5 Eks Wonderkids yang Gagal Memenuhi Ekspektasi

Tidak semua pemain muda berbakat mampu memaksimalkan potensi seperti seharusnya.
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 15 November 2020
5 Eks Wonderkids yang Gagal Memenuhi Ekspektasi
Yoann Gourcuff (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Setiap generasinya selalu ada cerita soal wonderkid atau pemuda-pemuda berbakat di dunia, khususnya di Eropa yang dibahas media serta publik dengan prediksi masa depan cerah. Tapi apakah semuanya mampu mengemban ekspektasi itu?

Jawabannya ada yang berhasil memaksimalkan potensinya melalui kerja keras dan keyakinan, ada juga yang tidak beruntung dapat melakukannya karena akumulasi cedera, dirundung banyak masalah, yang berujung karier naik turun.

Bak berlian muda yang masih perlu diasah agar matang, menangani pemain-pemain muda berbakat pun demikian: tidak bisa terlalu diberikan tanggung jawab, memberikan mereka beban, hingga akhirnya rusak kariernya.

Baca Juga:

Andai Tidak Sering Cedera, Eks Gelandang Arsenal Bisa Perkuat Real Madrid atau Barcelona

Mason Greenwood Bisa Sukses di MU atau Senasib dengan Ravel Morrison

Menyibak Kisah Bruno Fernandes dari Bek Menjadi Gelandang Serang

Hal itu kini dikhawatirkan oleh Manchester United terjadi kepada striker berusia 17 tahun Mason Greenwood. Dia punya talenta tapi disinyalir tidak fokus dengan sepak bola karena punya kehidupan malam dan kehidupan di luar sepak bola.

MU tak mau Greenwood mengalami nasib serupa dengan mantan-mantan wonderkids lainnya yang juga gagal memenuhi ekspektasi. Berikut BolaSkor.com menjabarkan lima nama mantan wonderkids di Eropa yang gagal memaksimalkan potensinya:

1. Jack Wilshere

Jack Wilshere

Pernah dipuji legenda Barcelona, Xavi Hernandez hingga Pep Guardiola pernah ingin memboyongnya ke Camp Nou. Dua hal itu seyogyanya sudah cukup memperlihatkan penilaian publik kepada Jack Wilshere di usia muda kala membela Arsenal.

Wilshere produk akademi Arsenal yang diorbitkan Arsene Wenger dan disebut gelandang yang 'unik' di Inggris. Ketika gelandang Inggris kebanyakan bertipe box to box (dapat bertahan dan membantu serangan), Wilshere bertipe pengatur serangan dengan visi bermain dan operan bola bagus.

Akan tapi selama 10 tahun membela Arsenal karier Wilshere dirundung cedera. Alhasil pemain yang sempat dipinjamkan ke Bolton dan Bournemouth itu gabung West Ham United, lalu peruntungannya tak membaik hingga kini pada usia 28 tahun berstatus free agent (tak punya klub).

Pada usia emas pesepak bola Eropa Wilshere tak memiliki klub setelah kontraknya diakhiri West Ham. Sangat disayangkan ketika Cesc Fabregas menilainya Wilshere seharusnya bisa bermain di klub seperti Barcelona atau Real Madrid.

2. Ravel Morrison

Ravel Morrison (pojok kanan)

Satu generasi dengan Jesse Lingard dan Paul Pogba di akademi Manchester United, Sir Alex Ferguson juga pernah memujinya sebagai talenta terbaik setelah Ryan Giggs. Akan tapi Ravel Morrison hanya bertahan selama dua tahun dengan United (2010-2012).

Dalam kurun waktu delapan tahun Morrison sudah membela 11 klub dengan perjalanan karier naik turun, dari MU, West Ham, Lazio, Atlas, Ostersund, Sheffield United, hingga kini menyasar di Belanda dengan ADO Den Haag. Usianya baru berumur 27 tahun.

3. Marko Marin

Marko Marin

Masih ingat dengan nama satu ini? Ya dahulu dia disebut Lionel Messi-nya Jerman karena gaya main sama lincah, kemampuan dribel bola, dan berposisi sebagai penyerang sayap. Marko Marin gabung Chelsea dari Werder Bremen pada 2012.

Setelahnya Chelsea lebih banyak meminjamkannya ke Sevilla, Fiorentina, Anderlecht, Trabzonspor sebelum akhirnya dilepas ke Olympiakos dan Red Star Belgrade. Kini Marin bermain di Asia dengan Al-Ahli pada usia 31 tahun. Talentanya tak berkembang maksimal.

4. Alen Halilovic

Alen Halilovic

Nama yang satu ini dibandingkan dengan Lionel Messi karena produk akademi Dinamo Zagreb dan berkembang di tim muda Barcelona. Posisi bermainnya winger dan juga berkaki kidal, namun perbandingan itu memberatkannya.

