5 Laga yang Buktikan Serunya Derby d'Italia

Derby d'Italia akan tersaji dalam lanjutan Serie A 2022-2023, akhir pekan ini.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Sabtu, 18 Maret 2023
5 Laga yang Buktikan Serunya Derby d'Italia
Derby d'Italia (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Seperti layaknya liga-liga elite Eropa, Serie A juga memiliki sejumlah laga yang sangat bergengsi. Derby d'Italia menjadi salah satu di antaranya.

Derby d'Italia merupakan sebutan untuk duel yang mempertemukan Inter Milan dan Juventus. Hal ini menjadi menarik karena Derby biasanya mempertemukan duel dua tim sekota, sedangkan kedua tim tidak memenuhi syarat tersebut.

Istilah Derby d'Italia pertama kali dipopulerkan oleh jurnalis Italia bernama Gianni Brera pada tahun 1987. Saat itu, persaingan Inter dan Juventus untuk menjadi yang terbaik sangat sengit.

Baca Juga:

Respek Simone Inzaghi kepada Massimiliano Allegri Jelang Derby d'Italia

Massimiliano Allegri Ogah Membahas Kontroversi di Derbi d'Italia

8 Pemain Kunci pada Duel Derby d'Italia

Seiring berjalannya waktu Derby d'italia identik dengan duel antara dua tim yang tak pernah terdegradasi dari Serie A. Hal ini menandakan Inter dan Juventus kiblat sepak bola Italia.

Namun gengsi Derby d'italia mulai luntur seiring terdegradasinya Juventus pada akhir musim 2005-2006 karena kasus Calciopoli. Hal itu membuat hanya Inter yang tak pernah turun kasta.

Juventus memang hanya butuh waktu satu musim untuk kembali ke Serie A. Namun rivalitas Derby d'italia tak seperti sebelumnya.

Juventus sempat kesulitan mengimbangi kekuatan Inter usai kembali ke Serie A. Ironisnya, Nerazzurri diperkuat banyak mantan pemain klub asal Turin tersebut.

Setelah Juventus mulai bangkit, giliran Inter yang merebut. Rival sekota AC Milan tersebut sempat mengalami krisis finansial hingga ditinggal deretan bintangnya.

Inter dan Juventus akan kembali bertemu dalam lanjutan Serie A 2022-2023, akhir pekan nanti. Sebelum menyaksikan laga serunya, ada baiknya mengingat serunya Derby d'Italia di masa lalu yang terangkum sebagai berikut:

1. Juventus 1-0 Inter Milan (26 April 1998)

Salah satu Derby d'Italia terseru terjadi pada 26 April 1998 di Stadion Delle Alpi. Saat itu Inter bertandang ke markas Juventus ketika Serie A 1997-1998 tersisa empat pekan.

Kedua tim tengah bersaing sengit untuk merebut Scudetto. Sebelum pertandingan, Inter hanya tertinggal satu poin dari Juventus.

Drama terjadi pada menit ke-70 saat Juventus yang tengah unggul 1-0 mendapat hadiah penalti karena Alessandro Del Piero dilanggar di kotak terlarang. Para pemain kompak melakukan protes kepada sang pengadil, Piero Ceccarini.

Apa yang dilakukan para pemain Inter menjadi wajar karena beberapa detik sebelumnya, wasit tidak memberikan penalti kepada mereka meski Ronaldo dilanggar di kotak penalti dengan cara yang mirip.

Pada akhirnya, penalti tetap diberikan kepada Juventus. Namun eksekusi Del Piero mampu dihentikan menggunakan kaki oleh Gianluca Pagliuca.

Inter tetap kalah dalam pertandingan tersebut. La Beneamata juga pada akhirnya harus merelakan Scudetto jatuh ke tangan Juventus.


2. Inter Milan 2-2 Juventus (9 Maret 2002)

Salah satu persaingan tersengit antara Inter Milan dan Juventus tersaji pada musim 2001-2002. Kedua tim memang berburu Scudetto hingga pekan terakhir.

Bukti nyata seimbangnya kekuatan kedua tim terjadi pada laga yang berlangsung pada 9 Maret 2002. Inter menjamu Juventus di Giuseppe Meazza.

