Analisis - Menilik Kekuatan dan Kekurangan Semifinalis Piala Dunia 2022

Empat tim sudah semakin dekat mencapai puncak Piala Dunia 2022.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 13 Desember 2022
Analisis - Menilik Kekuatan dan Kekurangan Semifinalis Piala Dunia 2022
Timnas Maroko (@FIFAWorldCup)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2022 Qatar akan segera berakhir dan saat ini berada di fase semifinal. Hanya dua tim yang akan lolos ke final dan merebutkan trofi bernama Jules Rimet, sementara dua tim yang kalah akan merebutkan posisi tiga.

Dua tim kejutan dan dua tim favorit. Tim mana yang akan lolos ke final? Menarik untuk dinanti. Keempat tim itu adalah Kroasia, Argentina, Maroko, dan Prancis.

Kroasia akan menghadapi Argentina di Lusail Stadium, Rabu (14/12) pukul 02.00 dini hari WIB, lalu sehari setelahnya juara bertahan Piala Dunia, Prancis, akan melawan perwakilan Afrika, Maroko, di Al Bayt Stadium, Kamis (15/12) pukul 02.00 dini hari WIB.

Baca Juga:

Semifinal Piala Dunia 2022: Dua Favorit Juara Jumpa Kuda Hitam

Tantang Argentina, Kroasia Bermodal DNA Real Madrid

Jadwal Siaran Langsung Semifinal Piala Dunia 2022: Argentina Vs Kroasia dan Prancis Vs Maroko

Menilik keempat tim tersebut, BolaSkor akan menganalisis kekuatan, kekurangan, serta pemain kunci dari keempat negara tersebut. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Kroasia

Pelatih: Zlatko Dalic
Pemain Kunci: Luka Modric, Josko Gvardiol, Ivan Perisic, Dominik Livakovic

Kroasia adalah tim kuda hitam yang terus melaju melawan kemustahilan di turnamen. Kendati demikian kiprah mereka seyogyanya tak bisa dipandang sepele, apalagi dengan status finalis Piala Dunia 2018. Sebagai finalis wajar jika Kroasia sudah layak disandingkan dengan tim-tim top Eropa lainnya.

Permainan Kroasia tidak ada yang spesial tetapi satu yang paling menonjol dari skuad tim adalah mentalitas baja ala Negeri Balkan. Bahkan Zlatko Dalic sampai kehabisan kata-kata memuji para pemainnya, menyebut mereka 'tidak normal'.

Kroasia melalui fase grup F di bawah Maroko dan di atas Belgia serta Kanada. Lalu di dua fase gugur beruntun mengalahkan Jepang dan Brasil, tim favorit juara dan penilik trofi Piala Dunia terbanyak (lima), melalui drama adu penalti.

Hal apa yang dapat dilihat dari dua laga tersebut? Kegigihan Kroasia. Layak diingat dua kali Kroasia tertinggal di laga-laga tersebut dan mereka pantang menyerah menyamakan kedudukan, mampu melakukannya, lalu menang drama adu penalti.

Mental jadi kekuatan utama Kroasia, tetapi jangan dilupakan juga mereka punya pemain-pemain berpengalaman seperti Luka Modric, Ivan Perisic, Marcelo Brozovic yang tahu bagaimana menghadapi laga besar (tentu saja juga berkualitas).

Mereka dikombinasikan dengan pemain muda berbakat seperti Josko Gvardiol, serta Dominik Livakovic yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Lini tengah Kroasia juga menjadi kunci permainan dengan kualitas teknik di area tersebut.

Luka Modric, Mateo Kovacic, dan Marcelo Brozovic menjamin kualitas teknik di tengah baik itu dalam fase bertahan atau menyerang. Perebutan bola di area ini dapat jadi faktor penentu.

2. Argentina

Pelatih: Lionel Scaloni
Pemain Kunci: Lionel Messi, Enzo Fernandez, Mac Allister, Emiliano Martinez

Tidak ada habisnya apabila membahas pemain kunci untuk Argentina karena pada dasarnya semua punya kualitas sama bagusnya - kedalaman skuad bagus. Tetapi satu nama paling menonjol tentu saja Lionel Messi.

