BolaSkor.com – Debut kandang Zinedine Zidane sebagai pelatih timnas Prancis saat berhadapan dengan Italia berakhir imbang 1-1 pada ajang UEFA Nations League.
Hasil tersebut diwarnai momen kurang menguntungkan ketika gelandang Como, Lucas da Cunha, kehilangan bola yang berujung gol Alessandro Bastoni.
Meski demikian, penilaian terhadap Da Cunha tidak boleh hanya didasari oleh satu kesalahan sesaat.
Baca Juga:
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Lini tengah Les Bleus justru dinilai perlu dibangun mengelilingi pemain berusia 25 tahun tersebut.
Da Cunha, pemain Como, menjadi kepingan pelengkap puzzle lini tengah Prancis dengan gaya bermainnya yang unik.
Tetap Gemilang di Luar Satu Kesalahan
Langkah Da Cunha saat kehilangan bola sebenarnya tak lepas dari umpan Adrien Rabiot yang menempatkannya dalam posisi berbahaya.
Di luar momen tersebut, penampilan Da Cunha sepanjang laga sejatinya sangat mengesankan dalam menjaga ritme permainan Prancis.
Baca Juga:
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Gelandang berusia 25 tahun itu mencatatkan 85 umpan sukses dengan akurasi mencapai 96,5 persen. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara para pemain yang tampil di Stade de France.
Selain mahir mengalirkan bola, Da Cunha juga menjadi pemain yang paling banyak menciptakan peluang pada laga tersebut dengan torehan empat kreasi umpan matang.
Transformasi di Bawah Cesc Fabregas
Lompatan karier Da Cunha tidak lepas dari tangan dingin Cesc Fabregas di Como.
Didatangkan dari Nice pada 2023 sebagai pemain sayap di Serie B, Fabregas melihat potensi besar dalam diri Da Cunha untuk digeser ke posisi gelandang tengah.
Perubahan posisi tersebut terbukti sukses besar hingga membuatnya dipercaya menjadi kapten tim dan menembus skuad utama timnas Prancis.
Da Cunha pun mengakui peran vital sang pelatih dalam perkembangan kariernya. "Fabregas jelas memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan saya," ujar Da Cunha.
"Saya datang sebagai pemain sayap di Serie B saat kami berjuang menghindari degradasi, dan sekarang saya bermain di Liga Champions, dipanggil ke skuad Prancis, serta pindah ke lini tengah karena dia melihat potensi dalam diri saya," lanjutnya.
Pengatur Tempo dan Gelandang Press Resistance (Tahan Tekanan)
Di bawah asuhan Fabregas, kemampuan Da Cunha dalam mengontrol jalannya pertandingan terus meningkat pesat.
Musim ini ia rata-rata melepaskan 81,2 umpan per 90 menit dengan tingkat akurasi mencapai 94 persen di Serie A.
Kelebihan utama Da Cunha berada pada ketahanannya saat menerima tekanan lawan. Ia sangat jarang kehilangan bola, bahkan belum pernah berhasil direbut bolanya oleh lawan di Serie A musim ini.
Kemampuan luar biasa dalam menjaga penguasaan bola inilah yang membuat Como mampu tampil mendominasi permainan di kompetisi domestik.
Sosok Jangkar Jangka Panjang Les Bleus
Karakter permainan Da Cunha sangat dibutuhkan oleh Prancis di bawah arahan Zidane yang mengandalkan dominasi penguasaan bola.
Kehadiran gelandang yang berani menerima bola, khususnya di situasi sulit, menjadi kunci agar skema membangun serangan dari lini belakang dapat berjalan lancar.
Kesalahan yang terjadi, saat melawan Italia, tidak semata-mata mengurangi kualitas Da Cunha di sepanjang laga.
Dengan kemampuan bertahan dari tekanan lawan serta visi bermain yang matang, Zidane dinilai perlu melihat gambaran besar dan menjadikan bintang Como ini sebagai poros utama lini tengah Prancis ke depannya.