Dalam pertandingan ini, Inter mampu mencetak gol cepat pada menit keenam yang diciptakan Clarence Seedorf. Namun Juventus mampu membalasnya tujuh menit berselang setelah David Trezeguet menjebol gawang Francesco Toldo.

Sembilan menit jelang waktu normal berakhir, para suporter Inter terdiam. Igor Tudor membawa tim tamu berbalik unggul melalui sundulan kepala.

Di saat Juventus seperti akan memenangi pertandingan, Seedorf tampil sebagai pahlawan Inter. Tendangan roketnya pada masa injury time menembus jala gawang Gianluigi Buffon sehingga laga berakhir 2-2.


3. Inter Milan 1-1 Juventus (18 Oktober 2002)

Duel Inter Milan kontra Juventus pada 18 Oktober 2002 menjadi salah satu Derby d'Italia dengan akhir paling dramatis sepanjang sejarah. Meskipun laga ini belum terlalu krusial karena terjadi di awal musim.

Jual beli serangan tersaji sejak awal pertandingan. Namun kedua tim gagal memanfaatkan peluang yang ada untuk mencetak gol.

Drama terjadi jelang waktu normal berakhir. Juventus mendapat hadiah penalti setelah Mauro Camoranesi terjatuh di kotak terlarang.

Pemain Inter menuduh Camoranesi melakukan diving. Namun Pierluigi Collina sebagai pengadil yang bertugas enggan mengubah keputusannya.

Del Piero yang maju sebagai eksekutor sukses memperdaya Francesco Toldo. Namun drama tidak berhenti sampai di situ.

Pada menit terakhir masa injury time, Inter mendapat sepak pojok. Momen itu dimanfaatkan Toldo untuk meninggalkan gawangnya menuju kotak penalti Juventus.

Toldo akhirnya menjadi pahlawan Inter karena mampu menjebol gawang Juventus dengan lutut memanfaatkan kemelut dari sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.


4. Inter Milan 2-2 Juventus (28 November 2004)

Inter Milan melakukan sebuah comeback saat menjamu Juventus pada ajang Serie A 2004-2005 di Giuseppe Meazza, 28 November 2004. Kedua tim mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2.

Namun Inter harus tertinggal dua gol lebih dulu di pertandingan ini. Marcelo Zalayeta membawa Juventus unggul pada menit ke-53.

Berselang 13 menit kemudian, Juventus mendapat hadiah penalti. Zlatan Ibrahimovic yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Tak mau mengecewakan para suporter yang memenuhi stadion, Inter terus berusaha mencetak gol balasan. Usaha mereka baru membuahkan hasil pada menit ke-79 lewat aksi Christian Vieri yang masuk sebagai pengganti.

Lima menit jelang waktu normal berakhir, Inter sukses menyamakan kedudukan lewat sontekan Adriano. Kemenangan Juventus yang sudah di depan mata pun terpaksa buyar.


5. Juventus 1-1 Inter Milan (4 November 2007)

Duel yang berlangsung pada 4 November 2007 merupakan salah satu momen menarik sepanjang sejarah Derby d'Italia. Itu merupakan pertemuan pertama Inter dan Juventus pasca kasus Calciopoli.

Aroma kebencian kental menyelimuti Juventus. Si Nyonya Tua tentu ingin membalas dendam kepada Inter setelah terdegradasi ke Serie B dan dua Scudetto-nya dicopot.

Sayang, ambisi Juventus kurang didukung dengan kualitas pemain yang memadai. Inter mampu memimpin lebih dulu lewat sepakan Julio Cruz pada menit ke-41.

Juventus baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-77 lewat Mauro Camoranesi. Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai dan pembalasan dendam Si Nyonya Tua harus tertunda.

