BolaSkor.com - Operator Super League 2026/2027, I League, resmi menghapus regulasi pemain U-23. Artinya, klub kini tidak diwajibkan menurunkan pemain U-23 sebagai starter dengan ketentuan bermain minimal 45 menit.
Dalam diskusi Water Break PSSI Pers di Super League Hall yang dihadiri BolaSkor.com, Direktur Kompetisi I League, Asep Saputra, menjelaskan alasan dicabutnya regulasi tersebut.
Baca Juga:
Asep menjelaskan bahwa regulasi itu awalnya diperkenalkan pada 2017, ketika Timnas Indonesia U-23 akan tampil di SEA Games.
Ketika itu, klub wajib memainkan pemain U-23 dengan menit bermain tertentu. Sempat dicabut pada beberapa musim kemudian, aturan itu kembali diterapkan pada Liga 1 2023/2024.
Setelah berjalan tiga musim, I League memutuskan mencabut regulasi kewajiban memainkan pemain U-23 mulai musim 2026/2027.
"Regulasi wajib pemain U-23 sebenarnya merupakan bentuk intervensi untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda," kata Asep Saputra.
"Regulasi serupa pernah diterapkan pada era 2018-an karena saat itu klub kesulitan memberikan kepercayaan kepada pemain muda. Kemudian tiga tahun terakhir diterapkan aturan 45 menit untuk pemain U-23," ujar Asep menambahkan.
Pemain Muda Sudah Jadi Andalan Klub Super League
Asep mengatakan I League percaya diri dihapusnya regulasi pemain U-23 tidak akan signifikan mengurangi kesempatan pemain muda untuk bermain.
Baca Juga:
Persita Perkenalkan Tim dan Jersey Anyar, Siap Arungi Super League 2026/27
Pemain-pemain seperti Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta), Muhammad Rayhan Hannan (Persija Jakarta), Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya), hingga Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung) kini menjadi reguler tampil bersama klub-klubnya.
Setelah dievaluasi, terlihat bahwa banyak klub bukan hanya memainkan satu pemain U-23, tetapi bahkan tiga, empat, atau lima pemain muda secara reguler,
ujar Asep.
Artinya, kepercayaan terhadap pemain muda sudah mulai terbentuk. Karena itu, regulasi wajib tersebut akhirnya direlaksasi,
tuturnya.
Klub Dapat Insentif jika Mainkan Pemain U-23
I League, kata Asep, justru memberikan peluang lebih besar terhadap pemain U-23 tampil dengan menerapkan kebijakan baru.
Baca Juga:
Subsidi Klub Super League 2026/2027 Naik Jadi Rp27 Miliar, Dapat Tambahan jika Mainkan Pemain Muda
Kebijakan yang dimaksud adalah memberikan insentif kepada klub yang tetap memberikan menit bermain kepada pemain muda meskipun regulasi U-23 dihapus.
Target pembinaan tidak dihilangkan. LIB tetap memberikan insentif kepada klub yang memberikan menit bermain kepada pemain muda,
ujar Asep.
"Selain itu, klub tetap diwajibkan mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dalam skuad maksimal 35 pemain," tuturnya.