Di Piala Dunia yang dapat jadi yang terakhir untuknya, penilik tujuh Ballon d'Or menampilkan performa terbaik pada usia 35 tahun sebagai pengatur serangan sekaligus eksekutor. Empat gol dan dua assists sudah diberikannya sejauh ini di Piala Dunia.

Siapa pun itu lawannya pasti memikirkan cara untuk menghentikan La Pulga. Fokus lawan kepada Messi itu dapat jadi keuntungan bagi Argentina karena mereka punya pemain berbahaya lainnya seperti Julian Alvarez, Angel Di Maria, Lautaro Martinez, hingga Paulo Dybala.

Argentina tidak pernah kalah di semifinal Piala Dunia dan jika sukses ke final tahun ini, maka mereka mencapai final keenam dan hanya kalah dua dari Jerman sebagai tim terbanyak yang melakukannya.

Argentina tampak tak memiliki titik lemah tapi faktanya tidak demikian. Acapkali mereka lengah dan sudah dua kali terjadi saat lawan memanfaatkannya, yakni saat Arab Saudi menang (2-1) di fase grup serta saat Belanda menyamakan kedudukan (2-2) di perempat final.

Kelengahan itu sama dengan menjaga fokus dan itu hal yang harus dibenahi Argentina yang notabene calon kuat juara. Soal permainan, selama Messi fit bermain dan mendapatkan dukungan penuh dari rekan setimnya maka mereka tim paling berbahaya saat ini.

3. Prancis

Pelatih: Didier Deschamps
Pemain Kunci: Olivier Giroud, Kylian Mbappe, Aurelien Tchouameni, Hugo Lloris, Raphael Varane, Antoine Griezmann

Kedalaman skuad Prancis sangatlah hebat. Tanpa Paul Pogba, N'Golo Kante, Christopher Nkunku, Karim Benzema, Presnel Kimpembe, dan Mike Maignan, Les Bleus masih punya skuad yang kompetitif di setiap area.

Permainan Prancis juga lebih proaktif ketimbang saat juara Piala Dunia 2018. Mbappe memimpin daftar top skorer dengan lima gol, Giroud dengan empat gol, dan Griezmann memimpin daftar pemberi assists dengan tiga assists.

Dua penyerang mereka menjalankan tugas mencetak gol dan mendapatkan suplai bola dari rekan setim yang kreatif. Lini tengah kuat, kreatif, dan kompak, serta lini belakang yang rapat. Nyaris tidak ada celah dalam permainan Prancis.

Bahkan tim arahan Didier Deschamps dalam kondisi kebugaran yang lebih baik karena melalui fase gugur, sejauh ini, tanpa babak tambahan dan drama adu penalti. Prancis bahkan tahu kapan momen untuk menyerang serta bertahan menjaga keunggulan.

Menilik celah dari permainan Prancis sulit, tetapi jika ada yang membuat mereka frustrasi karena kesulitan mencetak gol maka situasi itu bisa menyulitkan mereka. Soal itu Maroko akan mengujinya.

4. Maroko

Pelatih: Walid Regragui
Pemain Kunci: Yassine Bounou, Sofyan Amrabat, Youssef En-Nesyri, Hakim Ziyech, Achraf Hakimi

Tim dari Afrika yang pertama mencapai semifinal Piala Dunia, didukung oleh seluruh Afrika dan juga Arab. Maroko tak punya beban alias nothing to lose dengan fakta mereka melaju sejauh ini, menyingkirkan Spanyol dan Portugal di fase gugur.

Pertahanan dan kekompakan bermain jadi kunci permainan Maroko. Berkat tangan dingin Walid Regragui, Maroko jadi skuad yang kompak tanpa drama setelah memanggil kembali Hakim Ziyech, menerapkan taktik yang efisien.

Maroko sejauh ini belum kebobolan gol dan kala menang serta kebobolan gol kontra Kanada, itu gol bunuh diri. Pertahanan mereka rapat dan di lini tengah memiliki Sofyan Amrabat, mesin lini kedua yang rajin menekan dan melapis lini belakang.

