BolaSkor.com – Chelsea harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Hull City dengan skor 2-2 di Stamford Bridge, Sabtu (12/09) malam WIB.
Hasil tersebut kian mempertegas anomali The Blues di bawah arahan pelatih anyar, Xabi Alonso, yang tampil sangat tajam di lini depan namun begitu rapuh di lini belakang.
Kendati berstatus sebagai tim paling produktif di Premier League musim ini dengan torehan 10 gol, Chelsea telah kebobolan dua gol atau lebih dalam empat laga pembuka liga secara beruntun.
Catatan kelam ini menjadi yang pertama kalinya menimpa klub dalam 11 tahun terakhir.
Baca Juga:
Hasil Premier League: Kompak, Liverpool dan Chelsea Urung Menang
Masalah kerapuhan lini pertahanan ini sejatinya sudah menggerogoti Chelsea sebelum kedatangan Alonso.
Klub London Barat tersebut kini tercatat gagal mengemas clean sheets dalam 20 pertandingan liga berturut-turut sejak Januari lalu, yang menjadi rekor tanpa nirbobol terpanjang mereka dalam 65 tahun.
Alonso terus melakukan eksperimen taktik untuk mencari formula terbaik, termasuk menerapkan tiga skema berbeda dalam tiga laga berturut-turut pekan ini.
Namun, sistem dan gagasan baru yang dibawa Alonso belum mampu mengikis penyakit lama yang terus bersarang di lini belakang mereka.
Transisi Berantakan dan Kesalahan Individu
Mantan bek Premier League yang kini menjadi pengamat di BBC, Ashley Williams, memberikan kritik pedas terkait kerapuhan transisi permainan Chelsea yang dinilainya sangat membahayakan pertahanan tim.
Chelsea sangat berantakan dalam transisi. Ketika mereka kehilangan bola, mereka sangat terbuka. Gol-gol yang bersarang ke gawang mereka hanyalah kesalahan mendasar.
"Baik secara individu maupun sebagai unit pertahanan, mereka sangat jauh dari standar dan terus kemasukan gol."
"Mereka tidak akan mencapai apa yang mereka inginkan musim ini jika bertahan seperti itu," tegas Williams.
Baca Juga:
Prediksi dan Link Streaming Chelsea vs Hull City: The Blues Rawan Tergelincir
Laga melawan Hull kembali diwarnai oleh kesalahan individu, seperti kegagalan Jorrel Hato mengantisipasi umpan silang serta ketidakmampuan barisan belakang menghalau situasi sepak pojok.
Beruntung, kiper anyar Emiliano Martinez tampil impresif melakukan sejumlah penyelamatan krusial untuk mencegah kekalahan.
Lini serang Chelsea sejatinya tampil memikat lewat performa apik Morgan Rogers, Joao Pedro, dan Cole Palmer.
Namun, catatan manis dan efektivitas di lini depan tersebut terbukti tidak cukup untuk menutup lubang besar saat tim harus bertahan dari gempuran lawan.
Pengakuan Xabi Alonso dan Pekerjaan Rumah Lini Belakang
Xabi Alonso secara terbuka menyampaikan rasa tidak puasnya terhadap performa bertahan anak asuhnya, yang dinilai terlalu lembut dalam duel serta kurang mampu mengontrol alur pertandingan saat unggul.
Secara keseluruhan, saya pikir kami menyerang lebih baik daripada bertahan di setiap lini. Kami tahu bahwa ini adalah topik dan tema besar bagi kami.
"Memang ini baru empat pertandingan, tetapi dinamika dalam hal kebobolan, saya tidak menyukainya dan kami harus berbuat jauh lebih baik," tambah Alonso.
Baca Juga:
Pelatih asal Spanyol tersebut menekankan perlunya peningkatan ketangguhan mental, serta keberanian para pemain dalam menghadapi situasi permainan terbuka maupun bola mati agar tidak mudah memberikan angin segar bagi tim lawan.
"Ini mungkin semua menghibur, tetapi saya berharap suatu hari nanti Anda mengatakan ini adalah pertandingan yang membosankan dan kami menang tanpa memberikan momen-momen menghibur ini."
"Kami harus lebih solid dan lebih terkendali. Ada pemain baru dan staf baru. Ini adalah sebuah proses," urai Alonso.