Analisis - 3 Alasan Penurunan Performa Liverpool Musim Ini

Liverpool mengalami musim yang berbalik 180 derajat dari musim lalu.
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 14 Februari 2021
Analisis - 3 Alasan Penurunan Performa Liverpool Musim Ini
Liverpool kalah dari Leicester City (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Musim 2020-2021 di Eropa berjalan 'unik' karena adanya pandemi virus corona. Tidak ada penonton di dalam stadion, persaingan berjalan ketat, dan anomali untuk juara bertahan Premier League Liverpool.

Skuad arahan Jurgen Klopp tidak mengalami perubahan signifikan dibanding musim lalu. Pemain-pemain kunci masih bertahan seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Virgil van Dijk, dan nama lainnya.

Akan tapi performa tim jauh menurun dibanding musim lalu. Teranyar di pekan 24 Premier League Liverpool kalah telak 1-3 di markas Leicester City. Itu jadi kekalahan ketiga beruntun di Premier League.

Baca Juga:

Kalah Tiga Kali Beruntun, Liverpool Juara Bertahan Liga Terburuk

Leicester 3-1 Liverpool: Delapan Menit yang Menghancurkan The Reds

Guardiola Belum Coret Liverpool dari Daftar Kandidat Juara

Sebelumnya juga Liverpool kalah tiga kali beruntun di Anfield, markas yang terkenal angker. Tanpa dukungan pemain ke-12 Liverpool pun kesulitan bermain di Anfield.

BolaSkor.com coba menganalisis alasan penurunan performa Liverpool musim ini. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Badai Cedera Bek Tengah

Ozan Kabak belum beradaptasi dengan permainan Liverpool

Semenjak Virgil van Dijk cedera di Derby Merseyside dan absen panjang ada lubang di pertahanan Liverpool. Apalagi Joe Gomez dan Joel Matip juga cedera. Selepas itu rumor transfer selalu menyertai Liverpool.

Manajemen pun cenderung berlarut-larut dalam upaya mengamankan bek baru. Butuh waktu hingga deadline musim dingin dan Matip hingga cedera lagi untuk meyakinkan mereka merekrut bek baru.

Alhasil rumor transfer menganggu persiapan Liverpool dan dua bek baru direkrut tepat di deadline, yakni Ozan Kabak dan Ben Davies.

Pertahanan menjadi kunci kekuatan Liverpool musim lalu memenangi titel Premier League (dan musim sebelumnya Liga Champions). Ketika keseimbangan di area itu hilang maka itu berpengaruh kepada area lainnya.

Klopp bahkan menempatkan Jordan Henderson yang notabene gelandang tengah menjadi bek tengah.

2. Thiago Alcantara

Thiago Alcantara ketika menggantikan James Milner

Ketika banyak pengamat menilai Liverpool butuh gelandang kreatif untuk membongkar pertahanan rapat lawan, klub mendatangkan Thiago Alcantara dari Bayern Munchen. Pengalaman dan kualitas bermainnya tak pernah diragukan lagi.

Ironisnya apa yang dikatakan oleh pemerhati sepak bola Inggris yang notabene eks Liverpool, Dietmar Hamann benar sejauh ini. Adanya Thiago menghambat permainan Liverpool.

Thiago belum sepenuhnya memahami filosofi sepak bola cepat ala gegenpressing Jurgen Klopp. Dengan tipikal bermainnya Thiago menjaga penguasaan bola di tengah Liverpool, namun di satu sisi berbeda melambatkan tempo bermain.

Liverpool biasanya langsung membangun transisi bermain cepat dari bertahan ke ofensif, khususnya setelah merebut bola dari lawan. Bola langsung diarahkan kepada Mo Salah dan Sadio Mane, dua pelari cepat tim di depan.

Apabila sistem itu terhambat maka permainan Liverpool juga berubah. Alhasil apa yang dikatakan Hamann terbukti benar adanya.

"Thiago memperlambat segalanya dan sangat tidak bermain dengan Liverpool Way," ucap Hamann kepada Talk Sport.

"Liverpool di masa lalu memiliki gelandang pekerja keras. Mereka tidak sekuat Thiago, tapi mereka memberikan bola kepada Mane dan Salah lebih cepat."

"Jika Anda mendapat bola lebih awal di sayap, dan orang-orang bisa berlari ke arah pemain, mereka sangat sulit untuk dihentikan."

"Saya hanya merasa dengan Thiago, semua orang berkata tentang dia datang ke Liverpool, ia hampir tidak dimainkan. Ia masuk di pertandingan lawan Chelsea dan memiliki umpan terbanyak di babak kedua, lawan tim Chelsea yang hanya bermain dengan sepuluh pemain."

