94 Tahun Persebaya Surabaya: Sejarah Perjalanan Emosional Bajul Ijo

Hari ini, Jumat (18/6), Persebaya Surabaya merayakan hari jadinya ke-94.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Jumat, 18 Juni 2021
94 Tahun Persebaya Surabaya: Sejarah Perjalanan Emosional Bajul Ijo
Persebaya Surabaya. (BolaSkor.com/Aji Wandi)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Hari ini, Jumat (18/6), Persebaya Surabaya merayakan hari jadinya ke-94. Kisah Persebaya dimulai sejak zaman Hindia Belanda.

Dari sejumlah referensi sejarah sepak bola, John Edgar mulai mengenalkan sepak bola di Surabaya saat mendirikan Victoria, klub sepak bola pertama di Hindia Belanda. Tepatnya pada 1894. Saat itu John Edgar seorang anak sekolah HBS (Hollandsche Burgere School), kira-kira sekarang setingkat SMA.

Kehadiran klub tersebut membuat Surabaya antusias. Pada Juli 1896 pertandingan sepak bola pertama digelar di Surabaya. Victoria menggelar friendly game melawan Sparta yang belum lama berdiri. Setelah laga ini, demam sepak bola semakin mewabah. Banyak klub-klub bermunculan.

Pada 5 Agustus 1909, SVS, SBFC, Excelsior dan Thor berkumpul membentuk bond dengan nama Soerabajasche Voetbal Bond (SVB) yang kini dikenal sebagai Persebaya Surabaya. Namun tak jarang juga ada yang menyebut jika Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB) merupakan cikal bakal Persebaya. Dengan prakarsa dari Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927.

Baca Juga:

Rataan Usia Pemain Asing 25 Tahun, Persebaya Berinvestasi Jangka Panjang

Eks Leicester City dan Bruno Moreira Lengkapi Pemain Impor Persebaya

Persebaya Surabaya
Aksi Bonek mendukung Persebaya Surabaya. (BolaSkor.com/Keyzie Zahir)

Dikemudian hari, sejarah mencatat Persebaya telah meraih berbagai macam gelar dan piala mulai dari ajang turnamen, pra usim hingga juara kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Diantaranya Piala Kejurnas PSSI tahun 1951 dan tahun 1952, Kejurnas Utama PSSI tahun 1978 dan tahun 1988, Liga Indonesia tahun 1996-1997, serta Liga Indonesia tahun 2004. Gelar teranyar tentu saja juara Liga 2 2017.

Tak hanya mencatatkan tinta emas, dalam perjalanannya, Persebaya beberapa kali mengalami kejadian kontroversial. Saat menjuarai kompetisi Perserikatan mengalahkan Persija 3-2 pada tahun 1988, Persebaya memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah "sepak bola gajah" karena mengalah kepada Persipura Jayapura 0-12, untuk menyingkirkan PSIS Semarang.

Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi PKT Bontang dan diskors pengurangan nilai. Persebaya pun terdegradasi ke Divisi I. Tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik lantaran mengundurkan diri pada babak delapan besar. Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Namun, direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia.

Baca Juga:

Jose Wilkson Pernah Setim dengan Taisei Marukawa, Bagus bagi Persebaya

Sudah Jalani Tes Medis, Jose Wilkson Dijadwalkan Ikut Latihan Persebaya

Persebaya Surabaya
Aksi lempar boneka oleh Bonek. (BolaSkor.com/Keyzie Zahir)

Tim kebanggaan Bonek ini kembali memasuki masa kelam sejak musim 2009/2010. Persebaya dihantam dualisme. Awalnya, Persebaya harus degradasi ke Divisi Utama akibat dipaksa melakukan pertandingan ulang sebanyak tiga kali melawan Persik Kediri dengan tempat yang berbeda yaitu di Kediri, Yogyakarta, dan Palembang. Tetapi Persebaya menolak melakukan pertandingan ulang. Mereka pun enggan ikut Divisi Utama kemudian mengikuti "Liga Primer Indonesia". Dari sebelumnya bernama Persebaya diubah menjadi Persebaya 1927.

Sedangkan Persebaya lainnya berkiprah di Divisi Utama setelah merekrut pemain-pemain Persikubar Kutai Barat. Walaupun menyandang nama Persebaya, tim ini tidak terlalu mendapat tempat di hati Bonek. Mereka lebih memilih untuk mendukung Persebaya 1927.

Nasib kedua tim tak ubahnya langit dan bumi. Persebaya di Divisi Utama berhasil promosi ke Indonesia Super League (ISL) pada musim 2014. Dan sempat merasakan musim 2015 sebelum akhirnya liga diberhentikan setelah tidak diakui oleh Pemerintah dan Indonesia di-banned oleh FIFA. Sedangkan nasib Persebaya 1927 tanpa aktivitas di kompetisi resmi.

