Analisis Real Madrid 3-1 PSG: Berkat Perubahan Taktik Jenius Zinedine Zidane

Perubahan taktik Zinedine Zidane berbuah kemenangan 3-1 Real Madrid atas Paris Saint-Germain (PSG).
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 15 Februari 2018
Analisis Real Madrid 3-1 PSG: Berkat Perubahan Taktik Jenius Zinedine Zidane
Perubahan taktik Zinedine Zidane berbuah kemenangan untuk Real Madrid atas PSG (Gonzalo Arroyo Moreno - Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Perang bintang antara Real Madrid dengan Paris Saint-Germain (PSG) di Santiago Bernabeu berakhir untuk kemenangan El Real. Tuan rumah leg pertama 16 besar Champions League menang 3-1 atas PSG via dua gol Cristiano Ronaldo (satu gol dari titik putih) dan Marcelo, yang membalas gol Adrien Rabiot.

Pertandingan berjalan ketat yang dibuktikan melalui penguasan bola sama kuat 50-50. Madrid mendominasi penguasaan bola di babak pertama, dan memenangi duel perebutan bola di lini tengah seiring keberadaan Toni Kroos, Casemiro, Luka Modric, dan Isco. Lini tengah PSG yang diisi Marco Verratti, Giovani Lo Celso, dan Rabiot tak bisa mengimbanginya.

Penyerang sentral PSG, Edinson Cavani, bahkan jarang menyentuh bola di babak pertama dan terisolasi di lini depan, karena jarang mendapatkan suplai bola dari rekan setimnya. Di babak kedua, PSG baru sedikit membaik dari segi penguasaan bola, dan menciptakan beberapa peluang yang tidak diselesaikan dengan penyelesain akhir yang klinikal.

Edinson Cavani jarang menerima bola dan terisolasi di lini depan saat melawan Real Madrid (StatsZone)

Dari faktor non-teknis, kemenangan yang diraih Madrid, setelah tertinggal dari gol Rabiot, tidak lepas dari pengalaman segudang mereka di Champions League. Semangat pantang menyerah yang mereka perlihatkan menegaskan, bahwa 12 titel Champions League tidak diraih secara kebetulan.

Tapi itu baru dari faktor non-teknis, dari teknis pertandingan itu sendiri, ada beberapa kunci atau faktor yang menjadi pembeda dalam pertandingan. Termasuk salah satunya, diperlihatkan melalui kejeniusan pelatih Madrid, Zinedine Zidane.

1. Pergantian Jitu

Gol Ronaldo lahir dari pergerakan yang dilakukan Asensio (Getty Images)

Dari pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih, terlihat jelas perbedaan level yang cukup mencolok. Ketika Unai Emery, pelatih PSG, menarik keluar Cavani dan menggantinya dengan bek kanan, Thomas Meunier, ia mengindikasikan agar PSG lebih kompak dalam bertahan.

Saat Emery melakukan pergantian tersebut, kedudukan sama kuat 1-1 di antara kedua tim. Namun, perubahan taktik Emery, langsung direspon Zidane dengan pergantian ofensif kala memasukkan Gareth Bale, Lucas Vazquez, dan Marco Asensio, untuk menggantikan Casemiro, Karim Benzema, dan Isco.

Hasilnya pun positif, khususnya jika melihat performa Asensio. Pemain asal Spanyol berusia 22 tahun berandil besar menyempurnakan comeback Madrid, dengan mengawali dua proses gol kedua dan ketiga Madrid. Pertama, umpan silang mendatar Asensio terdefleksi kaki Meunier, gagal disapu sempurna Alphonse Areola, dan mendarat di lutut Ronaldo yang langsung mengonversinya menjadi gol.

Lalu untuk gol ketiga Madrid, Asensio langsung yang memberikan assist kepada Marcelo. Asensio pantas dinobatkan sebagai supersub yang mengubah hasil akhir pertandingan. Sementara bagi Emery, malang nasibnya. Memasukkan Meunier justru menjadi blunder, karena ia justru banyak memberikan celah kepada Asensio di sisi kanan pertahanan PSG.

Menempatkan Dani Alves maju ke depan melakukan kesalahan taktik yang diterapkan Emery. PSG lebih kompak bermain di lini belakang ketika Alves berada di posisi terbaiknya, bek kanan.

2. Tidak Ada Gelandang Bertahan, PSG Juga Tidak Klinikal

Champions League merupakan panggung klub-klub top Eropa. Tiap kesalahan kecil di dalam pertandingan akan dihukum dengan hasil akhir yang buruk. Ini terjadi pada laga PSG melawan Madrid.

PSG sedianya punya cukup peluang untuk mencetak lebih dari satu gol. Terlepas dari kesulitan Cavani lepas dari kawalan Sergio Ramos atau Raphael Varane, PSG menciptakan beberapa peluang di babak kedua melalui kaki Kylian Mbappe, Neymar, dan Alves. Sayang, di antara peluang yang mereka ciptakan, tidak ada gol yang tercipta.

Total 12 tendangan dan empat tendangan tepat sasaran PSG urung berbuah lebih dari satu gol. Sementara Madrid, efektif membunuh lawan melalui gol kedua dan ketiga. Mereka juga bisa menciptakan gol lebih banyak lagi jika kiper PSG, Areola, tidak bermain gemilang menepis bola yang datang.

