5 Alumni La Masia yang Bersinar Usai Tinggalkan Barcelona

Gagal menembus skuat utama Barcelona bukan akhir segalanya bagi alumni La Masia.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Kamis, 14 Oktober 2021
5 Alumni La Masia yang Bersinar Usai Tinggalkan Barcelona
La Masia (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Barcelona dikenal memiliki salah satu akademi terbaik di dunia bernama La Masia. Banyak pemain hebat yang mengenyam pendidikan sepak bola di sana.

Nama-nama seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Pep Guardiola, hingga Lionel Messi tentu sudah tidak asing. Mereka semua adalah jebolan La Masia.

Jalan mereka termasuk lapang untuk promosi ke tim utama. Guardiola bahkan melanjutkan kesuksesannya saat berganti profesi menjadi pelatih.

Baca Juga:

Ingin Bangkit, Barcelona Kini Bisa Andalkan Camp Nou

Kegemilangan Gavi Timbulkan Masalah Baru di Barcelona

Ketika Suasana Memburuk, Barcelona Sering Salahkan Pemain atau Pelatih Asing

Namun tak semua alumni La Masia bisa menembus tim utama Barcelona. Tak semua juga yang mampu melakukannya memiliki karier cemerlang.

Banyak jebolan La Masia yang hanya menjadi penghuni bangku cadangan di tim utama Barcelona. Ada juga yang memilih menerima pinangan tim lain untuk menyelamatkan kariernya.

Banyak jebolan akademi La Masia yang kariernya kemudian meredup usai meninggalkan Barcelona. Namun tak sedikit yang justru menjadi lebih bersinar dibanding sebelumnya.

BolaSkor.com telah merangkum lima alumni La Masia yang lebih bersinar usai meninggalkan Barcelona. Berikut ini rangkumannya:

1. Cesc Fabregas

Cesc Fabregas menjadi salah satu contoh alumni La Masia yang menuai sukses usai pergi dari Barcelona. Ia dibajak Arsenal saat masih berusia 16 tahun.

Fabregas sudah menjadi anggota La Masia saat berusia sepuluh tahun. Ia mengenyam pendidikan di sana selama enam tahun.

Arsenal kemudian memboyongnya pada 11 September 2003. Sebulan kemudian, Fabregas langsung memecahkan rekor sebagai debutan termuda di tim utama The Gunners saat tampil kontra Rotherham United pada ajang Piala Liga.

Fabregas hanya butuh waktu kurang dari dua tahun untuk menjadi tumpuan lini tengah Arsenal. Kepergian Patrick Vieira pada musim panas 2005 melapangkan jalannya.

Performa konsisten Fabregas membuat Barcelona rela membayar mahal untuk memulangkannya ke Camp Nou pada musim panas 2011. Ia disiapkan untuk menjadi pengganti Xavi yang mulai berumur.

Namun Fabregas tampaknya memang tak berjodoh dengan Barcelona. Kariernya secara perlahan meredup sebelum dibeli Chelsea pada musim panas 2014.

Setelah pergi dari Barcelona untuk kali kedua, dewi fortuna kembali memayungi Fabregas. Ia mampu meraih sejumlah trofi bergengsi seperti Premier League (dua kali), Piala Liga, dan Piala FA.


2. Thiago Alcantara

Thiago Alcantara juga menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia usai pergi dari Barcelona. Padahal sama seperti Fabregas, ia disiapkan untuk menjadi pengganti Xavi.

Thiago masuk ke akademi Barcelona pada 2005 atau saat berusia 14 tahun. Sebelumnya, ia sudah mengecap pendidikan di akademi sejumlah klub Brasil.

Thiago butuh waktu empat tahun untuk diberi kesempatan tampil di tim utama Barcelona. Penampilannya pun cukup menjanjikan karena memiliki skill individu di atas rata-rata.

Namun Barcelona tak bisa memberikannya banyak kesempatan bermain. Itu karena Xavi dan Iniesta tengah dalam performa terbaiknya.

Thiago pun memilih pergi pada musim panas 2013. Ia tak bisa menolak tawaran Guardiola yang ditunjuk menangani Bayern Munchen.

Bersama Munchen, kualitas Thiago sebagai seorang gelandang kian terasah. Hal itu membuatnya menjadi salah satu andalan Timnas Spanyol sampai saat ini.

Bersama Munchen juga Thiago mampu meraih hampir semua gelar yang tersedia. Pada musim panas tahun lalu, ia memilih melanjutkan kariernya di Liverpool.


3. Luis Garcia

Suporter Liverpool tentu sudah tidak asing dengan nama Luis Garcia. Ia adalah salah satu pahlawan The Reds saat menjuarai Liga Champions 2005.

Namun Luis Garcia sejatinya adalah alumni La Masia. Sayangnya, ia gagal menembus ketatnya persaingan untuk tampil di tim utama Barcelona.

Luis Garcia sudah masuk akademi La Masia saat berusia 12 tahun pada 1990. Ia sempat dipromosikan ke tim utama pada musim 1998-1999 meski tak mencatatkan satu penampilan pun.

Luis Garcia kemudian memilih pindah ke ATletico Madrid pada musim panas 2002 usai dipinjamkan Barcelona ke beberapa klub. Namun El Barca memanggilnya pulang setahun berselang dengan mengaktifkan klausul pembelian kembali.