Derby d'Italia Juventus Inter Milan Serie a Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Inggris
Kalah Lawan AC Milan, Manchester United Akan Muncul dengan Wajah Baru dalam Satu Pekan
Manchester United kalah 2-4 dari AC Milan di laga pramusim. Simak rencana Michael Carrick menyiapkan Setan Merah jelang laga pembuka Premier League 2026/2027.
Johan Kristiandi - Minggu, 16 Agustus 2026
Kalah Lawan AC Milan, Manchester United Akan Muncul dengan Wajah Baru dalam Satu Pekan
Liga Indonesia
Persija vs Persib Harus Digelar di Jakarta, Reward untuk Kedewasaan The Jakmania
The Jakmania menilai Persija vs Persib harus digelar di Jakarta sebagai reward atas kedewasaan suporter dalam menjaga keamanan pertandingan.
Rizqi Ariandi - Minggu, 16 Agustus 2026
Persija vs Persib Harus Digelar di Jakarta, Reward untuk Kedewasaan The Jakmania
Liga Indonesia
Piala AFF 2026 Jadi 'Bahan Bakar', Shayne Pattynama Kembali Lebih Kuat untuk Persija
Shayne Pattynama bangkit setelah Timnas Indonesia tersingkir di Piala AFF 2026. Kini, ia fokus membantu Persija Jakarta meraih juara Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Minggu, 16 Agustus 2026
Piala AFF 2026 Jadi 'Bahan Bakar', Shayne Pattynama Kembali Lebih Kuat untuk Persija
Prediksi
Prediksi dan Statistik Schalke 04 vs Real Madrid: Sebelum Berlaga di Panggung Sesungguhnya
Prediksi Schalke 04 vs Real Madrid di VELTINS-Arena, Minggu (16/8) pukul 22.00 WIB. Simak statistik, head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Minggu, 16 Agustus 2026
Prediksi dan Statistik Schalke 04 vs Real Madrid: Sebelum Berlaga di Panggung Sesungguhnya
Liga Dunia
Ole Romeny dan Justin Hubner Bantu Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Tampil Buruk
Ole Romeny dan Justin Hubner membantu Fortuna Sittard menang 3-1 atas Cambuur, sedangkan Nathan Tjoe-A-On dan Willem II kalah 1-4 dari NEC Nijmegen.
Rizqi Ariandi - Minggu, 16 Agustus 2026
Ole Romeny dan Justin Hubner Bantu Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Tampil Buruk
Inggris
Superkomputer Prediksi Skor Arsenal vs Manchester City: The Gunners Angkat Piala
Prediksi Arsenal vs Manchester City di Community Shield 2026. Simak peluang The Gunners dan Man City berdasarkan prediksi superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Minggu, 16 Agustus 2026
Superkomputer Prediksi Skor Arsenal vs Manchester City: The Gunners Angkat Piala
Italia
Dikenalkan sebagai Pemain Baru, Djed Spence Tuturkan Alasan Gabung Inter Milan
Djed Spence resmi bergabung dengan Inter Milan dari Tottenham. Bek Inggris itu mengungkap alasan memilih Nerazzurri dan kembali ke Serie A.
Arief Hadi - Minggu, 16 Agustus 2026
Dikenalkan sebagai Pemain Baru, Djed Spence Tuturkan Alasan Gabung Inter Milan
Hasil akhir
Rekap Laga Uji Coba Pramusim: Chelsea Pesta Gol di Stamford Bridge, Inter Milan Menang Tipis
Chelsea pesta 3-1 atas Real Sociedad dan Inter Milan menang 1-0 atas Real Betis. John Stones mencetak gol debut untuk Nerazzurri.
Arief Hadi - Minggu, 16 Agustus 2026
Rekap Laga Uji Coba Pramusim: Chelsea Pesta Gol di Stamford Bridge, Inter Milan Menang Tipis
Prediksi
Juventus Jalani Tradisi Villar Perosa, Ini Prediksi Susunan Pemain
Juventus kembali menjalani tradisi Villar Perosa melawan Juventus Next Gen. Simak sejarah, makna, dan prediksi susunan pemain Bianconeri.
Arief Hadi - Minggu, 16 Agustus 2026
Juventus Jalani Tradisi Villar Perosa, Ini Prediksi Susunan Pemain
Inggris
Prediksi Premier League 2026-2027: Calon Juara, Perebutan Zona Liga Champions, dan Ancaman Zona Degradasi
Arsenal jadi favorit juara Premier League 2026-2027 versi Opta. Simak prediksi perebutan gelar, Liga Champions, dan ancaman degradasi.
Arief Hadi - Minggu, 16 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026-2027: Calon Juara, Perebutan Zona Liga Champions, dan Ancaman Zona Degradasi
Bagikan