Selain itu, absennya Thiago Motta, begitu terasa di kubu PSG. Emery menempatkan Rabiot lebih ke depan, sementara Lo Celso kelimpungan menghadapi dinamika lini tengah barisan bintang Madrid. Pun demikian dengan Verratti, yang akhirnya berjuang sendirian melapis lini belakang PSG.

Empat gelandang melawan tiga gelandang. Jelas Madrid memenangi duel perebutan bola. Ketika Kroos, Casemiro, dan Modric stabil menjaga kekuatan di lini tengah, Isco diberi peran bebas oleh Zidane hingga terus terlibat aktif proses serangan Madrid. Gelandang serang asal Spanyol bergerak hampir di seluruh area untuk membuka pertahanan PSG.

Heatmap pergerakan Isco (Whoscored)

Mungkin, Isco takkan bergerak bebas jika PSG memiliki Motta atau memainkan eks pemain Madrid yang berada di bangku cadangan, Lassana Diarra, mungkin.

Real Madrid Paris Saint-Germain Zinedine Zidane Unai Emery Champions League Adrien Rabiot

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Jadwal LaLiga 2026-2027 Resmi Dirilis, El Clasico Pertama Digelar Oktober
Jadwal lengkap LaLiga musim 2026-2027 resmi diumumkan. Sejumlah laga besar sudah menanti sejak awal musim.
Yusuf Abdillah - Kamis, 02 Juli 2026
Jadwal LaLiga 2026-2027 Resmi Dirilis, El Clasico Pertama Digelar Oktober
Italia
PSG Rekrut Penjaga Gawang AC Milan
PSG dikabarkan mencapai kesepakatan merekrut kiper muda AC Milan Alessandro Longoni secara gratis. Fabrizio Romano mengungkap detail transfer dan rencana Les Parisiens untuk sang penjaga gawang.
Johan Kristiandi - Senin, 29 Juni 2026
PSG Rekrut Penjaga Gawang AC Milan
Spanyol
Kesepakatan Tercapai: Wonderkid Argentina Bertahan di Como, Real Madrid Tetap Punya Klausul Pembelian
Como mencapai kesepakatan permanen untuk Nico Paz. Real Madrid tetap mempertahankan klausul pembelian kembali, sementara Inter Milan gagal mendapatkannya.
Arief Hadi - Jumat, 26 Juni 2026
Kesepakatan Tercapai: Wonderkid Argentina Bertahan di Como, Real Madrid Tetap Punya Klausul Pembelian
Liga Indonesia
Jese Rodriguez Perpanjang Kontrak di Las Palmas, Persib Gigit Jari?
Pemain asal Spanyol, Jese Rodriguez, yang sempat dikabarkan ke Persib Bandung, memilih memperpanjang kontrak di Las Palmas.
Rizqi Ariandi - Jumat, 26 Juni 2026
Jese Rodriguez Perpanjang Kontrak di Las Palmas, Persib Gigit Jari?
Spanyol
Tanpa Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, El Clasico Saat Ini Tidak Terlalu Diminati
Jose Mourinho menilai El Clasico kehilangan daya tarik global setelah era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo berakhir di Barcelona dan Real Madrid.
Arief Hadi - Kamis, 25 Juni 2026
Tanpa Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, El Clasico Saat Ini Tidak Terlalu Diminati
Inggris
Marc Cucurella Blak-blakan Mengajak Enzo Fernandez Gabung Real Madrid
Marc Cucurella secara terbuka mengajak Enzo Fernandez bergabung dengan Real Madrid. Apakah Los Blancos akan kembali membajak pemain Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026?
Johan Kristiandi - Kamis, 25 Juni 2026
Marc Cucurella Blak-blakan Mengajak Enzo Fernandez Gabung Real Madrid
Italia
Inter Milan Siap Lakukan Berbagai Cara demi Rekrut Nico Paz
Inter Milan terus memburu Nico Paz pada bursa transfer musim panas 2026. Namun, Real Madrid dan Como masih memegang peran penting dalam menentukan masa depan gelandang muda asal Argentina tersebut.
Johan Kristiandi - Kamis, 25 Juni 2026
Inter Milan Siap Lakukan Berbagai Cara demi Rekrut Nico Paz
Spanyol
Tidak Benci Barcelona, Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali Latih Real Madrid
Jose Mourinho mengungkap alasan kembali melatih Real Madrid dan menegaskan dirinya tidak memiliki kebencian terhadap rival abadi, Barcelona.
Arief Hadi - Rabu, 24 Juni 2026
Tidak Benci Barcelona, Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali Latih Real Madrid
Spanyol
Jaga Hubungan Baik dengan Bayern Munchen, Real Madrid Bantah Incar Michael Olise
Real Madrid angkat bicara untuk meredam spekulasi transfer yang mengaitkan mereka dengan Michael Olise dari Bayern Munchen.
Yusuf Abdillah - Minggu, 21 Juni 2026
Jaga Hubungan Baik dengan Bayern Munchen, Real Madrid Bantah Incar Michael Olise
Spanyol
Umumkan Kedatangan Bernardo Silva, Real Madrid Jadi Bintang di Bursa Transfer Musim Panas 2026
Real Madrid resmi mengumumkan Bernardo Silva hingga 2028. Gelandang Portugal menambah kekuatan lini serang skuad Jose Mourinho musim 2026.
Arief Hadi - Rabu, 17 Juni 2026
Umumkan Kedatangan Bernardo Silva, Real Madrid Jadi Bintang di Bursa Transfer Musim Panas 2026
Bagikan