Kuat dalam bertahan dan mencoba seefisien mungkin saat menyerang. Spanyol dan Portugal telah mereka lalui, tetapi ujian kali ini sangat besar bagi Maroko, yakni Prancis, yang punya pemain berkualitas di tiap lininya dan gol bisa datang dari mana saja.

Trivia Sepak Bola Piala dunia 2022 Piala Dunia 2022 Qatar Analisis Kroasia Timnas Kroasia Maroko Timnas Maroko Argentina Timnas Argentina Prancis Timnas Prancis

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Ragam
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Brentford vs Chelsea menjanjikan laga seru di Premier League. Simak lima alasan yang membuat duel ini layak dinanti, dari hujan gol hingga H2H.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Internasional
Catat! Lionel Messi Akan Mainkan Laga Terakhir dengan Argentina, Ini Tanggalnya
Lionel Messi akan menjalani laga perpisahan bersama Timnas Argentina melawan Benin pada 6 Oktober 2026 di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Catat! Lionel Messi Akan Mainkan Laga Terakhir dengan Argentina, Ini Tanggalnya
Ragam
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Harry Kane punya tiga alasan kuat untuk memenangkan Ballon d'Or 2026, dari dominasi di Jerman hingga performa impresif bersama Timnas Inggris.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Ragam
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
AS Roma memuncaki klasemen Serie A 2026/2027 dengan rekor sempurna. Simak 5 alasan Giallorossi melaju kencang bersama Gasperini dan Donyell Malen.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Ragam
Momen-momen Tak Terlupakan dalam Sejarah Derby Manchester
Simak tujuh momen ikonik Derby Manchester, dari gol salto Wayne Rooney hingga selebrasi legendaris Mario Balotelli.
Arief Hadi - Minggu, 13 September 2026
Momen-momen Tak Terlupakan dalam Sejarah Derby Manchester
Spanyol
Pede Bicara soal Ballon d'Or 2026, Kylian Mbappe: Tidak Ada Pemain yang Lebih Baik dari Saya
Kylian Mbappe yakin bisa memenangkan Ballon d'Or 2026. Bintang Real Madrid itu bahkan menegaskan tidak ada pemain yang lebih baik darinya.
Arief Hadi - Sabtu, 12 September 2026
Pede Bicara soal Ballon d'Or 2026, Kylian Mbappe: Tidak Ada Pemain yang Lebih Baik dari Saya
Analisis
Analisis Kekuatan Manchester City di Era Enzo Maresca: Umpan Silang dan Faktor Erling Haaland
Manchester City era Enzo Maresca mengandalkan umpan silang sebagai senjata baru. Simak peran Erling Haaland dan peningkatan efektivitasnya.
Arief Hadi - Kamis, 10 September 2026
Analisis Kekuatan Manchester City di Era Enzo Maresca: Umpan Silang dan Faktor Erling Haaland
Ragam
5 Nama Besar yang Tidak Masuk Nominasi Ballon d'Or 2026
Pedri, David Raya, Raphinha, Bukayo Saka, dan Bradley Barcola mengejutkan karena tidak masuk nominasi Ballon d'Or 2026.
Arief Hadi - Kamis, 10 September 2026
5 Nama Besar yang Tidak Masuk Nominasi Ballon d'Or 2026
Ragam
Profil Sabah FK, Lawan Manchester United di Liga Champions
Sabah FK menjadi lawan Manchester United di Liga Champions. Simak sejarah klub, Valdas Dambrauskas, jersey pink, dan perjalanan mereka ke fase liga.
Arief Hadi - Kamis, 10 September 2026
Profil Sabah FK, Lawan Manchester United di Liga Champions
Ragam
Sederet Rekor yang Dapat Terukir di Liga Champions Pekan Ini
Haaland hingga Zion Suzuki berpeluang mencetak sejarah di Liga Champions. Simak lima rekor yang bisa terukir pada matchday pertama.
Arief Hadi - Selasa, 08 September 2026
Sederet Rekor yang Dapat Terukir di Liga Champions Pekan Ini
Bagikan