Persebaya Surabaya
Sesi latihan Persebaya Surabaya. (Persebaya.id)

Baru pada tahun 2016 angin segar menghampiri Persebaya 1927. Hasil rapat Exco PSSI yang digelar di Solo, Persebaya 1927 disahkan kembali sebagai anggota PSSI dan akan disahkan pada KLB di Makassar dan akan kembali berkompetisi di Divisi Utama musim 2017. Hanya saja, kongres PSSI di Jakarta pada 10 November 2016 membatalkan agenda pengesahan tersebut.

Namun Ketua PSSI saat itu, Edy Rahmayadi menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan Persebaya pada kongres selanjutnya di Bandung. Pada musim 2017 Persebaya kembali berkompetisi di Liga 2, dan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan PSMS Medan di final, lalu promosi ke Liga 1.

Liga 1 musim 2018 adalah musim pertama Persebaya berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Green Force menuntaskan kompetisi Liga 1 dengan nangkring di peringkat ke-5. Peringkat ini cukup mengejutkan publik sepak bola tanah air karena statusnya sebagai tim promosi. Padahal disaat yang sama tim-tim promosi kurang bisa bersaing bahkan ada yang kembali harus turun kasta ke Liga 2.

Persebaya melejit di Liga 1 2019. Bajul Ijo berhasil finis di urutan kedua dengan 54 poin dari 34 laga. Persebaya kalah 10 angka dari sang juara, Bali United.

Kini, Persebaya menanti Lga 1 2021 dengan kekuatan para pemain muda. Bajul Ijo diharapkan bisa menorehkan prestasi membanggakan, yakni juara. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)

Persebaya surabaya Liga 1 Breaking News

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Basket
Resmi Jadi Head Coach Baru Dewa United Banten, David Singleton Janjikan Permainan Indah
Dewa United resmi memperkenalkan David Singleton sebagai head coach baru. Simak target, gaya bermain, dan pesan Coach Dave untuk Anak Dewa.
Johan Kristiandi - Sabtu, 03 Oktober 2026
Resmi Jadi Head Coach Baru Dewa United Banten, David Singleton Janjikan Permainan Indah
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Argentina vs Burkina Faso: Waktunya Kembali Pesta Gol
Prediksi Argentina vs Burkina Faso di laga uji coba 2026. Simak jadwal, susunan pemain, head to head, prediksi skor, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Sabtu, 03 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Argentina vs Burkina Faso: Waktunya Kembali Pesta Gol
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming India vs Brasil: Pertama dan Bersejarah
Prediksi India vs Brasil di laga uji coba 2026: duel bersejarah pertama kedua tim. Simak jadwal, susunan pemain, head to head, prediksi skor, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Sabtu, 03 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming India vs Brasil: Pertama dan Bersejarah
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Kroasia vs Inggris: Ajang Balas Dendam
Prediksi Kroasia vs Inggris di UEFA Nations League 2026: simak head to head, prediksi skor, susunan pemain, jadwal, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Sabtu, 03 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Kroasia vs Inggris: Ajang Balas Dendam
Hasil akhir
Hasil Pertandingan UEFA Nations League: Italia Tahan Prancis, Belgia Bungkam Turki
Hasil UEFA Nations League terbaru: Italia menahan Prancis 1-1, sementara Belgia menang telak 3-0 atas Turki. Simak hasil lengkapnya!
Johan Kristiandi - Sabtu, 03 Oktober 2026
Hasil Pertandingan UEFA Nations League: Italia Tahan Prancis, Belgia Bungkam Turki
Liga Dunia
Hasil Laga Sengit Korsel vs Venezuela di Ulsan
Korea Selatan bermain imbang 0-0 melawan Venezuela di Ulsan. Son Heung-min, Lee Kang-in, dan Kim Min-jae gagal membawa Korsel meraih kemenangan.
Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026
Hasil Laga Sengit Korsel vs Venezuela di Ulsan
Inggris
Ajukan Banding, Manchester City Mengaku Tak Bersalah atas Tudingan Pelanggaran Keuangan Premier League
Manchester City mengajukan banding atas vonis pelanggaran aturan keuangan Premier League dan menegaskan klub tidak bersalah atas dakwaan tersebut.
Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026
Ajukan Banding, Manchester City Mengaku Tak Bersalah atas Tudingan Pelanggaran Keuangan Premier League
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Laga Uji Coba Juventus vs Cremonese, Live Gratis dengan Cara Ini!
Link streaming Juventus vs Cremonese gratis, Jumat (2/10) pukul 17.30 WIB. Simak cara menonton laga uji coba dan akses siaran langsungnya.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Laga Uji Coba Juventus vs Cremonese, Live Gratis dengan Cara Ini!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Belgia vs Turki, Live di Sini!
Link streaming Belgia vs Turki di UEFA Nations League A, Sabtu (3/10) pukul 01.45 WIB. Cek cara menonton, prediksi susunan pemain, dan jadwalnya.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Belgia vs Turki, Live di Sini!
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Polandia vs Rumania: Berburu Tiga Poin Perdana
Link streaming Polandia vs Rumania di UEFA Nations League B, Sabtu (3/10) pukul 01.45 WIB. Simak prediksi, susunan pemain, H2H, dan cara menonton.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Polandia vs Rumania: Berburu Tiga Poin Perdana
Bagikan