Sepanjang musim 2003-2004, Garcia tampil 25 kali dan mencetak empat gol untuk Barcelona. Namun ia memilih pindah ke Liverpool di akhir musim.

Keputusan ini berbuah manis. Terbukti nama Luis Garcia kian dikenal usai membela Liverpool dan meraih sejumlah gelar bergengsi sebelum menghabiskan sisa kariernya di beberapa klub lainnya.


4. Pepe Reina

Pepe Reina juga merupakan alumni La Masia. Ayahnya yaitu Miguel Reina bahkan mantan kiper utama Barcelona.

Wajar jika Reina berambisi mengikuti jejak sang ayah saat masuk ke La Masia pada 1995. Ia dengan cepat menjadi kiper utama di berbagai tim kelompok umur Barcelona.

Ia kemudian dipromosikan ke tim utama pada musim 2000-2001 saat berusia 18 tahun. Hal itu tak lepas dari cederanya dua kiper di tim utama Barcelona.

Reina total mencatatkan 26 penampilan sepanjang musim 2000-2001. Semusim berselang ia menjadi deputi Roberto Bonano.

Namun Barcelona kemudian memilih melepasnya secara gratis pada musim panas 2002. Namun ini merupakan jalan Reina untuk bersinar.

Reina kemudian dipinang oleh Villarreal. Bersama The Yellow Submarine, performa Reina justru semakin terasah.

Tiga musim berselang, Reina akhirnya dibeli Liverpool yang baru saja menjuarai Liga Champions. Ia disiapkan Rafael Benitez untuk mengisi pos kiper utama.

Setelah pindah ke Liverpool, Reina mampu meraih sejumlah trofi. Ia juga mulai dipanggil ke Timnas Spanyol meski kesulitan merebut tempat di skuat utama.


5. Adama Traore

Bakat Adama Traore sudah tercium Barcelona sejam muda. Sang pemain dimasukkan ke akademi La Masia saat masih berusia delapan tahun.

Saat berusia 18 tahun, Traore mampu menembus tim Barcelona B. Tak lama kemudian, ia diberi kesempatan melakoni debut di tim utama.

Traore sempat diramal akan menjadi bintang masa depan Barcelona saat membawa tim muda Catalunya itu juara UEFA Youth League 2013-2014. Namun kesempatan untuk membuktikan hal itu tak kunjung datang.

Traore secara mengejutkan pindah ke Aston Villa pada musim panas 2015. Hal ini dianggap akan membuat kariernya meredup.

Anggapan itu seolah akan menjadi kenyataan setelah Traore kemudian berpindah-pindah klub dari Middlesbrough hingga Wolverhampton Wanderers. Namun bersama tim terakhir, nasibnya berubah drastis.

Traore sukses membawa Wolverhampton menjadi salah satu kuda hitam yang disegani di Premier League. Meski belum mampu mempersembahkan trofi, ia mendapat kepercayaan untuk memperkuat Timnas Spanyol.

Hal tersebut mungkin tak bisa didapatkan andai dirinya masih bertahan di Barcelona. Traore bahkan kini menjelma menjadi salah satu winger yang tangguh, kuat, dan cepat hingga menjadi buruan klub-klub besar.

La Masia Barcelona Cesc Fabregas Luis Garcia Thiago Alcantara Adama Traore Pepe reina Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Timnas
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Daftar Harganya
Simak cara beli tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 melalui Kita Garuda, lengkap dengan harga tiket mulai Rp100 ribu dan jadwal pertandingannya.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Daftar Harganya
Timnas
Jay Idzes Patah Hati Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Jay Idzes dipastikan absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera paha. Kapten Timnas Indonesia itu mengaku patah hati dan tetap dukung perjuangan Garuda.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Jay Idzes Patah Hati Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Liga Indonesia
Persija Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI
Persija Jakarta akan mengajukan banding atas sanksi Komdis PSSI berupa larangan dua laga kandang dan denda total Rp130 juta.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Persija Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI
Ragam
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Floyd Samba mencetak dua gol pada debut bersama Manchester City. Striker 17 tahun itu merupakan putra mantan bek Blackburn Rovers, Christopher Samba.
Arief Hadi - Jumat, 18 September 2026
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa, Live di Sini!
Persebaya vs Garudayaksa, pekan ketiga Super League 2026/2027, di Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), pukul 15.30 WIB, Live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa, Live di Sini!
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Persija Jakarta vs Java United, pekan ketiga Super League 2026/2027, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (19/9), pukul 19.00 WIB, Live Indosiar.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Ragam
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Brentford vs Chelsea menjanjikan laga seru di Premier League. Simak lima alasan yang membuat duel ini layak dinanti, dari hujan gol hingga H2H.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Liga Indonesia
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Persija Jakarta dijatuhi sanksi Komdis PSSI berupa dua laga kandang usiran dan denda Rp130 juta akibat insiden sebelum dan saat melawan Persib.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Liga Indonesia
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Persija Jakarta vs Java United digelar tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, karena Pilkades serentak di Gianyar pada 20 September.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Basket
Dewa United Sudahi Kerja Sama dengan Agusti Julbe
Dewa United Basketball resmi menyudahi kerja sama dengan pelatih Agusti Julbe usai evaluasi performa di IBL dan BCL Asia 2026.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Dewa United Sudahi Kerja Sama dengan Agusti Julbe
Bagikan