Di Milan juga Pirlo mengalami perubahan terbesar dalam karir sepakbolanya, yakni perubahan posisi. Datang ke Milan sebagai pelapis dari gelandang serang utama Milan saat itu, yakni Rui Costa dan Rivaldo sempat membuat Pirlo gagal menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang hebat.
Akan tetapi, Pirlo harus berterima kasih kepada manajer AC Milan saat itu, Carlo Ancelotti. Don Carletto yang sekarang menjabat sebagai manajer Real Madrid, melakukan eksperimen kepada Pirlo dengan menempatkannya sebagai gelandang jangkar dengan tugas playmaker atau sering disebut regista dalam bahasa Italia, sebuah posisi yang saat itu tidak lazim dalam dunia sepakbola.
Ini terjadi akibat Don Carletto tidak mau mengorbankan potensi gelandang yang dimiliki Milan saat itu. Mengorbankan Rui Costa, Rivaldo atau Andrea Pirlo dalam sebuah tim tentu akan sangat disayangkan. Eksperimen ini pun ternyata berhasil.
Pirlo menjadi kunci sukses Milan dalam melaju ke tiga final Liga Champions yakni tahun 2003, 2005 dan 2007 dimana Milan sukses menjadi juara pada tahun 2005 dan 2007. Pirlo juga sukses menjadi juara dunia bersama Tim Nasional Italia pada Piala Dunia Jerman 2006 dengan peranannya sebagai regista.
Setelah sukses mengantarkan Milan meraih scudetto pertama dalam tujuh tahun terakhir pada musim 2010-2011 lalu, Pirlo pun hijrah ke Juventus akibat Milan enggan menaikkan gajinya dalam perpanjangan kontrak barunya. Petualangan baru Pirlo bersama Juventus dimulai oleh Pirlo pada musim 2011-2012.
Di musim pertamanya, Pirlo sukses mengantarkan Juventus menjadi scudetto dengan 37 penampilannya di Serie A, serta menjuarai Piala Super Italia tahun 2012. Musim lalu yang menjadi musim kedua Pirlo di Bianconeri, Pirlo juga menjadi pemain kunci dalam keberhasilan Juventus mempertahankan gelar scudetto.
Musim ini pun, meski sudah tidak lagi muda, Pirlo tetap menjadi bagian penting kekuatan Juventus di lini tengah bersama Arturo Vidal dan Paul Pogba. Bersama dua darah muda ini, Pirlo membimbing mereka untuk menjadi kunci dominasi Juventus musim ini di Serie A.
Tiga musim membela Si Nyonya Tua, gelandang berusia 34 tahun itu tercatat sudah tampil di 113 partai dengan 15 pertandingan di Liga Champions, serta mengemas 11 gol dan 29 assist. Menyadari bahwa Pirlo masih menjadi pemain penting, Juventus pun mengikatnya hingga tahun 2016, yang baru diperpanjang pada tanggal 12 Januari kemarin.
Mengingat pentingnya peranan Pirlo di Milan pada masa lampau dan di Juventus masa sekarang, tentu akan menarik bagi publik sepakbola untuk menyaksikan Andrea Pirlo berlaga dalam setiap pertandingan AC Milan melawan Juventus.