terkait
Kesaksian Lisandro Martinez: Michael Carrick Tanamkan Mentalitas Pemenang
Superkomputer Prediksi Hasil AC Milan vs Lecce: Tiga Poin di Depan Mata Rossoneri
Kalah Lawan Cagliari, Juventus Catat Rekor Memalukan
Klasemen Terkini LaLiga 2025/2026 Usai Real Madrid Menekuk Levante 2-0: Punggung Barcelona Mulai Terlihat
Klasemen Terkini Serie A 2025/2026 Usai Inter Milan Menumbangkan Parma dan Juventus Ditekuk Cagliari
Dapat Pelajaran dari Jakarta Electric, Bandung bjb Tandamata Optimistis Tatap Seri Ketiga Proliga 2026
Klasemen Terkini Premier League 2025/2026: Manchester United Dekat Zona Liga Champions, Arsenal Unggul Tujuh Poin
Prediksi dan Statistik Real Sociedad vs Barcelona: Memburu 12 Kemenangan Beruntun
Hasil Pertandingan: Inter Milan dan Real Madrid Menang, Juventus Tumbang, Arsenal Gagal Raih Poin Penuh
Hasil Premier League: Liverpool Gagal Menang Lagi, Chelsea Petik Tiga Angka