Barcelona sudah bersabar dengan Alen Halilovic hingga meminjamkannya ke Sporting Gijon pada 2015-2016. Akan tapi pada akhirnya Halilovic dilepas ke Hamburg. Setelahnya Halilovic bermain di Las Palmas dan tak memiliki klub usai dilepas AC Milan tahun ini di usia 24 tahun.

5. Yoann Gourcuff

Yoann Gourcuff

Produk akademi Rennes dengan julukan Zinedine Zidane kecil karena posisi bermain sama (gelandang serang) dan juga pengatur serangan (playmaker). AC Milan dinilai mendapatkan talenta muda pada 2006 kala merekrut Yoan Gourcuff dari Rennes.

Meski begitu performanya relatif biasa saja dan Gourcuff gagal memenuhi ekspektasi. Dalam sisa kariernya ia membela Bordeaux, Lyon, Rennes, dan pensiun dengan Dijon pada 2019. Kini usianya 34 tahun.

Selain mereka nama-nama lainnya yang pernah jadi eks wonderkids adalah: Freddy Adu, Royston Drenthe, Sebastian Giovinco, Alexandre Pato, Bojan Krkic, dan Federico Macheda.

Breaking News Trivia Sepak Bola Yoann Gourcuff Marko Marin Jack Wilshere Alen Halilovic

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jerman
Raih Ballon d'Or 2026, Harry Kane Ukir Sejarah Bagi Sepak Bola Inggris
Harry Kane resmi sabet Ballon d'Or 2026 dan Trofi Gerd Muller usai catatkan 73 gol bersama Bayern Munchen serta Timnas Inggris. Simak kisahnya!
Gazza Roosaryatama - Selasa, 27 Oktober 2026
Raih Ballon d'Or 2026, Harry Kane Ukir Sejarah Bagi Sepak Bola Inggris
Jadwal
Link Streaming PSS Sleman vs Borneo FC, Live Sebentar Lagi di Sini!
PSS Sleman vs Borneo FC di Indonesia Super League 2026/2027 tayang di Indosiar! Simak jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming gratis di sini.
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Link Streaming PSS Sleman vs Borneo FC, Live Sebentar Lagi di Sini!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Sassuolo vs Lazio, Disiarkan ANTV?
Sassuolo vs Lazio di Serie A 2026/2027 digelar Rabu dini hari. Apakah laga tayang di ANTV? Simak jadwal, prediksi starting XI, head to head, dan link streaming!
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Sassuolo vs Lazio, Disiarkan ANTV?
Jadwal
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming AS Roma vs Cagliari, Live di ANTV
AS Roma vs Cagliari di Serie A 2026/2027 digelar Rabu dini hari. Benarkah live di ANTV? Cek jadwal, kondisi pemain, prediksi starting XI, dan link streaming!
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming AS Roma vs Cagliari, Live di ANTV
Liga Indonesia
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming PSS Sleman vs Borneo FC
PSS Sleman vs Borneo FC Samarinda, pekan ke-7 Super League 2026/2027, di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10), pukul 15.30 WIB, Live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming PSS Sleman vs Borneo FC
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Fleetwood vs Arsenal, Live di Sini!
Link streaming Fleetwood vs Arsenal di Carabao Cup 2026/2027. Simak jadwal, prediksi starting XI, kondisi pemain, dan cara menonton The Gunners dini hari nanti!
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Fleetwood vs Arsenal, Live di Sini!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Torino vs Como, Cek Live di Sini
Como pernah membantai Torino 6-0 dan menang 5-1. Mampukah pesta gol terulang di Serie A 2026/2027? Cek jadwal, prediksi starting XI, dan link streaming Torino vs Como!
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Torino vs Como, Cek Live di Sini
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Torino vs Como: Pesta Gol Lagi?
Prediksi Torino vs Como di Serie A 2026/2027. Como pernah menang 6-0 dan 5-1 atas Torino. Simak jadwal, prediksi skor, starting XI, dan link streaming!
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Torino vs Como: Pesta Gol Lagi?
Prediksi
Bungkam Madura United, Persebaya Masih Punya Banyak PR
Persebaya menang 3-1 atas Madura United di Gelora Bung Tomo. Bernardo Tavares mengakui masih ada yang perlu dibenahi. Simak evaluasi Bajol Ijo dan laga berikutnya!
Johan Kristiandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Bungkam Madura United, Persebaya Masih Punya Banyak PR
Liga Indonesia
Pelatih Persik Sebut Lapangan JIS Seperti Bencana Usai Dikalahkan Persija
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyebut kualitas rumput JIS seperti bencana setelah timnya kalah 1-2 dari Persija Jakarta pada pekan ke-7 Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 27 Oktober 2026
Pelatih Persik Sebut Lapangan JIS Seperti Bencana Usai Dikalahkan Persija
Bagikan