"Dan yang lainnya, seperti yang disinggung orang lain sebelumnya, ia memainkan gaya sepak bola yang berbeda. Ia suka ada dalam penguasaan bola. Liverpool selalu bagus ketika mereka tidak dalam penguasaan bola, memenangkannya, dan bermain cepat ke depan."

Alhasil kini Liverpool bak menerima senjata makan tuan dari permainan mereka. Lawan memprediksi permainan Liverpool, merebut bola dan melancarkan serangan balik cepat.

3. Tanpa Variasi Taktik

Jurgen Klopp

Pakem 4-3-3 sudah melekat dalam formasi Jurgen Klopp di Liverpool. Tidak diragukan lagi. Taktik itu memberikan titel Liga Champions dan Premier League untuk tim dari Merseyside.

Akan tapi tiba saatnya bagi Klopp untuk mulai memikirkan alternatif bermain lainnya, atau setidaknya variasi taktik jika 4-3-3 sudah dapat diprediksi lawan. Sejauh ini yang dilakukan Klopp jika Liverpool buntu adalah mengganti pemain di posisi yang sama.

Tidak ada perubahan taktik di kala Liverpool mengalami kebuntuan. Kini dengan adanya Thiago di sentral permainan maka ada baiknya jika Klopp mulai memikirkan alternatif taktik lainnya.

Breaking News Trivia Sepak Bola Analisis Liverpool Thiago Thiago Alcantara Jurgen Klopp Premier League

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Polandia vs Bosnia-Herzegovina: Lewandowski Masih Jadi Andalan
Prediksi Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UEFA Nations League. Simak link streaming, susunan pemain, head to head, dan statistik lengkapnya.
Johan Kristiandi - Jumat, 25 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Polandia vs Bosnia-Herzegovina: Lewandowski Masih Jadi Andalan
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Turki vs Prancis: Ujian Perdana untuk Zinedine Zidane
Prediksi Turki vs Prancis di UEFA Nations League: debut Zinedine Zidane, prakiraan line-up, head to head, prediksi skor, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Jumat, 25 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Turki vs Prancis: Ujian Perdana untuk Zinedine Zidane
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Australia vs Brasil: Menambah Jam Terbang
Prediksi Australia vs Brasil lengkap dengan link streaming, jadwal, susunan pemain, head to head, dan prediksi skor. Saksikan duel seru hari ini!
Johan Kristiandi - Jumat, 25 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Australia vs Brasil: Menambah Jam Terbang
Jadwal
Link Streaming Portugal vs Wales, Live Sebentar Lagi di Sini!
Portugal vs Wales di UEFA Nations League 2026/27 segera dimulai! Simak jadwal, jam tayang, prakiraan pemain, dan link streaming di sini.
Johan Kristiandi - Jumat, 25 September 2026
Link Streaming Portugal vs Wales, Live Sebentar Lagi di Sini!
Jadwal
Link Streaming Belanda vs Jerman, Live Sebentar Lagi di Sini!
Belanda vs Jerman di UEFA Nations League segera dimulai! Simak jadwal, jam tayang, siaran langsung RCTI, dan link streaming di sini.
Johan Kristiandi - Jumat, 25 September 2026
Link Streaming Belanda vs Jerman, Live Sebentar Lagi di Sini!
Berita
Kemenpora Buka Seleksi Terbuka Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan LPUK
Kemenpora membuka seleksi Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan LPUK untuk PNS dan Non-PNS. Pendaftaran dibuka 22-29 September 2026.
Rizqi Ariandi - Kamis, 24 September 2026
Kemenpora Buka Seleksi Terbuka Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan LPUK
Ragam
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane menjadi delapan pelatih baru di UEFA Nations League 2026-2027. Simak daftar lengkapnya.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Timnas
Kevin Diks Ungkap Pesan Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Singapura
Kevin Diks mengungkap pesan dan nasihat Jay Idzes jelang Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Jay absen karena cedera.
Rizqi Ariandi - Kamis, 24 September 2026
Kevin Diks Ungkap Pesan Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Singapura
Liga Dunia
Hasil Laga Persahabatan: Jepang dan Korsel Pesta Gol, Tim-tim Amerika Selatan Dibantai
Jepang menang 3-1 atas Uruguay, sementara Korea Selatan membantai Ekuador 3-0. Simak hasil lengkap laga persahabatan 24 September.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Hasil Laga Persahabatan: Jepang dan Korsel Pesta Gol, Tim-tim Amerika Selatan Dibantai
Timnas
Bintang Singapura Kecewa Gagal Duel dengan Marselino Ferdinan yang Baru Gabung Persija
Ilhan Fandi kecewa gagal berduel dengan sahabatnya, Marselino Ferdinan, saat Singapura menghadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Rizqi Ariandi - Kamis, 24 September 2026
Bintang Singapura Kecewa Gagal Duel dengan Marselino Ferdinan yang Baru Gabung Persija
Bagikan